Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 30 Jun 2022 15:41 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kampung Banceuy di Subang, Punya Sejarah Ganti Nama untuk Tolak Bala

Kampung Adat Banceuy di Subang.
Desa Adat Banceuy di Subang, Jabar (Dwiky Maulana Vellayati/detikcom)
Subang -

Kampung Banceuy di Kabupaten Subang memiliki sejarah unik. Kampung itu berganti nama untuk menolak bala.

Sebagai salah satu kampung adat yang ada di Jawa Barat, Kampung Adat Banceuy setia mempertahankan warisan tradisi dari para leluhurnya. Kampung adat Banceuy itu berada di Desa Sanca, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Akses untuk menuju kampung tersebut relatif oke. Jalanan sudah beraspal dan bisa dilalui kendaraan roda empat.

Siapa sangka, dulu kampung ini porak-poranda dihajar puting beliung. Salah seorang tokoh maupun tetua dari Kampung Adat Banceuy Rohana Odang menceritakan peristiwa itu terjadi pada 1800-an.

Agar tidak terjadi lagi bencana serupa atau yang lebih besar, para tetua adat, yang terdiri dari tujuh tokoh, bersepakat mengubah nama desa. Dari Kampung Negla menjadi Kampung Banceuy.

Nama Banceuy diambil dari 'Ngabanceuy' yang berarti musyawarah.

"Awalnya, nama Kampung Banceuy adalah Kampung Neunggang jeung Lega (Negla). Waktu itu, terdapat tujuh keluarga yaitu, Eyang Ito, Aki Leutik, Eyang Malim, Aki Alman, Eyang Ono, Aki Uti dan Aki Arsiam. Sekitar tahun 1800 di Kampung Negla terjadi bencana angin puting beliung yang merusak perkebunan dan peternakan," kata Kang Odang, tetua Desa Adat Banceuy.

Setelah melakukan musyawarah tersebut, Odang melanjutkan, bahwa ketujuh tokoh di Kampung tersebut sepakat untuk mengganti nama yang semula Kampung Negla menjadi Kampung Banceuy.

"Sehingga, ketujuh tokoh Kampung Negla tersebut langsung Ngabanceuy (Bermusyawarah) dan terjadi kesepakatan nama Kampung Negla diganti dengan nama Kampung Banceuy," dia menjelaskan.

Tujuan digantinya nama kampung itu aga warga Kampung Banceuy diberkati dan bisa menjalankan kehidupan yang baik. Bahkan, dalam pergantian nama kampung tersebut selalu diperingati setiap akhir tahunnya hingga saat ini dengan tradisi Ruwatan Bumi.

"Dengan pergantian nama Kampung tersebut diharapkan penduduk akan hidup lebih baik dan diberkati seperti kata Banceuy. Banceuy berarti musyawarah diperingati setiap akhir tahun dan dikenal dengan istilah 'Ruwatan Bumi' atau lebih sering disebut 'Ngaruwat Bumi'," kata dia.

Hingga saat ini, masyarakat yang tercatat di Kampung Banceuy terdapat 320 KK dengan tinggal di rumah modern maupun rumah panggung.



Simak Video "Wisata Bukit Dewi Manggul Suguhkan Pemandangan Hijau dan Syahdu"
[Gambas:Video 20detik]
(fem/fem)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA