Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 08 Feb 2022 16:21 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengenal Honai, Rumah Tanpa Jendela yang Unik dari Papua

Keberadaan rumah adat khas Papua tepatnya di Puncak Jaya terus dilestarikan. Hal itu dilakukan sebagai upaya menjaga budaya masyarakat setempat.
Foto: Rumah Honai (Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Indonesia kaya dengan beragam rumah adat dari berbagai daerah. Nah, salah satu yang unik adalah Rumah honai.

Melansir website Portal Informasi Indonesia Kominfo, Rumah honai merupakan rumah adat suku Dani yang tinggal di lembah Baliem, Jayawijaya, Papua. Bentuknya mungil dan unik seperti jamur.

Rumah adat ini hanya memiliki tinggi 2,5 meter. Jika dilihat dari udara maka bentuknya seperti jamur berwarna cokelat kehitaman tang berjejer di sepanjang lembah.

Keberadaan rumah adat khas Papua tepatnya di Puncak Jaya terus dilestarikan. Hal itu dilakukan sebagai upaya menjaga budaya masyarakat setempat.Keberadaan rumah adat khas Papua tepatnya di Puncak Jaya terus dilestarikan. Hal itu dilakukan sebagai upaya menjaga budaya masyarakat setempat. Foto: Lamhot Aritonang

Bentuk dasarnya lingkaran dengan rangka kayu berdinding anyaman. Atapnya kerucut terbuat dai jerami. Saat pertama kali ditemukan oleh ekspedisi Richard Archbold pada tahun 1938, Rumah Honai disebut sebagai Grand Valley.

Memiliki arsitektur yang unik, material yang digunakan dalam membuat Rumah Honai 100 persen berasal dari bahan alami yang dapat diperbarui. Berbagai aspeknya seperti lantai, dinding anyaman dan atap jerami dibuat daru bahan yang ramah lingkungan.

Meski mungil, Rumah Honai memiliki dua lantai dengan fungsi yang berbeda. Lantai yang pertama digunakan sebagai tempat tidur, sedangkan lantai atasnya untuk bersantai, makan dan sebagainya.

Bentuk rumahnya dengan atap yang menutup sampai ke bawah bukan tanpa alasan. Tujuannnya yaitu untuk melindungi permukaan dinding supaya tak terkena hujan dan meredam hawa dingin yang masuk ke rumah.

Ya, suhu di sana begitu dingin, yaitu mencapai 10-15 derajat celcius pada malam hari! Tapi, tepat di bagian tengah lantai ada bagian galian tanah yang berfungsi menjadi tungku. Selain untuk penerangan, bara api ini bisa bermanfaat untuk menghangatkan tubuh.

Tanpa jendela, hanya ada satu pintu untuk keluar masuk. Di samping itu ada ventilasi kecil yang membuat aman dari binatang liar.

Nah, sebetulnya, rumah Honai hanya boleh ditempati oleh kaum lelaki. Sementara, untuk rumah para wanita disebut Ebei dan untuk kandang binatang bernama Wamai. Ketiga rumah ini pun bentuknya sama, namun untuk lelaki, ukurannya lebih tinggi.

Keberadaan rumah Honai ini bisa ditemukan di lembah-lembah dan pegunungan di tengah pulau Papua, terutama pada ketinggian 1.600-1.700 mdpl. Diberitakan sebelumnya oleh detikcom, mengutip buku Rumah Bundar karya Fangnania T. Rumthe, kehidupan masyarakat suku Dani ini sangat bergantung dari alam. Bahkan sebelum tinggal di honai, masyarakat tinggal di bawah pohon-pohon yang besar.



Simak Video "DPR dan Pemerintah Sepakati 3 RUU Provinsi Baru Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(elk/ddn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA