Potret Kusam Masyarakat Bantaran Kapuas

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Potret Kusam Masyarakat Bantaran Kapuas

Sri Anindiati Nursastri - detikTravel
Selasa, 23 Apr 2013 09:45 WIB

Pontianak - Bukan hal yang indah untuk dilihat, tapi inilah wajah asli Kota Pontianak di Kalimantan Barat. Berpesiar mengarungi Sungai Kapuas, wisatawan bisa melihat potret masyarakat kumuh yang tak juga berubah berpuluh tahun lamanya.

Warga segala usia: tua-muda, laki-laki dan perempuan menjadikan Sungai Kapuas sebagai pusat kehidupan mereka. Sungai terpanjang di Indonesia ini bercabang menjadi kanal-kanal yang meliuk di perkampungan warga (Sastri/ detikTravel)
Limbah dan sampah seperti ikut mengalir di arus Sungai Kapuas. Dari dermaga-dermaga kecil ini, warga naik-turun kapal angkutan umum melintasi Sungai Kapuas yang kotor dan berwarna cokelat (Sastri/ detikTravel)
Di salah satu rumah pinggir sungai, seorang wanita asyik mandi sore. Rutinitas ini saya lihat di sela-sela kegiatan ekspedisi Women Across Borneo pada Senin (8/4/2013) (Sastri/ detikTravel)
Di rumah lainnya, warga mencuci baju dan piring bekas makan. Kualitas air sangat tidak terjamin, aspek kesehatan jadi risiko utama. Namun sudah berpuluh tahun mereka mengandalkan Sungai Kapuas untuk urusan cuci-mencuci alat rumah tangga (Sastri/ detikTravel)
'Bandung' adalah nama rumah terapung yang berbentuk seperti kapal. Bagian dalam 'bandung' hampir sama dengan rumah pada umumnya: ruang tamu, ruang tidur, dapur dan kamar mandi. Sayangnya, 'bandung' biasanya kumuh (Sastri/ detikTravel)
Salah satu tempat di samping Pelabuhan Kecil, tempat pasar tradisional berada. Inilah salah satu tempat antar-jemput bahan makanan yang kemudian dibeli oleh warga Pontianak (Sastri/ detikTravel)
Rumah-rumah di bantaran Sungai Kapuas terhubung oleh 'trotoar' berupa jembatan kayu. Di atas jembatan kayu belian (kayu besi khas Kalimantan) ini, warga lalu-lalang mulai dari jalan kaki sampai mengendarai motor (Sastri/ detikTravel)
Meski berada di pinggir sungai, tak jarang rumah yang punya 'halaman' sendiri. Warga biasanya mengumpulkan tanaman dalam pot kemudian ditaruh ke teras rumah yang terhubung langsung dengan Sungai Kapuas (Sastri/ detikTravel)
Inilah salah satu keunikan di Sungai Kapuas: sekolah terapung. Para siswa-siswi SD belajar di bangku-bangku sekolah sambil terombang-ambing karena gelombang air sungai (Sastri/ detikTravel)
Di pinggir Sungai Kapuas, kalaupun rumah warga terbuat dari tembok, kesan kumuh tak bisa dihindari. Mayoritas bangunan ini sudah berdiri lama, masih ditinggali namun tak terawat karena aktivitas warga di sekelilingnya (Sastri/ detikTravel)
Potret Kusam Masyarakat Bantaran Kapuas
Potret Kusam Masyarakat Bantaran Kapuas
Potret Kusam Masyarakat Bantaran Kapuas
Potret Kusam Masyarakat Bantaran Kapuas
Potret Kusam Masyarakat Bantaran Kapuas
Potret Kusam Masyarakat Bantaran Kapuas
Potret Kusam Masyarakat Bantaran Kapuas
Potret Kusam Masyarakat Bantaran Kapuas
Potret Kusam Masyarakat Bantaran Kapuas
Potret Kusam Masyarakat Bantaran Kapuas
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads