Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 07 Jul 2022 15:42 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Wisata Budaya di Kampung Adat Miduana Cianjur, Masih Sangat Alami!

Ikbal Selamet
detikTravel
Potret Kampung Adat Miduana yang masih terjaga tradisi dan kebudayaannya
Potret Kampung Adat Miduana. (Ikbal Selamet/detikJabar)
Cianjur -

Kabupaten Cianjur memiliki Kampung Adat Miduana yang kaya akan tradisi dan budaya. Kampung ini masih alami dan menjaga tradisinya dengan baik di tengah pesatnya perkembangan zaman.

Kampung ini bernama Miduana. Nama ini berasal dari kata Midua yang berarti mendua atau terbagi dua.

Nama ini didasarkan pada keadaan kampung yang terbagi dua. Kedua wilayahnya yaitu Cipandak Hilir dan Cipandak Girang. Kampung ini juga diapit oleh dua sungai yang memiliki titik pertemuan di Kampung Miduana.

"Jadi karena ada dua sungai yang menghimpit, dan pertemuannya di ujung kampung ini jadi dinamakan Miduana. Karena Miduana sungai teh pendak di kampung ieu (kedua sungai bertemu di kampung ini)," ujar Dewan Adat Kampung Mudiana Rustiman pada Selasa (5/7/2022).

Kampung Miduana berada di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul. Lokasi kampung ini cukup jauh dari wilayah kota Cianjur. Jaraknya sekitar 172 kilometer dari pusat kota.

Kampung ini memiliki 21 rumah yang dihuni oleh 21 keluarga. Semua rumah memiliki bentuk dan arah rumah yang sama.

Rumah di kampung ini berbentuk rumah panggung dengan dinding bilik bambu. Bagian pintu rumah di kampung ini semuanya menghadap ke selatan.

Semua rumah di sini juga memiliki Gowah. Area ini merupakan tempat untuk menyimpan padi dan beras. Area gowah ini harus dilalui oleh warga kampung jika hendak ke kamar mandi.

"Tradisinya begitu, tidak boleh ke jamban atau toilet tanpa melalui gowah. Sampai sekarang masih dijaga tradisi atau budaya itu. Makanya warga membuat jamban selalu di arah yang nantinya akan melewati gowah," kata Rustiman.

Warga Kampung Adat Miduana mayoritas bekerja sebagai petani. Hal ini didukung oleh hektaran sawah yang terhampar di sekitar area pemukiman.

Kampung Miduana masih memegang tradisi dan adat dengan sangat kental. Oleh karena itu, cara mereka bercocok tanam pun masih dilakukan secara tradisional. Larangan yang bersifat tradisi juga masih dipatuhi dengan baik.

"Pantrangan atau larangan di sini tidak boleh tanam padi dengan ketan di bagian paling atas ladang. Kalau dilanggar dipercaya akan menimbulkan penyakit. Jadi selain ada tata cara yang dilakukan secara tradisional, juga ada hal yang tidak boleh dilanggar jika bertani," ujarnya.

Selain dalam aktivitas keseharian, tradisi yang bersifat kebudayaan juga dilestarikan di kampung ini. Berbagai budaya dan kesenian masih dipertahankan dan diajarkan turun temurun.

Beberapa kebudayaan dan kesenian yang mereka lestarikan di antaranya yaitu Dongdonan Wali Salapan, Lanjaran Tatali Paranti, Mandi Kahuripan, Opatlasan Mulud, Wayang Gejlig, Nayuban dan Lais, calung, dan masih banyak lagi.

Kampung Adat Miduana pernah terdaftar sebagai kampung adat di Jawa Barat pada 1980. Sayangnya karena minim perhatian, kampung ini tidak banyak dikenal.

Kini Kampung Adat Miduana sudah dibuka kembali. Masyarakat sudah bisa mengunjunginya sebagai salah satu pilihan wisata budaya.

Artikel ini sudah tayang di detikJabar. Baca di sini.



Simak Video "Melihat Cara Kampung Adat Ciptagelar Pertahankan Tradisi"
[Gambas:Video 20detik]
(ysn/ysn)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA