Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Kamis, 26 Jan 2023 10:50 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Pesona Kampung Sempurmayung yang Memudar, Akses nan Buruk Biang Keroknya

Nur Azis
detikTravel
Keunikan rumah adat julang ngapak di Dusun Sempurmayung, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang.
Keunikan rumah adat julang ngapak di Dusun Sempurmayung, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang. (Foto: Nur Azis )
Sumedang -

Kampung adat Sempurmayung awalnya dikonsep sebagai salah satu kampung wisata di Kabupaten Sumedang. Namun, lantaran kondisi akses jalan yang rusak menjadikan keberadaannya pun perlahan kian memudar.

Itu ditandai dari banyaknya bangunan rumah dari yang sebelumnya serempak dengan desain rumah julang ngampak, kini sebagiannya telah banyak yang diubah dengan bentuk bangunan rumah pada umumnya.

Hal itu dikarenakan kampung adat Sempurmayung dulunya tidak ubahnya seperti perkampungan yang terpencil. Jangankan dilalui wisatawan, oleh warga desa tetangga pun jarang dilintasi lantaran lokasinya yang berada di ujung desa ditambah dengan kondisi jalan saat itu banyak yang masih rusak.

Kampung adat Sempurmayung sendiri tepatnya berada di Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu. Akses jalan menuju ke sana kini sebetulnya terhitung cukup mudah dengan keberadaan akses jalan Batu Dua atau jalan yang menuju ke lokasi objek wisata paralayang yang dekat dengan lokasi kampung adat.

Keunikan rumah adat julang ngapak di Dusun Sempurmayung, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang.Keunikan rumah adat julang ngapak di Dusun Sempurmayung, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang. Foto: Nur Azis

Namun dari objek wisata tersebut atau sekitar 1,5 kilometer menuju ke kampung adat, kondisi jalannya hingga kini masih berupa bebatuan. Warga pun berharap adanya pembangunan di titik jalan tersebut.

"Harapan nomor satu mah pembangunan jalan, mau dari jalur Pasir Ingkig atau jalur Batu Dua, tapi utamanya di jalur Batu Dua, biar segalanya dapat diakses dengan lancar," ungkap Maryadi atau akrab disapa Ade (48) kepada detikJabar belum lama ini.

Menurutnya, keberadaan akses jalan Batu Dua telah membuka bagi bergeliatnya kunjungan wisatawan yang datang atau melintasi kampung adat.

"Jalan segini saja (pembangunan jalan sampai objek wisata paralayang), sudah lumayan ada wisatawan yang melintas ke sini," terangnya.

"Dulu mah tanyakan saja boro-boro ada penjual es krim yang lewat ke sini tapi sekarang mah penjual sudah banyak yang melintas ke kampung adat," terang Ade menambahkan.

Menurutnya, itu pula yang menjadi harapan warga kenapa perbaikan akses jalan menuju ke kampung adat perlu segara diperhatikan.

"Makanya saya pikir pembangunan atau perbaikan jalan harus disegerakan agar geliat wisatawan semakin banyak ke sini," ucapnya.

Sekadar diketahui kampung adat Sempurmayung sendiri berada di antara objek wisata paralayang dan objek wisata ziarah dari petilasan Prabu Tajimalela. Keberadaan kampung adat tersebut sebetulnya cukup strategis untuk dikembangkan.

Rumah Julang Ngapak di Dusun Sempurmayung, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang.Rumah Julang Ngapak di Dusun Sempurmayung, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang. Foto: Nur Azis/detikJabar

Berita sebelumnya, Sebuah perkampungan unik berdiri di kaki Gunung Lingga atau tepatnya di Dusun Sempurmayung, Desa Cimarga, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang. Keunikannya lantaran di sana masih berdiri sejumlah rumah adat.

Rumah adat yang berdiri menyerupai desain rumah adat Sunda bernama Julang Ngapak. Itu terlihat dari bentuk atapnya yang berbentuk segitiga dengan sayap yang melebar di kedua sisinya.

Salah satu yang mendiami rumah adat itu adalah Dini Musdiana (32). Ia menyebut, sejumlah rumah adat yang berdiri dibangun oleh pemerintah melalui program transmigrasi lokal pada sekitaran tahun 2002.

"Kampung adat ini berdiri melalui program transmigrasi lokal pada sekitaran tahun 2002," ungkapnya kepada detikJabar belum lama ini.

Ia melanjutkan, rumah adat yang berdiri awalnya berjumlah 90 unit rumah dengan bentuk yang seragam. Namun kini yang tersisa hanya tinggal sekitar 56 unit rumah dengan beragam bentuk.

"Rumah yang diubah ada juga yang hanya dari sisi bahannya saja namun secara bentuk masih dipertahankan," ujarnya.

---

Artikel ini telah tayang di detikJabar.



Simak Video "Ini Asep, Kades Viral Berambut Mohawk dari Sumedang"
[Gambas:Video 20detik]
(sym/sym)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA