Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Minggu, 08 Mei 2022 16:20 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Kampung di Jawa Tengah yang Isinya Cuma 7 Rumah, Tak Boleh Lebih

Tim detikcom
detikTravel
Dukuh Sibimo di Desa Brokoh, Wonotunggal, Batang, Jawa Tengah, ini sangat unik. Tak lebih dari 7 rumah yang berdiri di dusun tersebut.
Foto: Dusun Sibimo (Robby Bernardi/detikcom)
Batang -

Ada sebuah kampung unik di Batang, Jawa Tengah. Di kampung ini, hanya boleh berdiri 7 rumah. Jika lebih, maka konon akan terjadi malapetaka. Seperti apa kisahnya?

Namanya Kampung Sibimo. Lokasinya ada di Desa Brokoh, Kecamatan Wonotunggal, Batang, Jawa Tengah. Kampung ini berjarak sekitar 15 km dari ibu kota Kabupaten Batang. Lokasinya terpencil dan berada menjorok ke dalam Hutan Alas Kupang sehingga terisolir dengan kampung lainnya. Tak ada jaringan listrik masuk ke dusun tersebut.

Di kampung ini, ada sebuah tradisi yang dijaga selama ratusan tahun. Secara turun temurun, warga meyakini tak boleh ada lebih dari 7 unit rumah di kampung mereka. Saat ini, Kampung Sibimo dihuni 22 jiwa yang tersebar dalam 6 rumah.

"Di dukuh Sibimo ini ada mitos, yang bermukim di sini maksimal tujuh rumah. Kalau lebih, biasanya akan terjadi permasalahan," kata Kepala Desa Brokoh Mukmin.

Mukmin menyebut mitos tujuh rumah itu masih diyakini warga setempat. Saat ini, meski ada tujuh rumah, namun yang dihuni hanya 6 rumah. Satu rumah lainnya dalam kondisi kosong karena ditinggal pindah penghuninya.

Dia mengungkap pernah ada warga yang dengan sengaja membangun rumah padahal sudah ada 7 unit yang berdiri di kampung tersebut. Nahas, penghuni rumah tersebut menemui malapetaka.

"Pernah sampai 12 rumah. Tapi penghuninya meninggal bunuh diri, ada yang gantung diri dan ada yang minum racun dan meninggal di hutan, akhirnya rumah (kayu) dipindah dari dukuh ini," ungkap Mukmin.

Salah seorang sesepuh warga Kampung Sibimo, Tarji membenarkan mitos itu. Tarji yang mengaku lahir pada tahun 1927, menyebut dusun tersebut aman dan tenteram sejak dulu, bahkan belum pernah dimasuki warga asing, bahkan sejak masa penjajahan.

"Kampung Bimo (Sebutan dukuh Sibimo), boleh ditempati tapi tidak boleh kebanyakan rumah. Harus (tak lebih) tujuh rumah. kalau tujuh (rumah) pas. Lebih dari tujuh, kacau. Pasti ada saja kejadiannya," ujar Mbah Tarji dalam bahasa Jawa.


---

Artikel ini sudah naik di detikJateng dan bisa dibaca selengkapnya di sini.



Simak Video "5 Mitos Gerhana yang Terbantahkan Sains "
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Breaking News
×
Reuni 212 di Masjid At-Tin
Reuni 212 di Masjid At-Tin Selengkapnya