Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 06 Jul 2019 18:35 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Air Terjun Coban Rondo dan Legenda Cinta Segitiga

Leo Suwandi
d'travelers
Foto 1 dari 5
Air Terjun Coban Rondo
Air Terjun Coban Rondo
detikTravel Community - Berwisata ke Malang, cobalah berkunjung ke Air Terjun Coban Rondo. Ada sebuah legenda mengenai cinta segitiga di sini.

Tempat wisata di Kota Malang belakangan ini sedang naik daun dengan berbagai macam obyek wisata pilihan yang dapat dinikmati. Dimulai dengan yang kekinian seperti Jatim Park atau Batu Secret Zoo sampai yang lawas namun tetap banyak di gandrungi para wisatawan seperti agrowisata petik apel, Taman Bunga Selecta hingga pendakian di Gunung Bromo.

Nah, salah satu obyek yang belum banyak diketahui banyak orang, namun bisa jadi alternatif bagi wisatawan adalah Air Terjun Coban Rondo.

Nama 'Coban Rondo' dalam bahasa Jawa berarti 'air terjun janda', tetapi apa arti nama yang tersemat pada air terjun ini? Ada satu kisah sedih di balik penamaan air terjun ini. Legenda lokal menyebutkan seorang putri bernama Dewi Anjarwati yang dipinang oleh seorang pangeran bernama Baron Kusuma. Setelah 35 hari menikah, Baron Kusuma hendak membawa Dewi Anjarwati menuju tempat tinggalnya di Gunung Anjasmoro.

Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan seorang pemuda bernama Joko Lelono yang ternyata terpikat dengan kecantikan Dewi Anjarwati dan hendak merebutnya. Baron Kusuma yang tak terima kemudian mengungsikan Dewi Anjarwati ke sebuah air terjun tersembunyi. Setelah mengungsikan Dewi Anjarwati, Baron Kusuma kemudian adu gelut dengan Joko Lelono.

Pertarungan antara Baron Kusuma dan Joko Lelono berlangsung sengit hingga akhirnya keduanya sama-sama tewas. Mendengar kabar itu, Dewi Anjarwati patah hati. Kesedihan yang mendalam membuatnya tidak keluar lagi dari air terjun itu.

Berdasarkan status Dewi Anjarwati yang kemudian menjadi janda (rondo) dan aura kesedihan Dewi Anjarwati yang ditinggal sang suami, memunculkan mitos bahwa jika sepasang kekasih pergi mengunjungi Coban Rondo maka hubungannya tak akan langgeng setelah itu.

Terlepas dari cerita cinta segitiga tragis dan mitos menakutkannya (saya datang ke sana bersama orang tua saya. Toh, mereka masih baik-baik saja hubungannya) Coban Rondo adalah tempat yang pas untuk menikmati hawa sejuk nan segar khas Kota Malang. Mendengarkan deburan suara air terjun sembari menikmati jagung bakar yang bisa dibeli di parkiran obyek wisata.

Eh! Tapi tetap harus waspada ya, karena di Coban Rondo ini juga merupakan habitat bagi beberapa kera-kera liar seperti Monkey Forest di Ubud, Bali. Kera-kera ini turut menikmati suasana sejuknya air terjun, entah sendiri atau bergerombol. Jadi, tetap perhatikan barang bawaan ketika mengunjungi Coban Rondo.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA