Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 26 Mei 2018 15:58 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Benteng Kalamata, Saksi Bisu 6 Penguasa Ternate

Edelweiss Blogger
detikTravel Community
Foto 1 dari 5
Halaman depan benteng kalamata
Halaman depan benteng kalamata
detikTravel Community - Maluku pernah jaya dengan jalur rempah-rempahnya. Terus diperebutkan, sebuah benteng di Ternate menjadi saksi bisu pergantian kekuasaan di Maluku.

Benteng Kalamata memiliki nama lain yaitu Benteng Saint Lucia atau Benteng Kayu Merah. benteng kayu merah diambil dari nama kelurahan tempat benteng tersebut berada.

Sedangkan nama Kalamata diambil dari nama salah seorang pangeran ternate yang bernama Kaicil Kalamata.

Benteng kalamata memiliki bentuk khas arsitektur Portugis. Bangunan berbentuk segi empat yang tidak lurus (poligon). Memiliki 4 bastion runcing di ujungnya. Setiap bastion memiliki sejumlah lubang bidik.

Benteng ini dibangun tahun 1540 oleh Antoni Pigaveta dari portugis sebagai benteng pertahanan dalam rangka perluasan daerah kekuasaan protugis di Pulau ternate. Namun kemudian portugis meninggalkan pulau ternate tahun 1575.

Selanjutnya spanyol menduduki benteng kalamata dan menjadikannya pos perdagangan. Tahun 1609 Benteng Kalamata di restorasi oleh Gubernur VOC Pieter Both dari Belanda dan dijadikan benteng pertahanan.

Pada 1624, Gubernur belanda Le Febre mencoba memperbaiki pos benteng namun gagal dan kemudian ditelantarkan. Tahun 1627 benteng kalamata direbut kembali oleh spanyol hingga tahun 1663.

Tahun 1798 benteng kalamata dikuasai kembali oleh pasukan Kaici Nuku, Sultan Tidore ke 19, dibantu dengan pasukan Inggris. Tahun 1801 benteng kalamata di kuasai inggris dan dapat direbut kembali oleh belanda dan diduduki hingga tahun 1810.

Tahun 1843 Residen Van Helback mengosongkan benteng hingga akhirnya menjadi terlantar dan kumuh. Begitu banyak lika-liku perebutan kekuasan yang dialami benteng kalimata. Benteng ini diperebutkan oleh Portugis, Belanda, Spanyol, Inggris, Ternate dan Tidore. Benteng ini resmi dipugar oleh pemerintah RI tanggal 1 Juli 1994.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Benteng Kalamata, sore hari adalah waktu yang tepat. Bisa dicapai dengan naik angkot dari pusat kota ternate dengan membayar Rp 5.000, benteng kalamata terletak sejalur dengan Danau Ngade dan Kebun rempah-rempah yang juga menjadi destinasi wajib di Maluku utara.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED