Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 06 Mar 2020 11:15 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Murah tapi Berkesan, Ini Pengalaman Berkunjung ke Kuil Thailand

riswihani
d'travelers
Foto 1 dari 5
Kuil Putih (White Temple) yang merupakan icon Chiang Rai
Kuil Putih (White Temple) yang merupakan icon Chiang Rai
detikTravel Community -

Apakah kalian termasuk salah satu orang yang penasaran ingin melihat Kuil Putih dan Kuil Biru di Chiang Rai? Kuil Putih yang bernama Wat Rong Khun (lebih dikenal oleh wisatawan asing dengan nama White Temple) dan Wat Rong Suae Ten (yang biasa dikenal dengan nama Blue Temple).

Tiga tahun yang lalu saat saya mendapat harga promo tiket Jakarta - Bangkok PP dengan harga Rp 1,2jt saya terpikir untuk short trip ke Chiang Rai-Thailand untuk menjawab rasa penasaran saya melihat dan menyentuh langsung kedua Kuil itu. Dan tentunya saya bisa menghemat budget jika rutenya dilakukan pada saat pergi ke Bangkok dengan tiket promo.

Jam 06.20 pagi saya terbang ke Chiang Rai dari Dong Daemun Airport Bangkok. Dengan menaiki LCC airlines setempat saya bisa mendapatkan harga Rp 500rb an saja untuk tiket PP Bangkok - Chiang Rai. Saya ambil tiket flight PP dalam hari yang sama (pergi dari Bangkok pagi hari pesawat jam pertama dan dari Chiang Rai saya memilih jadwal pesawat jam 20.25 waktu setempat). Kebetulan saat saya pergi kesana bertepatan dengan hari perayaan Idul Adha.

Dari Mae Fah Luang Airport Chiang Rai, rute pertama yang akan kami kunjungi adalah Wat Rong Khun (White Temple) merupakan yang berlokasi di Highway 1 (Phahonyothin road) 15 kilometer Barat Daya dari pusat kota Chiang Rai ini dibuka untuk umum pada 1997. Saya naik taksi argo menuju ke Down Town Chiang Rai Bus Terminal 1 untuk kemudian naik bus menuju ke White Temple.

Alternatif transportasi ini merupakan pilihan transport yang paling hemat budget. Jalanan di Chiang Rai masih tergolong sepi dari lalu lintas, 25 menit kemudian saya tiba di Down Town Chiang Rai Bus Terminal 1, argo taksi menunjukkan tarif 160 bath (Rp 72 ribu).

Saya membeli tiket seharga 30 bath di petugas yang berdiri di depan bus, kondisi bus mirip dengan Kopaja di Jakarta. Jadwal bus berangkat setiap 30 menit sekali. Kita bisa memilih bus dengan nomor 1244 dan 1241 di Bus Terminal 1. Biasanya di depan Bus memiliki tanda "Kuil Putih" kecil.

Wat Rong Khun tergolong kuil yang unik dimana bangunan ini menonjolkan unsur warna putih dan bangunan yang penuh dengan arsitektur ukir-ukiran serta  penggunaan material potongan kaca di plester sehingga tampak berkilau jika terkena pancaran sinar matahari. Warna putih menandakan kemurnian Buddha, sementara kaca melambangkan kebijaksanaan Buddha dan Dhamma, yang mengacu kepada ajaran Buddha.

White Temple berada di tengah halaman luas yang sekelilingnya dibatasi oleh pagar besi berukir yang juga berwarna putih. Bagian sisi dalam halaman terdapat kolam yang berbentuk seperti sungai membelah padang hijau rumput yang tertanam dengan rapi di halaman. Untuk masuk ke dalam pagar kita sebagai turis asing harus melewati entry gate dengan membeli tiket seharga 50 bath, sedangkan untuk warga Thailand dapat masuk ke dalam kuil dengan tiket gratis.

Bagian depannya sebelum naik ke anak-anak tangga menuju sky bridge kita bisa menemukan kolam kering yang di isi dengan banyak karya benda berbentuk tengkorak dan tulang-tulang tangan yang manusia yang juga di cat dengan warna putih.

Hal lain yang unik di sini adalah toiletnya yang juga berbentuk temple dengan doniasi warna gold lengkap dengan ukir-ukirannya. Yang membedakan hanya warna nya yang di cat dengan warna gold menyala. Sampai dengan saat saya datang 2 tahun yang lalu, bangunan temple ini masih dalam tahap pengembangan lagi dan beberapa bagian sedang direnovasi.

Setelah berkeliling dan mengeksplorasi White Temple (Kuil Putih) selama 2 jam lebih dan menyempatkan untuk mencicipi kuliner di food court setempat sambil istirahat sesaat, saya melanjutkan ke destinasi kedua yaitu Kuil Biru Chiang Rai atau Wat Rong Seua Ten (Blue Temple), terletak di Rong Suea Ten di distrik Rimkok beberapa kilometer di luar Chiang Rai. 'Suea Ten' secara harfiah berarti macan menari.

Dari lokasi White Temple saya naik taksi ke Blue Temple dengan bernegosiasi tarif secara langsung kesepakatan harga dengan supir sebelum berangkat. Tarif yang disepakati 200 bath. Karena saya hanya sehari di Chiang Rai dan sharing berdua dengan teman maka saya pikir akan jauh lebih efisiensi waktu jika naik taxy tanpa harus menunggu transportasi umum yang tentunya akan membuang waktu lebih banyak.

Sampai di Blue Temple ternyata beberapa bagian dari bangunan ini juga sedang dalam tahap renovasi. Bangunan ini tampak lebih kecil dibandingkan dengan White Temple dan halaman nya tidak semegah White Temple. Sekitarnya juga agak berdebu, tidak ada hamparan rumput hijau disini, suasana nya terasa lebih panas. Tetapi Blue Temple memiliki keunikan arsitektur bangunan yang tak kalah menarik dengan White Temple.

Untuk masuk ke area Blue Temple kalian dapat masuk dengan bebas tanpa harus membayar tiket masuk. Wisatawan di tempat ini ternyata tak kalah ramai dengan White Temple, walau saat saya tiba di Blue Temple kondisi cuaca sangat panas kebetulan bertepatan dengan jam 12 siang lebih dimana matahari sedang terasa sangat menyengat.

Berbeda dengan White Temple yang secara keseluruhan bangunan kuil hanya di cat dengan warna putih, disini kita bisa lihat kombinasi warna biru dan gold untuk bagian-bagian detail tertentu bangunan. Tetai tetap warna kuil di dominasi sekitar 70 persen dengan warna biru yang kontras sekali dipadukan dengan warna gold.

Senang bisa menjawab rasa penasaran untuk datang melihat kuil putih dan biru yang unik secara langsung. Karena sudah sampai di Chiang Rai dan masih ada cukup waktu sisa datang ke tempat lainnya yang terkenal disini, maka saya menyempatkan untuk sekaligus datang berkunjung ke Singha Park dan beribadah di Nurul Pakistan Mosque.

Boleh dibilang ini bonus yang di dapat dalam trip singkat oneday di Chiang Rai. Untuk pergi ke Singha Park saya bernegosiasi taksi dengan tarif 360 bath untuk 2x perjalanan ditambah waktu tunggu 1,5 jam (pertama Blue Temple ke Singha Park lalu menunggu 1,5 jam disana dan kemudian mengantarkan kami ke Chiang Rai Bus Terminal 1). Karena letak Singha Park yang cukup jauh dan belum ada transportasi umum kesana jadi lebih aman jika kita pergi dengan rental mobil atau sistem sewa taksi seperti yang saya lakukan ini.

Penjelasan singkat tentang Singha Park yaitu taman dengan area yang sangat luas, terletak kira-kira 12 km di barat daya pusat kota Chiang Rai. Pintu masuk utama ke taman ini terletak di Jalan Den Ha-Dong Mada (Rute 1211).

Logo Singha emas yang khas mendominasi bukit mungil di area pintu masuk taman dan patung ini menjadi tempat wajib bagi pengunjung untuk berfoto disini. Taman ini dipenuhi oleh hamparan rumput hijau yang dibeberapa bagiannya ada kolam dan banyak kumpulan tanaman bunga beraneka warna.

Karena taman ini areanya sangat luas maka ada alternatif menggunakan sepeda atau trem listrik untuk berkeliling. Terdapat juga cafe dan restoran yang bisa di singgahi serta toko yang menjual teh oolong.

Sekitar jam 4 sore saya meninggalkan area taman dengan taksi untuk kembali ke Chiang Rai Bus Terminal 1. Kemudian dari lokasi ini saya jalan kaki keliling Chiang Rai sekaligus pergi ke Nurul Pakistan Mosque sebuah masjid mungil yang struktur bangunan nya terbuat dari kayu dengan kubah kembar di atasnya.

Menjelang jam 6 sore saya naik taksi dari area sekitar masjid untuk menuju ke Airport. Sampai di Airport argo taksi menunjukkan tarif 140 bath. Saya pun kembali ke Bangkok dengan banyak pengalaman, cerita dan tentunya foto-foto cantik selama seharian di Chiang Rai. Dengan budget Rp 900 kita bisa mengeksplorasi Chiang Rai, melihat Kuil Putih dan Biru sekaligus mengunjungi Singha Park sebuah taman yang sangat luas.



BERITA TERKAIT
BACA JUGA