Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 20 Nov 2021 06:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Menengok Gumuk Pasir Parangkusumo yang Langka di Dunia

Putu Intan
detikTravel
Gumuk Pasir Parangkusumo
Gumuk Pasir Parangkusumo. Foto: Putu Intan/detikcom
Bantul -

Indonesia patut bangga karena memiliki gumuk pasir langka yang terletak di Yogyakarta. Gumuk Pasir Parangkusumo punya pemandangan indah dan aneka kegiatan wisata menarik.

Gumuk Pasir Parangkusumo selama ini dikenal sebagai objek wisata di Kabupaten Bantul. Lokasinya di sebelah barat Pantai Parangtritis.

Objek wisata ini kerap diburu wisatawan untuk berfoto karena memiliki kenampakan yang tak biasa. Orang-orang kerap menyebutnya sebagai Gurun Sahara dari Yogyakarta.

Maklum, bentangan pasir di sana memang mirip seperti gurun pasir yang banyak ditemukan di daerah Timur Tengah atau Afrika. Namun jangan salah ya, Gumuk Pasir Parangkusumo ini sejatinya berbeda dengan gurun dan termasuk langka di dunia.

Gumuk pasir atau istilah geologinya disebut sand dunes merupakan bentukan alam berupa gundukan-gundukan pasir menyerupai bukit yang terbentuk akibat pergerakan angin. Nah, istilah gumuk sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti gundukan atau sesuatu yang menyembul dari permukaan yang datar.

Gumuk Pasir ParangkusumoWisatawan di Gumuk Pasir Parangkusumo. Foto: Putu Intan/detikcom

Dikutip dari jurnal berjudul Sedimentasi di Gumuk Pasir Parangtritis Berdasarkan Tutupan Lahannya, Gumuk Pasir Parangkusumo memiliki bentukan unik dengan ukuran besar dan satu-satunya yang bertipe barchan.

Tipe barchan ini memiliki ciri khusus yakni gundukan dengan ketinggian 5-15 meter. Hal ini terjadi karena gundukan pasir berasal dari hasil erupsi Gunung Merapi yang endapannya terbawa aliran sungai yang kemudian bermuara di Pantai Selatan, Sungai Opak, dan Sungai Progo.

Nah, tipe barchan sendiri biasanya dapat ditemui di negara beriklim kering dan setengah kering. Tetapi uniknya, Gumuk Pasir Parangkusumo justru terbentuk di daerah beriklim basah. Itu yang membuat Gumuk Pasir Parangkusumo langka.

Karena penasaran dengan penampakan si gumuk langka ini, detikcom dalam Ekspedisi 3.000 Kilometer bersama Wuling, memutuskan untuk menyambanginya. Kesan pertama adalah Gumuk Pasir Parangkusumo begitu luas dan kita dapat merasakan angin kencang yang menghantam badan.

Namun hal itu tak menyurutkan semangat untuk mengeksplorasi Gumuk Pasir Parangkusumo. Apalagi di sana juga terdapat berbagai atraksi menarik seperti sandboarding.

sandboarding di yogyakartaSandboarding. Foto: (Usman/detikTravel)

Sandboarding merupakan salah satu olahraga di mana kita akan meluncur di atas pasir menggunakan papan. Cara kerjanya sederhana, traveler dapat berdiri di atas papas lalu meluncur menyusuri bukit pasir atau bisa juga duduk di atas papan bila masih takut.

Akan tetapi jangan khawatir, selama melakukan sandboarding ini traveler akan didampingi petugas. Selain itu, tekstur gumuk pasir juga tak akan melukai traveler.

Gumuk Pasir Parangkusumo ini buka setiap hari mulai pukul 07.00-18.00 WIB. Tiket masuknya gratis, hanya saja bila ingin melakukan sandboarding, traveler harus menyewa papan seharga Rp 100.000.



Simak Video "Suasana Yogyakarta yang Mulai Alami Peningkatan Wisatawan"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA