Daya Tarik dan Lokasi Air Terjun Cantik di Gianyar Bali

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Daya Tarik dan Lokasi Air Terjun Cantik di Gianyar Bali

Tim detikcom - detikTravel
Rabu, 13 Mei 2026 17:07 WIB
Suasana objek wisata air terjun Kanto Lampo yang ramai dikunjungi wisatawan asing, Rabu (17/9/2025). (Ni Komang Ayu Leona Wirawan)
Suasana objek wisata air terjun Kanto Lampo yang ramai dikunjungi wisatawan asing (Ni Komang Ayu Leona Wirawan)
Gianyar -

Di Pulau Dewata, terdapat sebuah destinasi tersembunyi yang pesonanya justru lebih santer terdengar di telinga turis mancanegara ketimbang warga lokal (warlok) Bali sendiri. Destinasi tersebut adalah Air Terjun Kanto Lampo.

Jika Anda berkunjung ke sana, jangan heran jika melihat antrean panjang turis asing yang berdiri mengular. Mereka rela bersabar menanti giliran demi bisa mengabadikan momen dengan latar megahnya aliran air yang jatuh di atas undakan batu yang estetik.

Fenomena ini memang jamak terjadi di Bali; sebuah "permata tersembunyi" sering kali meledak di radar internasional terlebih dahulu sebelum akhirnya disadari oleh publik dalam negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ita Pratistita, Petugas Pemasaran Air Terjun Kanto Lampo, destinasi yang baru ditemukan pada tahun 2016 ini memang memiliki daya tarik yang sangat kuat di pasar internasional. Ia mengonfirmasi bahwa mayoritas pengunjung yang datang ke sana berasal dari luar negeri.

"Jumlah wisatawan asing sampai 80 persen, sedangkan sisanya domestik," ungkap Ita.

ADVERTISEMENT
Air terjun di Gianyar, Bali.Air terjun di Gianyar, Bali. Foto: (nencek/d'Traveler)

Ita memaparkan bahwa pada musim liburan, arus kunjungan ke Air Terjun Kanto Lampo bisa melonjak hingga menyentuh angka 1.000 turis per hari, sementara pada hari biasa rata-rata pengunjung berkisar di angka 500 orang. Wisatawan domestik sendiri biasanya baru terlihat ramai memadati lokasi saat momentum libur sekolah atau hari raya Lebaran.

Dominasi turis asing ini sangat terasa secara visual di lokasi; sejauh mata memandang, para pelancong mancanegara tampak memenuhi area air terjun. Hal ini bukan tanpa alasan, Ita menjelaskan bahwa popularitas Kanto Lampo di kancah internasional dipicu oleh efek viral di jagat maya.

Banyaknya konten kreator dan influencer luar negeri yang datang untuk berburu konten, lalu mengunggah foto serta video estetis mereka ke media sosial, sukses membuat air terjun ini menjadi destinasi ikonik yang mendunia. Efek domino inilah yang membuat Kanto Lampo kini menjadi salah satu bucket list utama para pelancong dunia saat menginjakkan kaki di Bali.

Berangkat dari popularitas global tersebut, pihak pengelola yang merupakan warga Banjar Kelod Kangin mengambil kebijakan yang cukup unik. Berbeda dengan banyak objek wisata di Bali yang biasanya memberlakukan tarif berlapis berdasarkan kewarganegaraan, di Air Terjun Kanto Lampo, harga tiket dipukul rata sebesar Rp25.000 per orang, baik bagi wisatawan mancanegara maupun domestik.

Ita menjelaskan bahwa daya tarik utama yang memikat para pelancong adalah struktur bebatuan berundak yang menjadi latar jatuhnya air secara artistik. Keberadaan bebatuan besar di sepanjang aliran sungai pun turut menambah kesan alami dan mempercantik visual objek wisata ini di depan kamera.

Bagi Anda yang berencana datang, waktu terbaik untuk berkunjung adalah pukul 07.00 hingga 09.00 WITA. Pada jam-jam pagi tersebut, lokasi belum terlalu padat oleh pengunjung, sehingga kamu bisa dengan leluasa mengeksplorasi setiap sudut dan berfoto tanpa perlu mengantre lama.

Bagi traveler yang berencana untuk melali (jalan-jalan) ke Air Terjun Kanto Lampo, tak perlu risau soal kenyamanan. Meski lokasinya terasa tersembunyi, objek wisata ini sudah didukung fasilitas yang cukup memadai, mulai dari area parkir yang luas, kamar mandi yang bersih, ruang ganti pakaian, hingga area food court untuk mengisi perut setelah lelah bermain air.

Namun, ada dua hal penting yang perlu diperhatikan sebelum berangkat. Pertama, pihak pengelola di Desa Adat Beng, Gianyar, saat ini belum melayani transaksi nontunai, sehingga Anda wajib menyiapkan uang tunai secukupnya. Kedua, bagi pengunjung Muslim, perlu diketahui bahwa di kawasan ini belum tersedia fasilitas musala.

Dengan tiket masuk sebesar Rp25.000, pengalaman yang didapat terasa sangat sepadan. Selain menikmati pemandangan air terjun yang ikonik di bawah rindangnya pepohonan, kamu juga bisa berendam di kolam alami, melakukan trekking santai menyusuri tepian sungai, hingga mengeksplorasi Goa Tan Hana yang mistis.

Jangan lupa untuk mengabadikan momen terbaikmu untuk dibagikan ke media sosial!




(bnl/wsw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads