Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Selasa, 25 Jun 2019 15:32 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Umrah Cuma 10 Riyal, Mau?

anni rohimah
d'travelers
Foto 1 dari 5
Suasana di sekitar pintu 15 Masjid Nabawi.
Suasana di sekitar pintu 15 Masjid Nabawi.
detikTravel Community - Ibadah umrah jadi impian muslim traveler dan mereka rela menabung uang. Tapi siapa sangka traveler bisa 'umrah' cuma bermodal 10 Riyal.

Selama 9 hari di Madinah, ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh jamaah haji Indonesia. Jamaah haji berkesempatan melaksanakan salat 40 waktu di Masjid Nabawi (Salat Arbain). Di sela sela waktu luang, jamaah bisa melaksanakan ibadah lain seperti belajar membaca Alquran di Masjid Nabawi, berdoa di Raudhah, dan juga city tour.

Di Madinah, jamaah haji mendapatkan satu kali paket city tour atau ziarah gratis ke Jabal Uhud, kebun kurma dan Masjid Quba. Nah,spot di Madinah yang paling menarik bagi jamaah haji adalah Masjid Quba. Ya, karena salat dua rakaat di Masjid Quba pahalanya setara dengan Umrah. Wow, menarik bukan?

Hal itu juga yang mendorong jamaah haji lebih sering berkunjung ke Masjid Quba dan salat di sana. Tentunya agar bisa mendapat pahala setara umroh. Caranya? Jamaah bisa pergi secara berkelompok atau hanya berdua saja dengan pasangan. Ada beberapa pilihan transportasi umum yang bisa dicoba, antara lain bus umum, dan taksi. Tarifnya mulai 3 Riyal, tertarik?

Alternatif pertama menuju Masjid Quba adalah menggunakan bus umum. Lokasi terminalnya di dekat pintu 6 Masjid Nabawi, tak jauh dari pasar kurma. Lokasinya berdekatan dengan hotel jamaah haji Indonesia. Tarifnya cukup murah, yakni 3 Riyal sekali jalan atau 6 untuk Riyal perjalanan pulang pergi. Murah meriah bukan?

Saya dan 6 orang teman saya mencoba pilihan yang kedua, yakni taksi. Di pagi hari sekitar pukul 07.00, kami baru keluar dari Masjid Nabawi setelah salat Subuh. Tidak pulang ke hotel, kami segera mencari taksi di dekat pintu 15 Masjid Nabawi. Tepatnya di samping Anwar Al Madinah Mall.

Sebenarnya ada beberapa sopir taksi yang menawarkan jasanya pada kami, baik sedan maupun MPV. Karena kami berangkat ber-7, kami memilih taksi dengan armada MPV. Alhamdulillah ada salah satu teman yang bisa berbicara bahasa Arab, jadi sebelum naik taksi ia bisa menawar tarifnya. Setelah bernegosiasi, akhirnya tariff taksi dipatok seharga 10 Riyal per orang untuk perjalanan pulang pergi Masjid Nabawi-Masjid Quba. Perjalanan menuju dari Masjid Nabawi ke Masjid Quba memakan waktu sekitar 20 menit.

Beruntung kami mendapat armada dengan sopir taksi yang baik. Sepanjang perjalanan, kami berbincang-bincang dengan sopir taksi bernama Ahmad yang berasal dari Hadramaut, Yaman. Sambil menyetir ia menceritakan tempat tempat bersejarah yang kami lewati, seperti masjid dan taman Salman Al Farisi maupun Makam Baqi. Ia juga menceritakan pengalamanya menjadi sopir taksi di Madinah, bahkan ia memperlihatkan foto-foto keluarganya yang berada di Yaman.

Kami berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dan sedikit bahasa Arab. Tak lupa kami menyimpan nomor telepon Ahmad agar bisa menghubunginya jika kami memerlukan taksi. Setelah kurang lebih 20 menit perjalanan, kami sampai di Masjid Quba. Taksi kami parkir di area sebelah samping masjid, berbeda dengan parkir bus yang berada di luar area masjid. Segera kami semua salat di Masjid Quba, termasuk Ahmad sang sopir taksi. Ia juga mengingatkan kami agar jangan terlalu lama di dalam masjid.

Oh iya, di area parkiran Masjid Quba ini terdapat kios yang menjual oleh-oleh khas Arab Saudi, harganya sama dengan yang dijual di sekitar Masjid Nabawi. Jika uang Riyal kita terbatas, bisa juga berbelanja dengan Rupiah.

Setelah merasakan pengalaman salat di Masjid Nabawi dan Masjid Quba, saya ingin merasakan salat di masjid masjid cantik dan bersejarah di Dubai, seperti masjid Masjid Al Farooq, Masjid Al Salam dan Grand Mosque Dubai. Selain itu, saya ingin mencoba untuk menjelajahi Dubai dengan transportasi umum, baik taksi maupun bus umum.

Tak lupa, saya akan mencoba berbelanja di Dubai dengan menggunakan mata uang selain Dirham, misalkan Rupiah atau US Dollar. Terakhir, saya akan mereview gerai suvenir atau oleh-oleh di Dubai yang murah dan bisa menerima mata uang Rupiah.
BERITA TERKAIT
BACA JUGA
NEWS FEED

Foto: Pemandian Terpencil Cleopatra

Senin, 15 Jul 2019 22:20 WIB

Mesir tak cuma piramida dan gurun. Terpencil di Gurun Sahara, ada sebuah kota dengan pemandian Cleopatra. Meski di antara gurun, pemandian ini malah eksotis.