Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 20 Agu 2017 16:35 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Siapa yang Sudah Pernah ke Danau Tiga Warna?

Neny Setiyowati
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Danau Tiwu Ata Polo dan Tiwu Nua Muri terletak berdampingan hanya terpisah dengan dinding yang semakin lama semakin menipis
Danau Tiwu Ata Polo dan Tiwu Nua Muri terletak berdampingan hanya terpisah dengan dinding yang semakin lama semakin menipis
detikTravel Community - Danau Kelimutu di Ende menjadi keajaiban alam Indonesia. Danau ini begitu unik dengan tiga warga berbeda.

Sudah bukan rahasia lagi bila Flores memiliki alam yang indah dan unik. Para wisatawan dari berbagai belahan dunia sengaja datang untuk menyaksikan langsung keindahan dan keunikan alamnya. Salah satu di antaranya adalah Danau Kelimutu yang konon kabarnya telah berubah warna hingga 44 kali.

Danau Kelimutu atau dikenal sebagai danau 3 warna ini terletak di puncak Gunung Kelimutu. Tepatnya di Desa Moni, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende. Disebut sebagai danau 3 warna karena terdiri dari 3 danau dengan warna yang berbeda pula.

Ketiga danau yang berada di ketinggian 1.639 mdpl ini merupakan hasil dari proses vulkanis Gunung Kelimutu yang masih aktif hingga kini. Berdasarkan catatan, gunung berapi ini meletus dahsyat pada tahun 1830 kemudian meletus kembali pada tahun 1869-1870. Dan letusan terakhir terjadi pada tahun 1968. Gunung ini termasuk dalam kategori stratovolcano yang tidak banyak mengeluarkan material vulkanis.

Oleh penduduk setempat ketiga danau tersebut diberi nama yang berbeda-beda berdasarkan karakteristiknya dengan makna masing-masing. Mereka percaya bahwa masing-masing danau memiliki kekuatan alam yang sangat dahsyat.

Adalah Tiwu Nua Muri Koo Fai terletak di bagian kiri, danau ini juga terluas dan terdalam di antara ketiga danau tersebut. Memiliki luas 5,5 hektar dengan kedalaman 127 m. Pada pagi itu berwarna putih telur asin.

Tercatat dari tahun 1915-2011, danau ini telah 25 kali mengalami perubahan warna. Penduduk setempat percaya bahwa danau ini merupakan tempat berkumpulnya jiwa muda-mudi yang telah meninggal.

Sedangkan di bagian kanan adalah Tiwu Ata Polo dengan luas 4 hektar dengan kedalaman 64 m. Pada pagi itu berwarna hijau toska terlihat paling cantik di antara yang lainnya. Danau ini tercatat telah mengalami perubahan warna sebanyak 44 kali. Danau ini juga dipercaya sebagai tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal yang selama hidupnya selalu melakukan kejahatan.

Danau yang ketiga yang letaknya terpisah diantara yang lainnya di beri nama Tiwu Ata Mbupu. Memiliki luas 4,5 hektar dengan kedalaman 67 m. Pada pagi itu berwarna hijau lumut. Tercatat danau ini telah berganti warna sebanyak 16 kali. Danau ini dipercaya sebagai tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal.

Perubahan warna air danau diduga akibat dari aktivitas gunung berapi. Pembiasan cahaya matahari hingga ganggang serta proses geokimia di dasar danau yang menghasilkan kandungan zat kimia tertentu di dalam air.

Kedua danau gandeng Tiwu Nua Muri dan Tiwu Ata Polo sangat rawan kondisinya. Dengan dinding pemisah yang semakin lama semakin menipis berupa batu sempit yang mudah longsor. Dengan sudut kemiringan 70 derajat pada ketinggian 50-150 m, sangat terjal. Bila terjadi gempa atau getaran hebat berskala besar kedua danau bisa menyatu.

Selain ketiga danau yang cantik, kawasan Gunung Kelimutu juga menyajikan pesona hutan wisata yang memikat. Dengan udara yang sejuk dan segar serta hijaunya dedaunan pepohonan nan rindang seperti pohon kemiri yang menjulang tinggi membuat pengunjung akan berlama-lama berada di lokasi.

Kawasan Kelimutu merupakan kawasan yang dilindungi, sudah ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi Alam Nasional sejak tahun 1992. Jalur trekking menuju puncak Kelimutu sudah dibangun nyaman dan bagus. Pendakian menuju puncak hanya memerlukan waktu sekitar 20 menit ditempuh dari area parkir kawasan.

Harga tiket masuknya sangat murah sekali untuk wisatawan lokal, di hari libur Rp 7.500 sedangkan untuk wisatawan asing cukup mahal Rp 225 ribu. Akses ke sini sangat mudah sekali bisa ditempuh dari berbagai arah.

Dari kota Ende memakan waktu sekitar 2jam, dari kota Maumere sekitar 3 jam sedangkan dari kota Bajawa sekitar 6jam. Semuanya bisa ditempuh dengan bus umum kemudian turun di Desa Moni.

Setelah sampai di Desa Moni bisa langsung menuju lokasi bisa memakai jasa ojek untuk sampai di area parkir kawasan Kelimutu. Atau boleh juga menginap satu malam di penginapan Desa Moni apabila ingin mendapatkan pemandangan sunrise yang menakjubkan. Tapi alangkah baiknya untuk cek kondisi cuaca terlebih dahulu. Karena apabila mendung dan berkabut, sunrisenya tidak terlihat. Selamat berkunjung!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED