Semarak Imlek & Lampion Kelenteng Chandra Nadi Palembang

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Semarak Imlek & Lampion Kelenteng Chandra Nadi Palembang

Taufik Wijaya - detikTravel
Jumat, 08 Feb 2013 18:10 WIB

Palembang - Ayo jalan-jalan ke Palembang menjelang liburan Imlek akhir pekan ini. Nikmati dekorasi imlek di berbagai kelentengnya, termasuk di Kelenteng Soei Goeat Kiang alias Chandra Nadi.

Salah satu kelenteng yang harus dikunjungi di Palembang, yakni Kelenteng Tri Dharma Chandra Nadi (Soei Goeat Kiong) atau yang lebih dikenal sebagai Klenteng Dewi Kwan Im. Kelenteng ini terletak di Jalan Perikanan, 10 Ulu, Palembang (Taufik Wijaya/detikTravel)
Mengunjungi Kelenteng Chandra Nadi harus menyeberangi Jembatan Ampera, lurus ke Jl Gubernur Ahmad Bastari, kemudian balik ke arah jalan di bawah Jembatan Ampera, kemudian menuju Jl Perikanan. Kelenteng tepat berada di tepi jalan, sebelum menuju Dermaga 10 Ulu (Taufik Wijaya/detikTravel)
Suasana di dalam kelenteng yang tenang. Kelenteng Kwan Im dibangun pada masa Kesultanan Palembang Darussalam dan Kolonial Belanda yakni tahun 1733. Kelenteng ini didirikan sebagai ganti kelenteng yang terbakar di kampung 7 Ulu (Taufik Wijaya/detikTravel)
Dewi Kwan Im adalah dewi utama di Kelenteng Chandra Nadi. Selain altar Dewi Kwan Im juga terdapat altar Buddha Gautama (Sakyamoni Buddha), Bodhisatya Maitreya, Dewi Paw Sen Ta Tee (dewi pemberi rezeki), Dewi Kwan Tee (dewi pelindung dharma), serta Dewa Toa Pek Kong (Taufik Wijaya/detikTravel)
Makam seorang panglima Palembang keturunan Tionghoa bernama Ju Sin Kong atau biasa disebut Apek Tulong. Dia beragama Islam. Sebelum dijadikan kelenteng, setiap orang berziarah di sini dipercaya bisa mendapat keberkahan atau terbebas dari penyakit (Taufik Wijaya/detikTravel)
Tampak banyak pekerja tengah membersihkan kelenteng dan memasang 1.500 lampu lampion guna perayaan Imlek yang tinggal beberapa hari lagi. Mereka yang merayakan Imlek di kelenteng ini kemudian dilanjutkan pergi ke kelenteng di Pulau Kemaro (Taufik Wijaya/detikTravel)
Selain dipasang di halaman kelenteng juga di sepanjang Jalan Perikanan. Mereka yang membersihkan kelenteng ini bukan hanya warga Tionghoa, juga Melayu. Keberadaan kelenteng ini juga menjadi simbol pembauran budaya antara Tionghoa dan Melayu (Taufik Wijaya/detikTravel)
Sementara itu sekitar lima pekerja memasang lampu lampion yang digantung dengan menggunakan seutas kawat (Taufik Wijaya/detikTravel)
Mereka membersihkan lantai, pantung, kaca, termasuk mengecat dinding yang warnanya sudah pudar di Kelenteng Soei Goeat Kiong. Perayaan Imlek di kelenteng ini merupakan kewajiban sebagian besar warga yang merayakannya (Taufik Wijaya/detikTravel)
Semarak Imlek & Lampion Kelenteng Chandra Nadi Palembang
Semarak Imlek & Lampion Kelenteng Chandra Nadi Palembang
Semarak Imlek & Lampion Kelenteng Chandra Nadi Palembang
Semarak Imlek & Lampion Kelenteng Chandra Nadi Palembang
Semarak Imlek & Lampion Kelenteng Chandra Nadi Palembang
Semarak Imlek & Lampion Kelenteng Chandra Nadi Palembang
Semarak Imlek & Lampion Kelenteng Chandra Nadi Palembang
Semarak Imlek & Lampion Kelenteng Chandra Nadi Palembang
Semarak Imlek & Lampion Kelenteng Chandra Nadi Palembang
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads