Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 05 Feb 2013 13:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Pulau Kasiak, Serasa Pulau Pribadi di Sumbar

SN Ardilla
d'travelers
Foto 1 dari 4
Dermaga Pulau Kasiak
Dermaga Pulau Kasiak
detikTravel Community -

Di Pariaman, Sumbar, ada pulau yang tak berpenghuni nan sepi dengan lanskap cantik. Pulau bernama Kasiak ini pun serasa milik Anda pribadi. Pasir pantainya putih, air lautnya jernih, dan suasananya tenang. Asyik!

Sumatera Barat tak jarang menjadi destinasi utama liburan, untuk sebagian besar masyarakat Kota Pekanbaru. Ya, karena memang lokasinya yang tidak begitu jauh. Hanya membutuhkan waktu sekitar 6-10 jam melalui perjalanan darat.

Keindahan alam yang ditawarkan pun sangat menggiurkan. Salah satunya adalah pulau di Pariaman, yaitu Pulau Kasiak. Tapi, tidak banyak yang tahu kalau lokasi ini mudah dijumpai dan low budget banget.

Kunjungan awal saya dan teman-teman lainnya adalah mengunjungi Pantai Gondoriah. Pantai ini tidak terlalu menggiurkan untuk saya, karena sejak belasan tahun yang lalu sudah sering melihat pantai dengan pasir dan air keruh bewarna coklat seperti ini.

Gondoriah pun memiliki pantai yang landai dan ombaknya tidak begitu besar, saat saya mengunjunginya. Jadi sebenarnya, pantai ini cocok untuk berenang dan bermain air. Sama seperti pinggiran pantai lainnya di Sumbar, banyak tumpukan batu besar dan percikan ombak yang akan terlihat lebih bagus ketika menghantam bebatuan.

Saya dan beberapa teman memilih untuk menyusuri bibir pantai, dari pada harus berenang. Tiba-tiba ada seorang bapak yang menawarkan sampan motornya untuk menyebarangi pulau. Dia menunjuk ke arah pulau yang terlihat kecil dari bibir Pantai Gondoriah ini.

Adrenalin pun terpacu, kapan lagi kan mengunjungi pulau seperti itu. Setelah tawar menawar harga, dapatlah kesepakatan ongkos untuk menyeberangi laut sebesar Rp 30.000 per kepala untuk pulang-pergi. Tapi, dengan syarat minimal 6 orang. 

Nah, sedangkan kami yang hanya berempat berusaha membujuk si bapak agar tetap mau mengangkut kami. Si bapak pun setuju asal membayar lebih, kira-kira Rp 50.000 per orangnya.

Karena tak mau rugi, akhirnya kami mencoba membujuk dua orang lagi yang sudah asyik berenang di Pantai Gondoriah untuk ikutan. Bukan hal mudah untuk meyakinkan mereka. Untung saja keindahan pasir yang dijanjikan bapak pengemudi sampan ini berhasil menyingkirkan ketakutan mereka, terhadap tenggelamnya sampan di tengah laut. Saat itu ombak di pantai ini tidak begitu berbahaya.

Akhirnya kami berbaris rapi dan duduk dengan suasana sedikit tegang di dalam sampan bermotor. Sampan motor ini lebarnya hanya pas untuk satu orang. Perlahan tapi pasti kami mulai nyaman berada di atas sampan dan meninggalkan air cokelat Pantai Gondoriah.

Akhirnya, kami pun masuk ke gradasi air bewarna hijau, biru dan putih. Kira-kira 15 menit kemudian, kami sampai di pulau yang tak berpenghuni ini.

Tidak ada yang menyebutkan kalau pulau ini adalah Pulau Kasiak, papan penunjuk namapun tidak ada. Lalu dari mana? Saya menemukan namanya setelah browsing di internet.

Dermaga kecil di Pulau Kasiak ini sudah rusak, kayunya juga sudah banyak yang bolong-bolong, jadilah kami turun dan berbasah ria dari pinggir laut untuk menuju pulau. Saya benar-benar bisa melihat batu karang dan ikan kecil-kecil berenang di dasar perairan pulau ini.

Ini baru pantai! Di awal pemberhentian ada dua rumah panggung yang kata si bapak pengemudi sampan adalah tempat pemantau pulau, tapi jarang ada orang. Waktu kami ke sini saja hanya ada kami berenam dan bapak yang mengantar kami.

Berasa seperti pulau pribadi. Seandainya punya banyak waktu, bisa saja kemping dan barbeque-an di sini dulu. Oh iya, ketika sampai kita sampan tetap akan menunggu kita sampai selesai bermain. Jadi tak perlu khawatir memikirkan jalan pulang. 

Hutan di tengah pulau ini masih rimbun. Di sepanjang jalannya banyak batu karang bertebaran, bahkan sudah menjadi bukit kecil. Sebagian dari kami berburu karang lucu untuk di bawa pulang. Ini gratis! Lumayan buat dijadikan buah tangan. 

Lanskap pulau ini sangat bagus untuk latar foto. Setelah puas berkodak dan mandi-mandi, kami pun berniat mengelilingi pulau sebelum akhirnya pulang. Tepat di belakang pulau, ternyata ada rumah kecil yang kosong dan tetap tidak berpenghuni.

Ini pulau pertama yang bisa aku kelilingi. Secara keseluruhan Pulau Kasiak ini nendang banget buat para pecinta pantai. Pulau ini memiliki pasir putih dan gradasi air bewarna putih, biru, hijau, dan pastinya harga menuju pulau ini terjangkau!

Sekadar saran, kalau mau ke pulau ini Anda harus membawa bekal dan membuat mini piknik. Jadi acara liburan Anda akan lebih seru karena di pulau ini tak ada penjual sama sekali.

Kami saja harus segera balik ke Pantai Gondoriah karena perut sudah sangat lapar. Potensi keindahan alam di Pulau Kasiak ini bagus banget. Destinasi ini pun sangat direkomendasikan untuk traveler yang mencari ketenangan di tengah hingar-bingar kota.



BERITA TERKAIT
BACA JUGA