Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 03 Mei 2017 11:49 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Penat? Tempat Ini Cocok Buat Kamu

Pradikta Kusuma
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Langit yang cerah, laut biru dan pasir putih adalah kombinasi yang pas untuk rehat sejenak
Langit yang cerah, laut biru dan pasir putih adalah kombinasi yang pas untuk rehat sejenak
detikTravel Community - Pantai adalah salah satu tempat yang cocok untuk melarikan diri sejenak. Tersembunyi di Nusa Penida Bali, pantai ini pas untuk kabur dari rutinitas, Suwehan.

Seperti dejavu ketika melangkah menuruni bukit nan terjal ini, ya seperti aku sedang menuruni lereng lereng ketika mau turun gunung kalaupun boleh lebih di dramatisir turunannya seperti menuju Segara Anak Gunung Rinjani.

Ini serius, sebenarnya aku sedang berada dimana? Ahhh tiba tiba suara ombak memecah lamunanku diantara peluh yang terus mengucur membasahi dahi. Aku tidak berada di gunung saat ini melainkan dalam usaha untuk menggapai Pantai Suwehan.

Terletak tersembunyi di bawah tebing tegak lurus di sebelah timur Nusa Penida, untuk menuju Pantai Suwehan membutuhkan sedikit usaha yang lebih. Ya karena memang untuk menggapai surga itu memang tak mudah, Pantai Suwehan memberikan salah satu contoh kecilnya.

Pepohonan besar yang tumbuh disepanjang jalur menjadi kanopi teduh untuk menghalangi sinar matahari yang masuk. Cukup asri dan teduh namun suhu panas khas pesisir ditambah jalur menurun yang lumayan cukup ekstrim tetap tak mampu mengahalangi cucuran peluh untuk keluar dari pori pori kulit.

Apalagi kami yang seakan tak siap untuk mengahadapi jalur menurun tajam seperti ini. Namanya juga pantai siapa sangka akan terlebih dahulu melalui jalur nan ekstrim seperti ini.

Beberapa tentengan tas plastik berisi berbagai jajanan dan bungkusan makan siang yang kami beli di Toyapakeh tadi semakin memperberat langkah turun kami. Di beberapa titik kami harus saling membantu melempar barang bawaan ke bawah sekedar untuk lebih mudah melangkah turun dan tangan lebih leluasa untuk mencari pegangan yang dirasa aman.

Aku membawa satu tenteng penuh plastik jajanan, Mbak Okta membawa satu tenteng plastik juga, Lintang pun begitu, namun tidak dengan Fajar dia nampaknya lebih muram dan terkesan syok melihat jalur yang seperti ini, dia hanya terdiam sepanjang perjalanan.

Aku biarkan saja dia untuk berjalan dibelakang sembari memotret apapun yang ada dengan kamera yang selalu berada di genggamannya untuk menghilangkan pikiran tentang jalur yang luar biasa di depannya.

Setelah hampir 30 menit berjalan hamparan laut pun sudah ada di depan mata. Namun masih ada beberapa meter lagi turunan kebawah dan turunan terakhir ini seakan memberikan ujian yang paling nyata sebelum kaki kami menyentuh pasir pasir putih Pantai Suwehan. Aku yang berjalan paling depan sedikit kebingungan dan mencari cara bagaimana cara paling aman untuk turun.

"Sini aku bawain dulu tas plastiknya, nanti aku lemparin jika kamu sudah dibawah," kata mbak okta.

"Oke mbak, perhatikan ya, nanti ikuti caraku untuk turun," sahutku

Dengan sedikit merosot aku pun turun dan melalui jalur yang hampir tegak lurus ini. setelah berhasil sampai dibawah, mbak octa pun melempar semua barang bawaannya. Aku pun menjadi navigator untuk langkah langkah dari kawan kawan yang masih ada di atas sana.

SSesampainya kaki kaki menyentuh pasir kami pun berlarian seperti burung yang telah lepas dari sangkarnya dan menemukan rumahnya sendiri yang paling indah. Pasir pasir disini begitu halus dan putih bersih, tanpa sampah sedikitpun.

Dinding terjal sebelah kiri bak benteng raksasa yang melindungi Pantai Suwehan ini dari kehidupan luar. Tepat di bibir pantai ada sebuah batu meruncing berbentuk layar yang seakan menjadi ikon dari pantai indah ini.

Aku pun terduduk di salah satu sudut yang terlindung dari matahari. Meletakkan saemua barang bawaan dan melepas semua lelah, menikmati semua keidahan yang ada di depan mata. Hanya kami yang ada disini, tak ada kelompok lain.

Bak surga tersembunyi dan milik pribadi hanya deburan ombak yang memecah kesunyian. Terpaan angin lembut pun menerpa wajah seakan memberikan sambutan bagi kami yang terlalu lama akrab dengan kebisingan kota kota di pulau jawa.

Tak perlu menunggu waktu terlalu lama, satu persatu dari kami pun riuh kesana kemari untuk mengambil beberapa pose foto berlatar birunya laut dan tebing yang berdiri dengan megahnya.

Si Fajar kini tersenyum lebar, wajah muramnya telah sirna, dia berlari lari kecil mencari beberapa spot foto yang dianggapnya menarik. Pantai Suwehan memberikan kado terindah untuk kami yang telah berhasil turun untuk menggapainya.

Kami nikmati semua sajian alam yang ada di Pantai Suwehan ini. Sepuasnya, karena perjalanan berat akan menanti sekembalinya kami beranjak pulang.

Karena jalur masih tetap melewati jalur turun yang tadi. Entahlah bagaimana cerita nanti, yang terpenting saat ini kami bahagia menikmati surga tersembunyi bernama Pantai Suwehan.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
Load Komentar ...
NEWS FEED

Foto: Shinkansen Made In China

Sabtu, 23 Sep 2017 23:15 WIB

China punya kereta 'Shinkansen' baru bernama Fuxing. Kereta cepat ini mampu melaju dengan kecepatan 400 Km/jam. Traveler mesti coba kalau liburan ke China.