Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Kamis, 30 Jan 2020 10:28 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Kenalkan, Ini Coban Sriti Si Cantik dari Jawa Timur

Pradikta Kusuma
d'travelers
Foto 5 dari 5
Aliran airnya yang terbelah dua menjadikan Coban Sriti semakin unik
Aliran airnya yang terbelah dua menjadikan Coban Sriti semakin unik
detikTravel Community -

Air terjun satu ini bisa jadi saingan Tumpak Sewu, namanya Coban Sriti. Terletak di Kabupaten Lumajang, air terjun ini jadi destinasi yang tersembunyi.

Sesuatu yang indah tak akan bisa digapai dengan mudah adalah sebuah pepatah yang pas untuk menggambarkan bagaimana menikmati keindahan Coban Sriti yang berada di Kabupaten Lumajang, Kecamatan Pronojiwo.

Selain Air Terjun Tumpak Sewu yang sudah dikenal karena kecantikannya, ada juga beberapa air terjun lain yang tak kalah indahnya. Satu diantaranya adalah Coban Sriti yang turut mengukuhkan eksotika alam Kabupaten Lumajang.

Dahulu perlu perjuangan yang susah payah dan bertaruh nyawa melewati derasnya aliran Sungai Glidik hingga 8 kali. Nah, karena alasan inilah masyarakat setempat Coban Sriti juga biasa disebut Coban Wolu (delapan) karena harus menyebrangi sungai sebanyak 8 kali.

Jalur ini bisa sangat berbahaya, terutama di musim hujan. Belum lagi kemungkinan terjangan lahar dingin dari Semeru. Namun sekarang tak perlu bertaruh nyawa seperti itu karena penduduk sekitar telah membuka akses menuju Coban Sriti yang lebih aman namun masih tetap menguras fisik, karena jalur sangat curam dan bersandingan dengan jurang yang sangat dalam.

Untuk menuju Coban Sriti dapat ditempuh dari Kota Malang atau Kota Lumajang. Berjarak sekitar 65 km atau berkendaraan kurang lebih 2 jam menempuh jalur berkelak kelok disebelah selatan lereng Gunung Semeru. Jalanan terasa cukup baik dan mulus namun perlu berhati hati karena jalur ini adalah jalur utama dari truk penambangan pasir, sepanjang hari jalanan nampak penuh oleh truk truk pembawa pasir terbaik hasil dari aliran sungai Gunung Semeru.

Pintu masuk menuju Coban Sriti dapat ditemukan tepat setelah jembatan Pronojiwo jika kita dari arah malang, kemudian beloklah ke kanan ikuti saja jalur hingga menemukan plang selamat datang di Coban Sriti. Cukup dengan membayar 7500 rupiah per orang kita sudah bisa untuk menikmati keindahan Coban Sriti.

Jalur membelah perkebunan kopi warga kemudian langsung turun curam kebawah mengikuti kontur tebing. Persiapkan fisik karena perjalanan turun dan pulang akan terasa melelahkan serta mental karena bagi kalian yang takut akan ketinggian mungkin akan terasa ngeri, karena dibeberapa titik jalur akan langsung berdampingan dengan jurang yang sangat dalam.

Dengan durasi 20-30 menit berjalan santai jalur akan menemui ujungnya dan menemui bibiran Sungai Glidik yang berarus sangat deras. Begitu sampai di dekat aliran Sungai Glidik, airnya terlihat coklat. Wajar saja, mengingat kawasan sekitar sini kerap dimanfaatkan untuk menambang pasir.

Di ujung jalur Coban Sriti belum menampakkan wujudnya namun suara deru airnya sudah terdengar kencang. Menelusuri pinggiran sungai yang berbatu sekitar 100 meter penampakan Coban Sriti yang begitu megah sudah terlihat jelas didepan mata.

Coban ini memiliki ketinggian sekitar 120 meter, dengan ketinggian tebing mencapai 150 meter, membuatnya jadi salah satu air terjun tertinggi di Indonesia. Lantaran aliran airnya terbagi menjadi dua, coban satu ini jadi terlihat makin ikonik.

Karena derasnya aliran air terjun tak perlu kalian untuk mendekatinya karena sangat berbahaya cukup untuk dinikmati dari jauh saja. Tubuh kalian juga dapat dipastikan basah kuyup karena cipratan airnya nampak seperti seperti hujan abadi yang tak kunjung usai. Bagi kalian yang suka untuk memotret harap berhati hati karena percikan air ini sanggup membuat kamera kalian basah kuyup juga.

Waktu yang paling pas untuk berkunjung adalah dari pagi hari hingga sore menjelang dan jika keadaan sedang hujan harap lebih berhati hati mendekati aliran sungai, karena aliran sungai ini adalah jalur utama lahar dingin semeru mengalir. Dan jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan sekitar dan jangan sekali kali melakukan vandalisme.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA