Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Sabtu, 03 Agu 2019 23:10 WIB

PHOTOS

Foto: Sungai Purba Zaman Kenozoikum di Belitung

Shinta Angriyana
detikTravel

Belitung - Belitung bukan sekadar pantai-pantai cantik. Tetapi juga ada saksi bisu dari zaman purbakala. Inilah Geosite Sungai Tebat Rasau.

Inilah Tebat Rasau, sebuah sungai yang terletak di Simpang Renggiang, Belitung Timur, Pulau Belitung (Shinta Angriyana/detikcom)

Inilah Tebat Rasau, sebuah sungai yang terletak di Simpang Renggiang, Belitung Timur, Pulau Belitung (Shinta Angriyana/detikcom)


Masa kenozoikum merupakan era yang terjadi sekitar 65 juta tahun yang lalu. Di masa-masa ini, mamalia dan tumbuhan berbiji modern berkembang. Begitu pun dengan munculnya manusia (Shinta Angriyana/detikcom)

Masa kenozoikum merupakan era yang terjadi sekitar 65 juta tahun yang lalu. Di masa-masa ini, mamalia dan tumbuhan berbiji modern berkembang. Begitu pun dengan munculnya manusia (Shinta Angriyana/detikcom)


Jenis sungai atau rawa purba Tebat Rasau, alluvial juga memiliki ciri khusus. Yakni merupakan habitat alamiah dari ikan hias arwana, ikan ampong dan ikan buntal (Shinta Angriyana/detikcom)

Jenis sungai atau rawa purba Tebat Rasau, alluvial juga memiliki ciri khusus. Yakni merupakan habitat alamiah dari ikan hias arwana, ikan ampong dan ikan buntal (Shinta Angriyana/detikcom)


Di saat tertentu, memang kadang sungai memiliki air yang cukup tinggi. Namun kadang juga surut seperti ini (Shinta Angriyana/detikcom)

Di saat tertentu, memang kadang sungai memiliki air yang cukup tinggi. Namun kadang juga surut seperti ini (Shinta Angriyana/detikcom)


Jembatan dan pondok dari bambu sudah mulai dibuat (Shinta Angriyana/detikcom)

Jembatan dan pondok dari bambu sudah mulai dibuat (Shinta Angriyana/detikcom)


Tidak jarang, karena nilai sejarahnya, Tebat Rasau juga dikunjungi oleh peneliti dari luar negeri (Shinta Angriyana/detikcom)

Tidak jarang, karena nilai sejarahnya, Tebat Rasau juga dikunjungi oleh peneliti dari luar negeri (Shinta Angriyana/detikcom)


Ke depannya, Tebat Rasau akan memiliki beberapa zona untuk destinasi wisata (Shinta Angriyana/detikcom)

Ke depannya, Tebat Rasau akan memiliki beberapa zona untuk destinasi wisata (Shinta Angriyana/detikcom)


Masyarakat pun juga dibina untuk mempelajari informasi yang ada, seperti jenis ikan, tumbuhan dan pengelolaan (Shinta Angriyana/detikcom)

Masyarakat pun juga dibina untuk mempelajari informasi yang ada, seperti jenis ikan, tumbuhan dan pengelolaan (Shinta Angriyana/detikcom)


Kini, pemerintah dan warga setempat membangun Tebat Rasau sebagai geosite dan kawasan wisata (Shinta Angriyana/detikcom)

Kini, pemerintah dan warga setempat membangun Tebat Rasau sebagai geosite dan kawasan wisata (Shinta Angriyana/detikcom)

Selain itu, masyarakat juga membuat produksi Teh Pelawan (Shinta Angriyana/detikcom)

Selain itu, masyarakat juga membuat produksi Teh Pelawan (Shinta Angriyana/detikcom)

Teh pun bisa dipesan, namun hanya dibuat sesuai permintaan saja (Shinta Angriyana/detikcom)

Teh pun bisa dipesan, namun hanya dibuat sesuai permintaan saja (Shinta Angriyana/detikcom)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA