Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Senin, 16 Jan 2023 20:36 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Viral Santet di Danau Toba, Memang Ada Santet di Suku Batak?

Foto yang dipenuhi jarum ditemukan di Danau Toba
Foto: Foto yang dipenuhi jarum ditemukan di Danau Toba (Istimewa)
Medan -

Sebuah video yang ramai beredar di media sosial menunjukkan foto wanita dipenuhi jarum ditemukan di Danau Toba. Memangnya, ada santet di kalangan orang Batak?

Dalam video yang dilihat, ada seorang pria sedang memegang foto wanita berbaju putih yang ditusuk dengan belasan jarum, di belakang foto tersebut terdapat daun sirih. Foto tersebut ditemukan pria perekam video saat menangkap ikan di Danau Toba.

"Santet ditemukan di danau saat nembak ikan, daun sirih dan jarum," demikian tertulis dalam video tersebut.

Menanggapi hal itu, Arkeolog BRIN, Dr. Defri Simatupang, penemuan foto berjarum itu merupakan hal yang wajar. Namun dengan dibuangnya benda tersebut ke dasar Danau Toba membuat cerita lain.

"Menariknya benda itu ditemukan di dasar Danau Toba. Bisa saja ada yang berasumsi bahwa masyarakat di sekitar danau yang melakukannya apalagi semakin penasaran kenapa harus dibuang ke dasar Danau Toba," katanya.

Defri Simatupang berpendapat kondisi benda tersebut memang cukup meyakinkan di mata publik. Publik juga pasti akan mudah menduga bahwa benda itu adalah santet karena masalah asmara.

Namun dugaan santet tersebut menurutnya bukan dilakukan masyarakat Batak. Hal tersebut ditegaskan Defri atas pengamatannya dari daun sirih yang turut digunakan dalam benda yang diduga sebagai santet itu.

"Cuma penggunaan daun sirih belum begitu memperkuat asumsi kalau yang melakukan adalah masyarakat Batak, sebab daun sirih bagi masyarakat umum sangat lazim digunakan sejak masa lampau dan aktivitas mengunyah sirih secara komunal untuk terus saling mengakrabkan diri antar individu," jelasnya.

Kebiasaan menguyah sirih pada dasarnya adalah lokalitas yang dimiliki banyak masyarakat di luar Batak. Bahkan mengunyah sirih menjadi sebuah tradisi yang berkelanjutan bagi penikmat sirih yang dikunyah.

Menurut Dr Defri mungkin saja foto si perempuan yang ditusuk jarum dan tembus ke daun sirih dengan motivasi agar bisa berkelanjutan rasa sukanya karena khasiat daun sirih itu.

"Tapi ini hanya asumsi yang butuh alat pembuktian yang lebih banyak dan dalam lagi," tegasnya.

Santet dalam Masyarakat Batak

Melihat dari segi geografis, tentunya Danau Toba sangat dekat dengan masyarakat Batak. Berangkat dari sana, asumsi santet dalam masyarakat Batak pasti muncul.

Namun Dr Defri Simatupang menjelaskan data terkait santet dalam kebudayaan Batak masih belum terekspos secara mendalam. Meski tentu tak menutup kemungkinan dalam masyarakat Batak juga terdapat santet.

"Fakta kalau masyarakat Batak sejak dahulu memiliki kepercayaan animisme (makhluk halus yang berasal dari roh nenek moyang) dan dinamisme (benda-benda berkekuatan gaib), menunjukkan kalau santet itu bisa saja ada," terangnya.

Dengan mempertimbangkan sistem kepercayaan masyarakat Batak dahulu kala, Dr. Defri menjelaskan dugaan santet bisa saja ada. Sebab, santet yang dipahami sebagai upaya seseorang menggunakan animisme/dinamisme untuk mencelakai orang lain dari jarak jauh tanpa harus menyentuh fisiknya.

Hal tersebut juga didukung berdasarkan banyaknya peninggalan kebudayaan megalitik di tanah Batak yang menunjukkan adanya kepercayaan animisme dan dinamisme, teristimewa patung pangulubalang.

Selain itu, kemungkinan adanya santet dalam masyarakat Batak juga bisa dijelaskan dari kebudayaan megalitik. Dalam kebudayaan megalitik terdapat teori-teori terhadap religi masa lampau (primitif) yang dijadikan sebagai pisau analisis terhadap komunikasi antara dunia manusia dan dunia para arwah.

"Kita lihat pendapat E.B. Taylor dalam bukunya berjudul Primitive Culture. Di sana memaparkan lebih jauh tentang kepercayaan masyarakat masa lampau pada roh orang mati apalagi nenek moyang dipercaya memiliki pengaruh dan kekuatan bagi manusia yang masih hidup," katanya.

Namun, ia menegaskan terkait santet tersebut tidak bisa dipercaya secara langsung. Sebab, belum cukupnya berbagai kajian ilmiah yang mendalam.

Menurutnya, mitos-mitos spiritisme seperti santet malah menjadi sebuah daya tarik manusia masa kini. Di dalam santet ditemukan eksistensi peralatan kebudayaan religi dari masa lampau paling tidak pasti ada nilai positif kearifan lokalnya.

Biasanya santet sering dilakukan orang yang mempunyai dendam karena sakit hati kepada orang lain, seperti kearifan lokal Batak Dalihan Natolu yang mengajarkan interaksi antar individu untuk kapan saatnya bersikap hormat (somba), bersikap hati-hati (manat), dan bersikap mengayomi (elek) harus terus disosialisasikan.


-----

Artikel ini telah naik di detikSumut dan bisa dibaca selengkapnya di sini.



Simak Video "Bak Hidden Paradise, Air Terjun Situmurun Pikat Daya Tarik Wisatawan"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA