Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Rabu, 06 Mei 2020 09:10 WIB

D'TRAVELERS STORIES

Selamat Pagi dari Gunung Wilis yang Sepi!

Pradikta Kusuma
d'travelers
Foto 1 dari 5
Keindahan malam di Pos Sekartaji Gunung Wilis
Keindahan malam di Pos Sekartaji Gunung Wilis
detikTravel Community -

Gunung Wilis dari Jawa Timur sangatlah indah. Meski begitu jalur pendakian di sana masih sangat sepi, lo.

Wilis, sebuah nama yang telah aku kenal dari dulu sudah tak asing lagi. Banyak jalan jalan di beberapa kota memakai nama ini, bahkan PT. KAI menamai salah satu kereta eksekutif terbaik mereka dengan nama Wilis. Namun hanya sekedar nama yang terngiang oleh karena itu kali ini aku ingin menelusurinya untuk dapat melihat dan menikmati keindahannya lebih dalam lagi.

Meskipun pemandangan yang diberikan selama perjalanan mendaki tidak kalah indah dengan pendakian gunung lain di Jawa Timur tapi banyak pula pendaki yang urung untuk mendaki gunung Wilis.

Hal tersebut dikarenakan Gunung Wilis masih terdengar asing bagi para pendaki gunung kebanyakan. Gunung ini memiliki banyak jalur yang belum sepenuhnya diketahui oleh khalayak umum.

Dalam pendakian kali ini aku memilih Jalur dari Kecamatan Bajulan, Kabupaten Nganjuk atau biasa dikenal dengan jalur Sekartaji. Lokasi Basecamp bisa dicari menggunakan Google Maps dengan kata kunci Pos Ijin Gn Limas Sekartaji.

Aku melihat jam tangan di pergelangan tangan kiri, jarumnya menunjuk angka 11 bertepatan kaki kami mulai melangkah menelusuri setapak kecil jalur pendakian. Memulai pendakian ketika matahari tepat ada di atas kepala adalah hal yang sangat menguras tenaga. Apalagi permulaan jalur melewati ladang warga yang tanpa pohon tinggi sebagai peneduh. Sungguh ujian awal yang teramat berat.

Sangat sering kami berhenti untuk sekedar menghilangkan peluh maupun istirahat di tempat yang kami anggap nyaman. Walaupun panas menyengat, jalur terbuka seperti ini membebaskan mata kita untuk memandang ke segala arah. Sedikit memicingkan mata nun jauh di lereng-lereng Gunung Wilis banyak sekali terdapat air terjun.Â

Berjalan dan terus berjalan dalam hati pun merasakan sesuatu yang berbeda dibandingkan dengan gunung-gunung lainnya. Ya, Gunung Wilis ini sangat sepi dan terkesan masih sangat alami, mungkin efek dari penutupan jalur pendakian beberapa hari.

Satu hal lagi yang menjadi catatan, sepanjang jalur pendakian terkesan sangat bersih dan minim oleh sampah dari pendaki. Beberapa fakta awal yang menyenangkan dan semoga sampai kami tiba di puncak rasa menyenangkan ini masih tetap terjaga.

Jalur pendakian minim dengan penunjuk arah, namun kami tak risau, hanya perlu mengikuti setapak kecil saja tanpa membuat jalur baru, dan beruntungnya jalur yang ada pun minim dengan persimpangan yang membingungkan.

Jam di tangan tepat menunjukkan pukul 15.00 saat kami tiba di Pos Sekartaji. Sudah ada satu rombongan berisi 6 pendaki yang membuka tenda disini dan setelah kami tanya ternyata benar mereka yang menitipkan mobil di Basecamp. Kami memilih lahan yang lebih datar diatas namun ada perdebatan kecil karena kami akan mendirikan tenda tepat di hadapan Candi.Â

Pukul 02.30 satu persatu alarm dari handphone mulai berbunyi. Membuyarkan tidur nyenyak kami malam itu. Suhu begitu dingin, mendekap sleeping bag nampaknya menjadi pilihan berat untuk kami tinggalkan. Namun bayangan Puncak Wilis segera membulatkan tekad untuk meninggalkan kenyamanan ini.

Di seluruh penjuru langit nan gelap itu, bintang-bintang masih setia bersandar. Gunung Wilis pagi itu seakan milik kami bertiga saja, tak ada pendaki lain, rombongan dibawah kami nampak lebih memilih untuk tidur daripada harus kedinginan seperti kami. Namun tekad kami sudah bulat, kami akan melangkah menggapai puncak Gunung Wilis.

Kami berjalan menerabas semak-semak rebah yang basah. Tak jarang mengangkat kaki lebih tinggi ketika menjumpai akar pohon yang mencuat di atas jalan setapak. Wujud tebing terjal menjulang tinggi yang terlihat gelap hanya sebagai pengingat jika perjalanan ke puncak masih panjang.

Setelah 5 jam berjalan dari Pos Sekartaji akhirnya kami berhasil menggapai Puncak Limas Gunung Wilis. Terdapat sebuah tiang berbendera merah putih yang aku lihat dari bawah tadi, disampingnya terdapat plang bertuliskan Puncak Limas 2349 mdpl.

Segala Lelah yang sedari tadi menggerogoti tubuh seakan rontok dan hilang begitu saja berganti dengan senyuman semangat yang menyiratkan rasa kepuasan telah berhasil menggapai Puncak Gunung Wilis. Pengorbanan atas singkatnya tidur dan berjalan di tengah malam yang dingin kini terbayar sudah.

Cara kami untuk merayakan keberhasilan menggapai puncak berbeda masing masing individu. Saya memilih duduk merenung menikmati suasana, Vero dan Yuda langsung berloncatan girang berpose mengabadikan momen dengan berfoto bersama.

Sebelum turun dari puncak dan kembali ke Pos Sekartaji untuk berkemas, aku memotret satu foto terakhir panorama alam yang disuguhkan. Sungguh, tak sanggup berkata-kata dengan pemberian dari Tuhan saat ini.

Gunung Wilis ternyata memberikan sesuatu yang melebihi dari ekspektasi awal. Awalnya aku hanya menganggap pendakian kali ini seperti pendakian di gunung-gunung lainnya, Namun ternyata Wilis memberi lebih, sesuatu yang tak aku dapatkan dari gunung-gunung lainnya, luar biasa !!!

Terima kasih Wilis, semoga kelak aku mempunyai kesempatan untuk kembali bertamu.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA