Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 18 Mar 2019 10:20 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Mengunjungi Batavia Tapi di Belanda

mugi rahayu
d'travelers
Foto 2 dari 5
detikTravel Community - Siapa yang tidak mengenal negeri Belanda atau lebih dikenal dengan Negeri Kincir Angin. Di sana juga ada Batavia lho.

Jumlah penduduknya sebanyak 17.016.967 jiwa dan memiliki luas wilayah sebesar 41.543 km2. Dipimpin oleh seorang ratu, Etnis Belanda atau Dutch adalah etnis mayoritas dan bahasa resmi yang digunakannya adalah Bahasa Belanda (Dutch).

Ini merupakan perjalanan pertama saya ke Negara Belanda. Rasa senang, bahagia, cemas, takut, penasaran, rasanya bercampur aduk. Maklum saja, ini kali pertama dalam hidup saya menginjakkan kaki ke Benua Eropa yaitu Negara Belanda. Penerbangan ditempuh selama kurang lebih 14 jam.

Tidak terbayang bagaimana rasanya berada di pesawat selama 14 jam, sehingga tak ada pilihan selain tidur, makan, tidur lagi, makan lagi tapi jangan takut bosan karena di dalam pesawat juga disediakan pilihan acara film, musik atau games yang tersedia disetiap bangku pesawat. Perbedaan waktu antara Indonesia dan Belanda adalah 6 jam lebih cepat waktu Indonesia.

Akhirnya pesawat pun tiba di Bandara Schippol. Bandara ini sangat besar dan luas, tapi jangan bingung atau takut tersesat atau karena di bandara ini banyak sekali tanda atau papan informasi yang memudahkan untuk mencari informasi. Cuaca saat itu sangat cerah, langit biru, udara sejuk dan segar, angin berhembus sepoi-sepoi, membuat saya tak sabar untuk segera melihat dan menjelajah negeri ini.

Perjalanan pertama saya menuju ke North Holland yaitu Zaandam. Objek wisata yang paling terkenal di Zaandam adalah Zaanse Schans. Tempat wisatawan dapat merasakan suasana abad ke-18 dan 19. Zaanse Schans adalah bagian unik Belanda yang penuh dengan rumah kayu asli, kincir angin, gudang, pabrik keju dan susu, pabrik produk timah, serta produk kerajinan lainnya.

Salah satu yang terkenal adalah sepatu kayu khas Belanda. Di sini, setiap hari ada pertunjukan pembuatan sepatu kayu dengan menggunakan peralatan mesin manual dan bila ingin menikmati hidangan lezat yaitu pancake cobalah di restoran pancake. Saat melihat jenis-jenis keju di Zaanse Schans kita juga dapat menyicipi semua jenis keju secara gratis. Dan untuk yang senang berbelanja atau membeli oleh-oleh bisa dibeli berbagai suvenir khas Belanda. Zaanse Schans dapat diakses dengan bebas setiap hari

Selama abad ke-17, lebih dari 600 kincir angin dibangun di daerah sekitar Zaanse Schans yang menciptakan zona industri pertama. Kincir angin digunakan untuk menggiling rempah-rempah, memproduksi cat, memotong kayu dan membuat minyak. Sebagian besar kincir angin ini masih ada dan dapat dikunjungi. Anda dapat melihat cara kerja mesin bertenaga angin ini secara keseluruhan.

Zaanse Schans memiliki berbagai museum yang dapat dikunjungi. Misalnya, Museumwinkel, toko kelontong dari masa lalu yang memang telah ada sebelum supermarket besar mulai bermunculan. Di Bakkerijmuseum (Museum Toko Roti), Anda dapat menemukan kerajinan kuno dari pembakaran roti dan Honig Breethuis yang menghadirkan rumah keluarga pedagang pada abad ke-19.

Museum Zaanse Tijd memamerkan koleksi jam unik yang sebagian besar masih berfungsi. Zaan Museum memiliki koleksi khusus peralatan, pakaian dan lukisan dari daerah tersebut. Anda juga dapat mengunjungi Verkade Experience di sini dan menemukan pabrik cokelat abad ke-20. Mesin asli di tempat ini masih berfungsi untuk menghasilkan cokelat dan biskuit terbaik.

Perjalanan berikutnya menuju Lelystad, adalah ibu kota provinsi Flevoland, Belanda. Kota ini didirikan pada tahun 1967. Lelystad, dengan wilayah sebesar 764,70 km2, merupakan gemeente atau kota madya terbesar di Belanda. Objek wisata yang dapat dikunjungi di Lelystad yaitu Batavia.

Merupakan sebuah kapal milik Kongsi Dagang Hindia Timur atau Kompeni Belanda (VOC), yang dibuat di Amsterdam pada 1628. Dipersenjatai 24 pucuk meriam besi tuang dan beberapa pucuk meriam perunggu, kandas dalam pelayaran perdana dan terkenal karena peristiwa pembantaian para penumpangnya. Replika Batavia dikerjakan di Bataviawerf (Galangan Kapal Batavia) di Lelystad, Belanda.

Replika Batavia dikerjakan dengan menggunakan bahan-bahan baku tradisional, seperti ek, rami ganja dan menggunakan peralatan dan metode dari zaman kapal aslinya dikerjakan. Rancangannya dibuat dengan mempelajari puing-puing kapal asli di Fremantle (dan kapal Vasa di Stockholm), juga sumber-sumber bersejarah, misalnya deskripsi-deskripsi bangunan abad ke-17 (orang belum membuat denah bangunan di masa itu), dan cetakan-cetakan serta lukisan-lukisan karya para seniman (yang umumnya melukis sesuai kenyataan di masa itu), dari kapal-kapal serupa.

Pada 25 September 1999, Batavia yang baru dibawa ke Australia dengan menggunakan tongkang dan ditambatkan di Museum Maritim Nasional di Sydney. Pada 2000, Batavia dijadikan kapal bendera Tim Olimpiade Belanda semasa Olimpiade 2000. Selama berlabuh di Australia, kapal ini pernah ditunda ke laut lepas, kemudian dibiarkan berlayar sendiri. Pada 12 Juni 2001, kapal ini kembali ke Bataviawerf di Lelystad dan dijadikan pajangan bagi para pengunjung.

Selain dapat melihat replika kapal dapat juga melihat komplek pertokoan kedua terbesar di Belanda di Bataviastad setelah Fashion Outlet di Roermond. Di Bataviastad ini kita bisa belanja pakaian, sepatu, arloji, parfum, dan barang fashion lainnya yang bermerek dengan diskon cukup lumayan dibandingkan harga retail di toko biasa. Bila sekadar ingin melihat-lihat atau jalan-jalan saja dan berswafoto juga sangat menarik.

Selanjutnya perjalanan menuju Enkhuizen. Enkhuizen adalah salah satu wilayah perairan terbesar di Belanda pelabuhan kota VOC. Pada abad ke-17 Enkhuizen merupakan pelabuhan yang tersibuk dan terpenting di Belanda. Bangunan yang khas di Enkhizen sangat menarik, dan disekitar rumah penduduk juga banyak kapal-kapal yang bersandar di dermaga.

Selain itu juga terdapat Zuiderzeemuseum, arsitektur bangunan menarik yaitu Drommedaris berdiri sejak 1540. Terdapat pula jembatan di dekat bangunan tersebut yang sampai hari ini digunakan, jembatan tersebut bisa dibuka dan ditutup untuk pintu masuk kapal-kapal dari luar.

Suasana di Enkhuizen sangat tenang bila dibandingkan di kota-kota Belanda lainnya. Untuk restoran di Enkuizen lebih banyak menyajikan hidangan laut. Sungguh menyenangkan dapat mengunjungi negeri ini.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA