Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 10 Jun 2019 11:50 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Wisata All in One di Jakarta Fair, Pameran Terbesar di ASEAN

Dwi Ardian
d'travelers
Foto 1 dari 5
Salah satu tempat disediakan untuk berswafoto
Salah satu tempat disediakan untuk berswafoto
detikTravel Community -

Hari lebaran di Jakarta memang begitu sepi, jauh dari keluarga dan belum bisa mudik. Hal itu membuat kami harus memutar otak untuk memberi kebahagiaan kepada kedua putri kami yang masih usia 2 dan 4 tahun. Harapannya meski sehari atau dua hari tetapi bisa membuat mereka tertawa bahagia dan tentunya harganya terjangkau di saku.

Kami mengecek berbagai tempat rekreasi, ternyata yang dikelolah oleh pemerintah hampir semuanya libur di hari lebaran. Sebut saja Taman Margasatwa Ragunan, Monumen Nasional, Taman Mini Indonesia Indah, berbagai Museum, dan masih banyak lagi lainnya. Dengan dana yang tidak banyak kami ingin ke Sea World Ancol atau Dufan Ancol, sayangnya tiket diskon kami tidak peroleh. Lumayan mahal untuk kami berempat dan tinggi anak kami sudah di atas 80 cm.

Selanjutnya kami berselancar lagi di internet, kami pun tertuju ke Pasar Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair Kemayoran 2019. Awalnya kami pesimis juga karena selain tidak tahu trayek angkot ke sana dan juga takut di sana tidak ada tempat main untuk anak. Kami pun menemukan media sosial Instagram Jakarta Fair jakartafairidTernyata di sana banyak disediakan berbagai tujuan wisata. Trayek yang kami tidak tahu, takut tersesat, membuat saya membuka aplikasi angkutan online. Harganya membengkak hingga 78 ribu rupiah.

Naik Bus Tj ke PRJ

Setelah cari-cari informasi lagi, meski tidak banyak, ternyata Transjakarta (Tj) ada trayek khusus ke sana. Kami berangkat selesai salat zuhur dan menuju halte bus Tj terdekat dengan kontrakan kami. Kami berangkat dari halte Gelanggang Remaja Jakarta Timur sekitar pukul 13.00 WIB, kami sempat pesimis karena petugas Tj bilang kalau busnya sedikit yang ke sana, lama menunggunya. Kami menuju halte Kampung Melayu dan menunggu di sana.

Petugas Tj di Kampung Melayu memberi pilihan mau menunggu dengan waktu yang cukup lama atau mau transit di Halte Pasar Baru Timur menumpang bus Tj jurusan Ancol. Katanya sih di sana banyak Tj yang lewat. Kami naik Tj dengan masing-masing menggandeng si kecil, saya sama si kakak dan ummunya sama dengan si adek. Kami pun memilih transit saja dan menumpang di bus jurusan Ancol.

Kami berpesan kepada petugas di bus agar memberi aba-aba jika bus sudah mau sampai ke halte yang dimaksud yakni tempat transit. Di jalan kami menghibur si kecil dengan bercerita tentang motor, mobil, bangunan besar, dan kebanggaan besar bisa naik mirip Tayo ini.

Tiba di Halte Pasar Baru, luar biasa ramainya. Kami mulai berpikir bagaimana caranya membawa anak kecil dengan penumpang seramai itu. Saya mengarahkan pandangan ke ponsel dan membuka aplikasi angkutan online, ternyata masih luar biasa mahal, mencapai 43 ribu rupiah. Istri pun memberi saran kalau kita menunggu saja sampai semuanya berangkat karena PRJ buka masih sampai pukul 23.00.

Di monitor halte terlihat 9 menit bus Tj jurusan JIEXPO Kemayoran akan tiba. Benar saja 9 menit kemudian bus datang tepat waktu. Ternyata penumpang di atas pun begitu ramai. Cuma beberapa yang bisa diangkut dari halte ini. Di monitor kembali terlihat 13 menit lagi bus jurusan yang sama datang. Kedua putri kami sudah kelihatan gerah dan tidak sabar ingin berangkat.

Bus kedua datang dan lumayan tidak seramai bus sebelumnya. Sebagian besar penumpang sudah bisa diangkut. Di monitor kembali terlihat 9 menit lagi bus jurusan yang sama akan datang. kami mulai berpikir kenapa tidak menunggu di halte Kampung Melayu saja yah tadi. Kurang sabar membuat kami justru terjebak di sini.

Bus ketiga datang dan lumayan padat hanya bisa mengangkut sebagian penumpang, meski sudah agak dipaksa. Penumpang tersisa mulai gelisah karena takut kehabisan bus, termasuk kami. Di monitor juga tidak muncul lagi bus jurusan JIEXPO. Sekitar 5 menit kemudian bus datang tanpa pemberitahuan di monitor dan kami semua bisa diangkutnya.

Kami sudah benar-benar menikmati di atas kendaraan tanpa repot memperhatikan mau berhenti di mana karena bus akan berhenti di tujuan akhir. JIEXPO Kemayoran.

Tiket Masuk

Tiket masuk sangat mudah diperoleh di depan pintu masuk. Harganya mencapai 40 ribu rupiah per orang, gratis untuk lansia dan anak kecil tinggi di bawah 100 cm. Harga bisa hemat sampai 50% jika menggunakan aplikasi uang digital Dana. Harga itu juga hanya berlaku di hari libur nasional karena selain hari libur nasional harganya mulai dari 25 ribu rupiah belum termasuk diskon.

Antre beli tiket tidak ribet karena cukup satu orang saja bisa mewakili orang banyak. Ada sekitar 8 loket tiket di tempat. Petugas pun berada di mana-mana bersiap mengarahkan calon pembeli tiket.

Apa saja yang ada di PRJ

Menurut petugas di sana, lahan luasnya sekitar 125.000 meter persegi dengan lebih dari 2.500 stan yang disiapkan untuk pengunjung. Luar biasa ramai. Intinya harus siapkan mental untuk tahan godaan agar tidak pulang dalam keadaaan dompet kosong. Mulai dari pintu masuk saja sudah diuber berbagai tawaran menggiurkan diskon dan pelayan yang menggoda.

Tidak salah kayaknya kalau event tahunan ini diklaim sebagai pameran terbesar di Asia Tenggara. Pengunjung yang datang semakin malam semakin ramai. Yang membuat kami susah melepas anak dari pegangan dan gendongan.

Wisata kuliner

Wisata kuliner inilah yang paling banyak terlihat. Mulai dari makanan tradisonal hingga makanan dan minuman modern. Kerak telor mudah didapatkan. Soto Betawi di mana-mana, serta makanan khas Jakarta lainnya. Bukan hanya makanan khas Jakarta, banyak juga makanan khas dari Yogya dan Padang yang ditawarkan serta daerah lainnya.

Diskon besar-besaran untuk berbagai panganan bisa diperoleh di berbagai stan yang tersedia.

Wahana bermain

Kami juga mendapatkan begitu banyak wahana bermain anak. Dan ini yang menjadi tujuan utama kami ke sini. Lokasinya dekat Hall C dan D. Ada bianglala kecil, perahu kora-kora, perahu dayung, dan masih banyak yang lain, yakni arena lampu dan wahana Salju. Katanya ini adalah yang baru ada di Jakarta Fair tahun ini. Arena lampu menjadi wahana favorit untuk berfoto di malam hari. Lampu-lampu ini mengelilingi kolam yang dipakai untuk wahana naik perahu bebek.

Pameran multiproduk

Pameran multiproduk dari berbagai sektor industri seperti otomotif, teknologi, elektronik, olahraga, fashion and garment, peralatan rumah tangga, furniture, kuliner, industri kreatif, kerajinan tangan, herbal and medicine, perbankan, produk jasa, kosmetik, dan masih banyak lagi. Pameran ini ada yang didukung langsung Kementerian dan atau instansi terkait serta dari berbagai pemerintah daerhaa ikut mempromosikan produknya.

Di dekat wahana ini terdapat wahana slju yang juga begitu diminati meski tiket buat masuk lumayan mahal, mencapai 100 ribu rupiah.

Mobil wara-wiri

Mobil wara-wiri bisa menjadi alternatif untuk berkeliling area PRJ untuk sekedar melihat-lihat keseruan suasana pasar dari atas mobil. Apalagi, kalau sudah capek berjalan kaki keliling. Tiketnya 10 ribu rupiah.

Terdapat musala

Ada dua musalla yang memuat cukup banyak pengunjung. Masih banyak lagi yang lainnya. Ini adalah pasar terlengkap yang saya lihat. Kebutuhan berbelanja berbagai produk ternama dan termutakhir juga ada. Pakaian, berbagai produk ada ditemukan di satu tempat. Iya, di tempat ini.

Stan SP2020

Salah satu stan yang saya kunjungi adalah Stan Badan Pusat Statistik (BPS) yang sedang giat-giatnya mensosialisasikan Sensus Penduduk tahun 2020 (SP2020). Tampilan dominan warna biru sebagai warna utama SP2020 cukup menarik perhatian para pengunjung untuk mengulik banyak tentang BPS, utmanya tentang SP2020.

Stan ini terletak di Hall B3 no. 45B. Tidak hanya menyediakan informasi yang sangat penting tentang data statistik dan SP2020, di sini juga diadakan kuis yang hadiahnya menarik untuk setiap pengunjung.

Kami pulang setelah mereka tampak kecapekan tetapi sangat senang. Kami dimudahkan dengan langsung dapat bus arah PGC dan berhenti di halte Kebon Nanas Selatan yang dilalui oleh bus, dekat tempat tinggal kami. Sepanjang jalan kedua putri kami tertidur pulas di pangkuan kami. Kami mendapat tempat duduk prioritas karena membawa anak kecil.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA