Tradisi Ujungan biasanya diselenggarakan pada saat musim kemarau panjang. Pada musim itu lah petani sangat membutuhkan air untuk mengairi sawahnya dan juga untuk memberi minum binatang ternak mereka, seperti sapi, kerbau, kambing, dan lain-lain.
Untuk mempercepat datangnya hujan, pemain Unjungan harus memperbanyak pukulan kepada lawannya hingga mengeluarkan darah. Semakin banyak darah yang keluar dari tubuh pemain akibat pukulan, maka semakin cepat pula hujan yang akan turun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ritual ini juga menggabungkan tiga jenis unsur seni, yaitu seni musik (sampyong), seni tari-silat (uncul), dan seni bela diri tongkat (ujungan). Keistimewaan lain dari tradisi ini adalah adanya sikap menjunjung tinggi nilai sportivitas, persaudaraan, rasa nasionalisme, dan semangat patriotisme sebagai generasi penerus bangsa.
Ritual ini terdapat di Kecamatan Somagede, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Untuk sampai di lokasi, Anda bisa memulai perjalanan dari Purwokerto lalu menuju Banyumas. Perjalan tersebut memakan waktu sekitar 45 menit dengan menggunakan angkutan umum. Setelah tiba di Banyumas, baru Anda bisa menunu lokasi pertunjukan. Untuk bisa menyaksikan atraksi unik ini, wisatawan tidak dipungut biaya sama sekali.
(gst/gst)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka