Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 20 Sep 2020 23:20 WIB

PHOTOS

Mengenal Perempuan Pawang Harimau

Rafida Fauzia
detikTravel

Bogor - Jika pria menjadi keeper atau pawang hewan buas, mungkin terlihat biasa saja. Bagaimana jika keeper harimau seorang perempuan?

Namanya Afri, dia sudah hampir dua tahun menjadi keeper harimau di Taman Safari Bogor. (Rafida Fauzia/detikcom)

Namanya Afri, dia sudah hampir dua tahun menjadi keeper harimau di Taman Safari Bogor. (Rafida Fauzia/detikcom)


Untuk bisa menjadi seorang keeper, Afri dan rekan-rekannya juga melwwati masa pelatihan selama 3 bulan. Mereka diajari sadar-dasar tentang satwa, karakter, cara menghadapi satwa saat mereka marah dan juga bagaimana cara melakukan pendekatan. (Rafida Fauzia/detikcom)

Untuk bisa menjadi seorang keeper, Afri dan rekan-rekannya juga melwwati masa pelatihan selama 3 bulan. Mereka diajari sadar-dasar tentang satwa, karakter, cara menghadapi satwa saat mereka marah dan juga bagaimana cara melakukan pendekatan. (Rafida Fauzia/detikcom)


Afri pun menceritakan bahwa menjadi seorang keeper harimau menjadi kebanggan tersendiri bagi dirinya. Karena jarang perempuan menjadi keeper hewan buas. (Rafida Fauzia/detikcom)

Afri pun menceritakan bahwa menjadi seorang keeper harimau menjadi kebanggan tersendiri bagi dirinya. Karena jarang perempuan menjadi keeper hewan buas. (Rafida Fauzia/detikcom)


Walau sudah hampir dua tahun bersama harimau, bukan berarti Afri tidak punya ketakutan berinteraksi dengan hewan buas ini. (Rafida Fauzia/detikcom)

Walau sudah hampir dua tahun bersama harimau, bukan berarti Afri tidak punya ketakutan berinteraksi dengan hewan buas ini. (Rafida Fauzia/detikcom)


Kalau perkara pernah digigit, tentu pernah. Kan mereka saat bermain dengan sesamanya saling gigit dan cakar kan, nah mereka juga melakukan hal itu ke kita. Kalau ke kita tentu kita terluka ya kena gigitan dan cakar mereka. Tapi bukan gigitan atau cakar yang menyerang atau menerkam, cerita Afri. (Rafida Fauzia/detikcom)

"Kalau perkara pernah digigit, tentu pernah. Kan mereka saat bermain dengan sesamanya saling gigit dan cakar kan, nah mereka juga melakukan hal itu ke kita. Kalau ke kita tentu kita terluka ya kena gigitan dan cakar mereka. Tapi bukan gigitan atau cakar yang menyerang atau menerkam," cerita Afri. (Rafida Fauzia/detikcom)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA