Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 09 Jan 2023 12:36 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Kisah Situ Cioe Pangandaran, Konon Dihuni Belut Raksasa Pemangsa Ternak

Aldi Nur Fadilah
detikTravel
Situ Cioe Pangandaran
Foto: Situ Cioe di Pangandaran (Aldi Nur Fadilah/detikJabar)
Pangandaran -

Di Pangandaran ada danau bernama Situ Cioe yang menyimpan kisah tersendiri mengenai mitos penghuninya, belut raksasa yang kerap memangsa ternak warga.

Situ Cioe berada di Bunisari, Cigugur, Pangandaran aslinya menyimpan banyak keindahan alam. Walau tak sepopuler objek wisata pantai, Situ Cioe menyimpan mitos tentang belut raksasa yang pernah membuat warga resah.

Belut raksasa itu kerap memangsa ternak warga. Cerita soal belut raksasa di Situ Cioe secara turun temurun disampaikan warga setempat sebagai cerita rakyat.

Tokoh Masyarakat Pangandaran Erik Krisna Yudha mengatakan Situ Cioe dulunya menjadi sumber air warga di Desa Bunisari untuk para pengangon sapi ataupun kerbau.

"Ya dulunya memang situ itu menjadi lokasi para pengangon sapi warga setempat. Karena lokasi tepian situ terdapat banyak rumput," kata Erik saat berbincang beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan Situ Cioe menyimpan banyak cerita rakyat yang melegenda disampaikan secara bahasa tutur. Nama Situ Cioe diambil dari suara belut raksasa yang disebut menjaga situ itu.

"Nama Situ Cioe lahir dari sebuah belut raksasa yang mengeluarkan suara oe oe oe," ucapnya.

Warga setempat resah karena banyak hewan ternak yang sedang diangon pagi, siangnya beberapa ekor hilang.

"Katanya dulu ada seekor belut besar yang sering memburu hewan ternak warga milik warga setempat," ucap Erik.

Menurutnya saat warga setempat mengetahui sering banyak hewan ternak hilang, suatu hari warga mencoba menyelidiki hilangnya hewan ternak.

"Kemudian untuk memastikan hilangnya hewan ternak, warga mencoba mengorbankan satu hewan ternaknya disimpan di area Situ Cioe. Kemudian sambil di pantau dari jauh, seekor belut raksasa keluar memakan seekor kambing ternak," katanya.

Erik mengatakan sewaktu keluar dari sebuah lubang belut tersebut terdengar mengeluarkan suara oe, oe, oe. "Sejak saat itulah Situ itu diberikan nama Situ Cioe hingga saat ini. Kemudian karena diketahui lubang area situ itu berbahaya, maka lubangnya ditutup pakai kayu," ucapnya.

Situ Cioe PangandaranSitu Cioe Pangandaran Foto: Aldi Nur Fadilah/detikJabar

Kemudian beberapa puluh tahun yang lalu sempat dibuka dan sampai saat ini belum ada kabar adanya keluar belut dari lubang itu. "Pernah ditelusuri bahwa lubang itu tersambung ke sungai Cigugur," katanya.

Kepala Desa Bunisari Saepudin mengatakan dulu pernah ada rencana pengembangan wisata alam Situ Cioe, namun masih terhambat akses jalan.

"Sementara saat ini hanya digunakan untuk keperluan warga yang membutuhkan air dari situ tersebut," katanya.

Karena ujar Saepudin, untuk membangun akses jalan membutuhkan waktu dan biaya yang lumayan besar.

"Situ Cioe sangat berpotensi menjadi wisata alam di Pangandaran. Airnya bersih, di area situ bisa digunakan untuk gelar tikar dan makan bersama," ucapnya.

Selain itu aktivitas yang bisa dilakukan diantaranya swafoto, bermain air dan menikmati keindahan alam sekitar.


-----

Artikel ini telah naik di detikJabar dan bisa dibaca selengkapnya di sini.



Simak Video "Bersantai Sambil Menikmati Senja di Pantai Pangandaran"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA