Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 13 Mar 2022 17:40 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Bukan Jakarta Kota, Ini Stasiun Kereta Tertua di Indonesia, Usianya 164 Tahun

Stasiun kereta api tertua di Indonesia ternyata berada di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Stasiun tertua itu yakni Stasiun Tanggung.
Foto: Stasiun Tanggung (Manik Priyo Prabowo/detikcom)
Grobogan -

Bukan Jakarta Kota, apalagi Gambir. Stasiun kereta api tertua di Indonesia ternyata ada di Grobogan, Jawa Tengah. Namanya stasiun Tanggung, usianya 164 tahun!

Stasiun kereta api (KA) tertua di Indonesia ternyata berada di Kabupaten Grobogan, Jateng. Stasiun tertua itu yakni Stasiun Tanggung yang dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1864.

Selama ini publik sering menyebut bahwa stasiun KA pertama kali dibangun di Indonesia berada di Kemijen, Semarang. Namun pihak PT KAI sendiri menyatakan bahwa Stasiun Tanggung adalah stasiun KA yang dibangun pertama kali di Indonesia.

"Jadi Stasiun tertua (di Indonesia) yang masih aktif statusnya adalah Stasiun Tanggung. Dulu namanya Stasiun Tangung dan stasiun ini bahkan bisa masuk kategori stasiun pertama di Indonesia. Karena Kemijen (di Semarang) itu bukan stasiun, melainkan shelter," papar Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Krisbiantoro, Kamis (12/8/2021).

Krisbiantoro mengungkap catatan sejarah jalur tertua KA di Indonesia yakni Kemijen-Tangungharjo yang kini dikenal Semarang-Tanggung. Jalur KA pertama di Indonesia ini merupakan jalur ekonomi penunjang ekspor sumber daya alam dari Indonesia ke Eropa kala itu.

Hingga saat ini Stasiun Tanggungharjo masih aktif melayani penumpang jalur Semarang-Solo.

Pemerintah kini telah menetapkan Stasiun Tanggungharjo ini sebagai cagar budaya. Keaslian bangunannya, kata Krisbiantoro, disebut hingga kini masih terjaga hingga 90 persen sejak pertama kali dibangun.

Sejarawan dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Warsino membenarkan jalur KA tertua berada di Semarang-Solo. Sebelum ada jalur kereta api, jalur perdagangan dan perekonomian ekspor ke Eropa melalui jalur darat yang kini dikenal dengan jalur tengah Semarang-Yogyakarta dan Solo-Semarang.

Namun dalam desakan swasta di era perekonomian pemerintah Belanda tahun 1864, jalur darat menggunakan truk beralih ke jalur kereta api. Pihak swasta saat itu mendesak pemerintahan Hindia Belanda untuk mempermudah distribusi hasil alam, di antaranya gula, kopi dan nira.

Dari situlah proses pembangunan tiga stasiun kereta api di jalur tengah tersebut dimulai pada 1864.

"(Tiga stasiun yang dibangun di jalur tengah) Stasiun Kemijen, Stasiun Tawang dan Stasiun Tanggungharjo. Dari tiga stasiun ini diperkirakan Stasiun Tanggung yang kecil jadi, selesai lebih dahulu. Sebab Belanda waktu itu mengejar pembangunan transportasi kereta api dari Kota Semarang ke Solo dan berakhir Yogyakarta," jelasnya.

Ada dua sesi pembangunan jalur kereta api, sesi pertama yakni pembangunan jalur dari Stasiun Tanggungharjo ke Semarang dan sesi kedua yakni dari Tanggungharjo hingga Solo. Jalur KA yang pertama dibangun ini jauhnya sekitar 26 km. Jalur ini merupakan penunjang kebutuhan material saat itu.

Selanjutnya jalur yang dibangun yakni dari Solo menuju Yogyakarta. Jalur ekonomi ini adalah jalur pemerintah Hindia Belanda mengekspor hasil alam ke Eropa termasuk Belanda sendiri.

Belanda menguasai jalur ekonomi itu sampai tahun 1942 sebelum akhirnya sempat dikuasai Jepang.


---
Artikel ini sudah naik dan bisa dibaca di detikJateng



Simak Video "Ulah Petugas Rekam Wanita di Toilet Stasiun Ciamis Berujung Dipecat"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA