Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Selasa, 10 Jan 2023 11:45 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Menelusuri Zaman Prasejarah di Sulawesi Selatan, Tak Kalah dari Luar Negeri

Nur Ainun
detikTravel
Lukisan telapak tangan dan babi rusa terpampang di dinding gua di area Taman Prasejarah Leang-Leang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (13/11/2022). Taman prasejarah tersebut merupakan kawasan batu karst dengan sejumlah gua (leang) serta peninggalan prasejarah seperti lukisan telapak tangan dan babi rusa dengan jumlah kunjungan rata-rata mencapai 800 wisatawan per pekan.
ANTARAFOTO/Arnas Padda/nz
Taman Prasejarah Leang-leang di Maros (Foto: ANTARA/ARNAS PADDA)
Jakarta -

Taman Prasejarah Leang-leang adalah salah satu destinasi wisata yang populer di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seperti namanya, tempat ini menawarkan wisata sejarah dan edukasi mengenai jejak kehidupan purbakala di masa lalu.

Di tempat ini pengunjung bisa melihat jejak-jejak peninggalan manusia purba yang usianya mencapai ribuan tahun. Seperti lukisan telapak tangan di dinding gua, gambar babi rusa, hingga penemuan berbagai fosil dan artefak purba.

Mengunjungi taman prasejarah Leang-leang bisa menjadi pilihan untuk liburan akhir pekan bersama keluarga dan anak-anak. Sebab selain berwisata, di tempat ini juga bisa mengenalkan anak-anak dengan sejarah kehidupan purba masa lampau.

Nah, buat Anda yang tertarik mengunjungi Taman Prasejarah Leang-leang Maros, berikut berbagai informasi penting terkait kawasan wisata ini sebagaimana dihimpun detikSulsel dari berbagai sumber.

Tentang Taman Prasejarah Leang-Leang Maros

Secara administratif, Taman Prasejarah Leang-leang ini terletak di kelurahan Leang-Leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Letaknya tak jauh dari kawasan Taman Nasional Bantimurung, Maros.

Objek wisata ini terletak di dalam wilayah Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung, dalam gugusan pegunungan karst Maros-Pangkep yang merupakan kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah Guangzhou di China.

Dalam bahasa setempat, kata Leang-leang berarti gua. Serupa dengan kata liang yang artinya lubang.

Di tempat ini terdapat banyak gua prasejarah peninggalan arkeologis manusia purba yang unik dan menarik. Para arkeolog percaya bahwa gua-gua yang ada di sini telah dihuni manusia sekitar 3.000-8.000 tahun sebelum masehi.

Dikutip dari Jurnal Media Wisata oleh Sekolah Tinggi Pariwisata AMPTA Yogyakarta, disebutkan bahwa terdapat sekitar 40 situs gua yang ada di kawasan ini. Dari puluhan gua tersebut ada 2 gua yang dimanfaatkan sebagai objek wisata.

Kedua gua tersebut adalah Leang Pattae dan Leang Petta Kerre. Sisanya sekitar 38 gua lainnya selama ini hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan penelitian.

Kawasan wisata prasejarah Leang-Leang, Maros, Sulawesi Selatan, mulai ramai dikunjungi. Tempat ini menyimpan benda-benda purbakala antara 8.000 sampai 3.000 SM.Kawasan wisata prasejarah Leang-Leang, Maros, Sulawesi Selatan, mulai ramai dikunjungi. Tempat ini menyimpan benda-benda purbakala antara 8.000 sampai 3.000 SM. Foto: ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI

Jejak Purbakala di Taman Prasejarah Leang-leang Maros

Di kawasan Leang-leang ini, pengunjung bisa melihat langsung berbagai peninggalan jejak sejarah di masa lampau. Khususnya di dua gua yang ada yakni Leang Pattae dan Leang Petta Kerre.

Di Leang Pettae terdapat lukisan dinding gua berupa lima gambar telapak tangan manusia dan satu gambar babi rusa sedang loncat dengan anak panah menancap di dadanya. Sementara di bagian mulut gua terdapat alat serpihan bilah, serta kulit kerang. Untuk mencapai gua ini pengunjung harus melewati 26 anak tangga.

Sementara di Gua Petta Kere, terletak sekitar 300 meter dari Gua Pettae. Di dalam dalam gua ini ditemukan dua gambar babi rusa, 27 gambar telapak tangan manusia, alat serpih bilah, dan mata panah.

Untuk mencapai tempat ini, sedikit membutuhkan energi ekstra. Pasalnya, pengunjung perlu menapaki 64 anak tangga terlebih dahulu.

Laman Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, menyebut lukisan-lukisan tersebut menceritakan kehidupan sosial, aktivitas harian dan sistem kepercayaan manusia di zaman itu. Adanya gambar cap tangan diperkirakan milik seorang anggota suku usai ritual potong jari. Ritual potong jari ini dilakukan sebagai tanda berduka atas kematian orang terdekatnya.

Lukisan dan cap tangan berwarna merah tersebut, menempel di dinding gua dan bertahan hingga ribuan tahun. Diperkirakan pewarna yang digunakan terbuat dari bahan alami sehingga dapat meresap hingga ke dalam pori-pori batu.

Semua jejak-jejak peninggalan sejarah ini menjadi bukti akan adanya kehidupan manusia prasejarah ribuan tahun lalu di daerah ini. Oleh para ilmuwan, kebudayaan prasejarah itu disebut sebagai kebudayaan Toala.

Lukisan telapak tangan dan babi rusa terpampang di dinding gua di area Taman Prasejarah Leang-Leang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (13/11/2022). Taman prasejarah tersebut merupakan kawasan batu karst dengan sejumlah gua (leang) serta peninggalan prasejarah seperti lukisan telapak tangan dan babi rusa dengan jumlah kunjungan rata-rata mencapai 800 wisatawan per pekan.ANTARAFOTO/Arnas Padda/nzLukisan telapak tangan dan babi rusa terpampang di dinding gua di area Taman Prasejarah Leang-Leang di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (13/11/2022). Taman prasejarah tersebut merupakan kawasan batu karst dengan sejumlah gua (leang) serta peninggalan prasejarah seperti lukisan telapak tangan dan babi rusa dengan jumlah kunjungan rata-rata mencapai 800 wisatawan per pekan.ANTARAFOTO/Arnas Padda/nz Foto: ANTARA/ARNAS PADDA

Kegiatan yang bisa dilakukan

Selain berupa gua-gua bersejarah, Taman Prasejarah Leang-leang Maros juga terdiri dari kawasan taman yang luas dan indah. Pengunjung dapat menikmati panorama yang alami berupa hamparan rumput hijau dengan batu-batu karst berbagai bentuk dan ukuran.

Fasilitas taman dilengkapi dengan jalan setapak yang dapat digunakan pengunjung untuk menjelajah di area ini. Selain itu ada juga gazebo-gazebo yang dapat digunakan untuk bersantai menikmati suasana yang asri.

Pemandangan alam yang indah, menjadikan tempat ini spot favorit untuk berfoto. Bahkan tak jarang beberapa orang menggunakan lokasi Leang-leang ini untuk foto prewedding.

Berlatar tebing-tebing karst yang berdiri kokoh menjulang di langit, dijamin foto-foto yang dihasilkan akan cantik dan indah. Sangat cocok untuk diunggah dan dibagikan di media sosial.

Di pinggiran tebing juga terdapat aliran sungai dengan air yang mengalir jernih khas pegunungan. Tempat ini juga sangat cocok untuk healing.

Kawasan wisata prasejarah Leang-Leang, Maros, Sulawesi Selatan, mulai ramai dikunjungi. Tempat ini menyimpan benda-benda purbakala antara 8.000 sampai 3.000 SM.Kawasan wisata prasejarah Leang-Leang, Maros, Sulawesi Selatan, mulai ramai dikunjungi. Tempat ini menyimpan benda-benda purbakala antara 8.000 sampai 3.000 SM. Foto: ANTARA FOTO/BASRI MARZUKI

Fasilitas yang ada di Taman Prasejarah Leang-leang Maros

Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, berbagai fasilitas umum pun sudah disediakan di tempat ini. Seperti gazebo, Shelter, rumah adat, baruga, jalur tracking hingga toilet umum.

Di dalam area taman ini tidak terdapat warung-warung makan. Hal ini untuk menjaga kebersihan dan keasrian taman prasejarah tersebut.

Bagi pengunjung yang ingin membeli makanan maupun minuman, terdapat warung-warung di bagian depan area taman. Pengunjung juga perlu memastikan untuk menjaga kebersihan selama berada di dalam area taman.

Harga Tiket dan Jam Operasional Taman Leang-Leang

Bagi pengunjung yang ingin datang ke tempat ini perlu mengetahui dengan jelas kapan jam operasional dari tempat ini. Selain itu harga tiket wajib diketahui agar bisa mempersiapkan diri sebelum berangkat.

Taman prasejarah Leang-leang Maros buka setiap hari dari jam 08.00 hingga jam 16.00 Wita. Adapun harga tiketnya sebesar Rp 15.000 per orang. Sementara untuk pelajar sekolah harga tiketnya sebesar Rp 10.000 per orang.

Lokasi

Taman Prasejarah Leang-leang terletak di Kelurahan Leang-leang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Lokasinya berada tidak jauh dari Kawasan Wisata Bantinmurung, yakni hanya sekitar 9 kilometer atau 15 menit perjalanan.

Jika berangkat dari pusat Kota Maros, jaraknya sekitar 15 km atau sekitar 30 menit berkendara. Untuk rutenya Anda bisa mengambil arah utara melalui Jalan Poros Maros-Bone.

---

Artikel ini telah tayang di detikSulsel.



Simak Video "Telaga Taman Bidadari, Wisata Alam Dengan Suasana Asri, Maros Sulawesi Selatan"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA