Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 20 Des 2021 17:15 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Desa Cantik Temanggung yang Populer Berkat Tembakau

Desa wisata di Temanggung.
Desa Wisata Tlilir di Temanggung (dok istimewa)

Kepala Desa Tlilir kembali menegaskan, semangat kebersamaan dan atau gotong royong menjadi modal besar untuk menggerakkan sektor pariwisata dari sisi event guna mendatangkan wisatawan. Festival Tembakau Srintil adalah salah satu strateginya.

Selain mengukuhkan untuk menjadi Kampung Mbako di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pun berusaha menjawab ke para wisatawan bagaimana proses tembakau terjadi dari hulu ke hilirnya.

Ambar Setyawati selaku inisiator Kampung Mbako menerangkan Temanggung terkenal sebagai daerah penghasil tembakau. Namun, belum ada destinasi yang dapat dituju kemana wisatawan untuk mengetahui lebih jauh tentang tembakau, baik secara sejarah maupun museumnya.

Desa wisata di Temanggung.Petani yang tengah menjemur tembakau (dok istimewa)

Desa Tlilir, tambah Ambar, mempunyai potensi tersebut. Baik secara sejarah, maupun tradisinya. Sehingga ketika wisatawan ingin belajar dan mendapat literasi tentang tembakau mereka mengetahui kemana harus menujunya.

Yang perlu menjadi catatan adalah, bahwasannya Festival Tembakau Srintil yang berlangsung pada (15/12/2021) ini dibangun dan diselenggarakan atas swadaya masyarakat.

Pada penyelenggaraan tahun depan akan ada lelang tembakau dan menghadirkan pemerhati tembakau dari Belanda, Australia dan Jepang.

"Ada semangat yang begitu kuat dan besar dari pimpinan desa hingga warganya untuk menjadikan Desa Tlilir ini sebagai Desa Wisata "Kampung Mbako". Termasuk pembiayaan dalam Festival Tembakau Srintil yang perdana ini," kata Ambar.

Museum Tembakau

Tidak hanya kompak dalam hal penyelenggaraan Festival Tembakau Srintil, pimpinan desa dan warga Desa Tlilir pun antusias untuk memiliki museum tembakau di wilayahnya. Hal ini terlihat, bagaimana warga mengumpulkan asset-aset terkait tembakau yang dimiliki para leluhurnya.

Dalam museum sederhana hasil swadaya warga, terlihat beberapa benda seperti tempat perajangan tembakau, pisau rajang, tembakau kualitas terbaik dari puluhan tahun silam, hingga tembakau Lamsi Srintil kualitas terbaik dari desa tersebut.

"Warga menghendaki museum mbako ini menjadi besar dari dana swadaya masyarakatnya. Tanah untuk museum telah ada. Kemudian konsep besarnya adalah ada diorama tentang tembakau di dalamnya," rinci Ambar.

Selain itu tambah Ambar, di luar museum memiliki gardu pandang sehingga wisatawan dapat melihat hamparan pohon tembakau dari ketinggian, ada edukasi terkait tembakau, ada green house-tempat penyemaian tembakau dan lainnya.

Tantangan ke depan, lanjut Ambar-yang juga penggiat pariwisata dari Travelita ini adalah, kesiapan warga dalam menjamu dan melayani wisatawan.

"Kami dari Travelita akan melakukan pendampingan dalam penataan mulai dari homestay dan lainnya," kata Ambar.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua

(rdy/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA