Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 30 Des 2021 11:40 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Cara Baru Menikmati Kawasan Borobudur: Main Sepeda Listrik

Eko Susanto
detikTravel
Bersepeda listrik di Balkondes Ngadiharjo
Bersepeda listrik di kawasan Borobudur (Eko Susanto/detikcom)

"Dari Ngadiharjo ke candi sekitar 5 sampai 6 km. Jadi lumayan jauh, tapi Alhamdulillah pengunjung kita juga lumayan banyak dan kita termasuk balkondes yang aktif tiap hari buka dan ada tamunya," tuturnya.

Pihaknya menambahkan, Balkondes Ngadiharjo merupakan satu-satunya balkondes yang menerapkan tiket masuk. Adapun besarnya tiket masuk Rp5.000 khusus parkir, sedangkan tiket Rp15.000 dapat voucher makan.

"Kita salah satu balkondes yang menerapkan sistem ticketing, jadi di depan ada dua macam tiket. Tiket Rp5.000 dan tiket Rp15.000. Kalau tiket Rp5.000 itu hanya untuk parkir saja, kalau tiket Rp15.000 nanti Rp10.000 bisa ditukarkan dengan menu voucher. Jadi, menu makanan yang disini," katanya seraya juga untuk menghitung jumlah pengunjung yang datang tiap harinya.

Salah satu wisatawan, Nova mengaku, mendapatkan pengalaman baru naik sepeda listrik. Ia yang awalnya kaget sangat mengayuh, namun setelahnya merasakan enak.

"Awalnya rada kaget keceng banget, setelah itu enak sih. Soalnya sudah bisa menguasai itu (sepeda listrik). Lebih enak, lebih ringan ngayuhnya dari pada sepeda biasa," tutur Nova, mahasiswi Undip, itu.

Bersepeda listrik di Balkondes NgadiharjoBersepeda listrik di Balkondes Ngadiharjo Foto: (Eko Susanto/detikcom)

Dihubungi terpisah, Ketua Pesona Magelang (Pesma) Kirno Prasojo mengatakan, keberadaan sepeda listrik tersebut dari sisi pelayanan wisata menjadi banyak pilihan. Kemudian, keberadaan ini bisa menambah daya tarik tersendiri.

"Kalau menurut saya dari sisi pelayanan wisata (sepeda listrik), pelayanan di bidang fasilitas itu lebih baik karena menjadikan banyak pilihan. Mau andong monggo, VW, sepeda listrik monggo menjadikan banyak pilihan," ujar Kirno.

"Semakin banyak pilihan wisatawan. Karena semakin banyak pilihan saya yakin akan menambah daya tarik. Kalau mau pakai VW di Borobudur, mau naik skuteran di Borobudur, sepedaan listrik di Borobudur, naik andong di Borobudur, nah kan membuat daya tarik orang datang dan pasti ada dampak-dampak lainnya itu pasti," tuturnya.

Menurut Kirno, dengan banyaknya pilihan tersebut yang diperlukan manajemen tata kelola. Baik itu, menyangkut rute, harga dan tingkat keselamatan.

"Cuman nanti perlu diatur saja, makanya perlu manajemen tata kelola. Rutenya di mana, terus harganya, terus tingkat keselamatannya gimana, yang lain juga begitu. Jadi itu nggak perlu bersaing, tapi kita tawarkan pada tamu, pilihannya mana," pungkasnya.

Halaman
1 2 Tampilkan Semua


Simak Video "Wisata Sambil Belajar Proses Budidaya Jamur Borobudur"
[Gambas:Video 20detik]

(bnl/bnl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA