Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 28 Jan 2022 15:37 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Sejarah Kawah Ijen hingga Membentuk Api Biru

Ardian Fanani
detikTravel
Kawah Ijen
Kawah Ijen Banyuwangi (Foto: Rizki Ramadan/d'Traveler)
Banyuwangi -

Beginilah sejarah Kawah Ijen hingga membentuk api biru atau blue flame. Ternyata memang Banyuwangilah satu-satunya yang memilikinya.

Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen adalah satu-satunya tempat yang memiliki api biru. Terbentuknya Kawah Ijen terjadi pada 70 ribu tahun lalu. Dahulunya, Kawah Ijen adalah kaldera dari Gunung Ijen Purba yang ada sejak 300 ribu tahun lalu.

Ketua Harian Geopark Ijen Banyuwangi, Abdillah Baraas mengatakan Gunung Ijen Purba terbentuk sejak 300 ribu tahun lalu. Wilayahnya berada di 4 Kabupaten saat ini, yakni Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Jember. Gunung Ijen purba memiliki tinggi sekitar 3.500 meter diatas permukaan laut (mdpl).

"Sebelum terbentuk Kawah Ijen dahulu 300 ribu tahun hanyalah ada satu gunung besar yakni Ijen purba," ujarnya kepada detikJatim, Rabu (27/1/2022).

Namun pada 70 ribu tahun, kata Abdillah, Gunung Ijen Purba meletus dahsyat. Sehingga memunculkan kaldera dengan diameter 15 kilometer. Tak hanya itu, muncul gunung-gunung kecil disekitar kaldera dan pinggir kaldera.

"Letusan Gunung Ijen purba tidak kalah menarik dengan letusan Gunung di Danau Toba. Dan hingga akhirnya memunculkan kaldera terbesar di Jawa dengan diameter 15 kilometer," tambahnya.

ijenApi biru di Kawah Ijen (Foto: Istimewa)

Berdasarkan sejumlah literatur geologi, erupsi super eksplosif itu, melontarkan hingga sekitar 466 km material vulkanik yang dominan menuju arah utara. Erupsi eksplosif ini kemudian membuat dapur magma kosong dan mengakibatkan terjadinya amblasan sehingga membentuk depresi kaldera.

Pascaerupsi eksplosif Gunung Api Ijen Purba kemudian terbentuk lah kaldera itu lantas muncul beberapa gunung api. Jumlahnya mencapai 22 gunung api. Tersebar di dinding (cincin) kaldera dan dalam kaldera yang sudah mengering.

Adapun gunung api yang di dinding kaldera yakni Gunung Merapi, Suket, Jampit, Ringgih, Pawenan, serta Rante. Sementara yang di dalam kaldera diantaranya gunung Kawah Wurung, Blau, Papak, Kukusan, serta Ijen dan lainnya.

"Saat ini yang masih aktif hanyalah Kawah Ijen. Adanya Gunung berarti di dalamnya masih ada sumber panas. Sehingga ibarat kompor yang masih ada di Kawah Ijen. Sementara di gunung lain sudah tidak aktif," tambahnya.

Aktifnya Kawah Ijen, kata Abdillah salah satunya adalah munculnya Blue Flame di Kawah Ijen. Blue flame muncul karena tekanan gas yang berinteraksi dengan belerang. Keluarnya H2S dipermukaan dengan suhu tinggi, menimbulkan api dengan warna biru. Sehingga kemudian dijuluki dengan api biru.

"Blue flame muncul seperti halnya kompor gas. Berbeda dengan kompor minyak yang menyala melalui kapiler. Ada gas dari sistem magmatik di bawah Ijen sehingga H2S keluar dipermukaan dengan suhu tinggi kemudian berinteraksi dengan belerang menimbulkan api biru," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di detikJatim. Untuk informasi dan berita seputar Surabaya, Malang, dan daerah-daerah lain di Jatim, klik di sini.



Simak Video "Menikmati Segelas Kopi Hangat Dengan Pemandangan Indah Gunung Raung, Bondowoso"
[Gambas:Video 20detik]
(msl/msl)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA