Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Jumat, 10 Mar 2023 22:09 WIB

DOMESTIC DESTINATIONS

Mengapa Rumah Jadul di Depok Rata-rata Punya Kamar di Bagian Depan?

Weka Kanaka
detikTravel
Walking Tour Depok Lama: Rumah J M Jonathans
Foto: Rumah jadul Belanda di Depok (Agung Pambudhy/detikcom)
Depok -

Di Depok, masih banyak rumah klasik peninggalan Belanda. Rumah ini memiliki karakteristik tersendiri, salah satunya kamar di depan rumah. Apa maksudnya?

Rumah klasik yang dibangun pada era kolonial memiliki perbedaan pada hal rupa dan tata bangunan terhadap rumah-rumah modern era kini.

Pada kegiatan tur jalan kaki di Depok, Sabtu (25/2) lalu tim detikcom berkesempatan melihat beberapa rumah klasik peninggalan era kolonial Belanda yang masih tersisa di sini. Depok ternyata memiliki beberapa rumah peninggalan klasik yang masih tersisa.

Seperti terdapat pada rumah J M Jonathans yang berada di seberang eks Rumah Sakit Harapan. Rumah ini merupakan rumah milik J M Jonathans, yakni presiden ke 5 dari Gemeentebestuur Depok.

Terlihat pada tampak bangunannya, rumah klasik seperti rumah ini memiliki corak yang khas. Mulai dari pintu. Kerapnya dihadirkan pintu kayu besar dengan dua sisi dan dua lapis, lapis pertama pintu tersebut terdapat tempat aliran angin, dan lapis kedua terdapat kaca bening.

Ciri yang khas dari rumah klasik adalah bangunannya yang tinggi, hal ini turut memberi kesan lega terhadap rumah klasik. Selain itu, terdapat pula suatu ciri yang jarang ditemui pada rumah modern masa kini, yakni adanya kamar di bagian depan dan memiliki pintu tersendiri.

Walking Tour Depok Lama: Rumah J M JonathansWalking Tour Depok Lama: Rumah J M Jonathans Foto: Agung Pambudhy/detikcom

Kamar di bagian depan rumah ini ternyata salah satu ciri dari rumah klasik pada era tersebut. Hal ini terlihat pada bangunan Rumah J M Jonathans, atau juga di rumah milik R. Moh Singer yang saat ini jadi Cornelis Koffie.

Ternyata kamar di depan tersebut memiliki maksud tersendiri, yakni sebagai tempat tamu menginap ketika pulang terlalu larut. Hal tersebut juga dijelaskan oleh Penutur Sejarah YLCC, Boy Loen.

"Rumah-rumah dalam masa itu, rumah di Depok maupun rumah di Menteng yang rumah-rumah kayak begini (klasik) ini adalah untuk tamu, yang kalau kemalaman gak bisa pulang," ujarnya.

Hal tersebut mengingat pada zaman dulu mobilisasi masyarakat masih terbatas karena minimnya moda transportasi, terlebih jika di malam hari.

"Kalau sekarang sih enggak ada istilah orang pulang kemalaman, transportasi sekarang 24 jam. Kalau dulu jam 8 malam kita enggak bisa kemana-mana," jelasnya.

Jika traveler penasaran akan rumah klasik yang terdapat di Depok, traveler dapat melihatnya dengan berkunjung ke Depok Lama, tepatnya di Jalan Pemuda.

Terdapat beberapa rumah klasik seperti yang telah disebutkan di atas, dan juga terdapat lagi rumah lainnya yakni Rumah Keluarga Sardimoen. Tak jarang rumah ini jadi lokasi syuting film pendek hingga layar lebar.

Tapi pastikan, sebelum berkunjung ataupun hunting foto, baiknya traveler mendapatkan izin terlebih dahulu kepada pemilik ataupun pengelola rumah tersebut.



Simak Video "Serunya Walking Tour Menelusuri Sejarah Kota Depok"
[Gambas:Video 20detik]
(wsw/wsw)
BERITA TERKAIT
BACA JUGA