Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Senin, 21 Des 2020 21:27 WIB

PHOTOS

Foto Keajaiban Alam dari Merauke: Rumah Rayap Berukuran Raksasa

Hari Suroto
detikTravel

Merauke - Melancong ke Merauke, traveler bisa menemuka keajaiban alam yang belum tentu bisa ditemui di tempat lain. Apalagi kalau bukan Musamus atau rumah rayap raksasa.

Inilah keajaiban alam dari Merauke, yaitu rumah rayap berukuran raksasa. Berada di permukaan tanah, tinggi rumah rayap bisa mencapai 5 meter. (Hari Suroto/Istimewa)

Inilah keajaiban alam dari Merauke, yaitu rumah rayap berukuran raksasa. Berada di permukaan tanah, tinggi rumah rayap bisa mencapai 5 meter. (Hari Suroto/Istimewa)

Dalam bahasa Suku Marind Anim, rumah rayap tanah ini disebut dengan bomi. Namun di Merauke, mereka lebih populer dengan sebutan musamus. Traveler bisa melihat musamus ini di Wisata 1000 Musamus Merauke. (Hari Suroto/Istimewa)

Dalam bahasa Suku Marind Anim, rumah rayap tanah ini disebut dengan bomi. Namun di Merauke, mereka lebih populer dengan sebutan musamus. Traveler bisa melihat musamus ini di Wisata 1000 Musamus Merauke. (Hari Suroto/Istimewa)

Rumah rayap raksasa ini dibuat oleh spesies rayap tanah Nasutitermes triodiae. Di Papua dan Papua Nugini, rayap ini hanya ditemukan di Merauke saja. (Hari Suroto/Istimewa)

Rumah rayap raksasa ini dibuat oleh spesies rayap tanah Nasutitermes triodiae. Di Papua dan Papua Nugini, rayap ini hanya ditemukan di Merauke saja. (Hari Suroto/Istimewa)

Rayap tanah itu penglihatannya buta. Meski buta, tetapi rayap ini memiliki keahlian membangun sarang dengan sistem ventilasi yang baik, serta memiliki ruangan sesuai dengan fungsinya masing-masing. (Hari Suroto/Istimewa)

Rayap tanah itu penglihatannya buta. Meski buta, tetapi rayap ini memiliki keahlian membangun sarang dengan sistem ventilasi yang baik, serta memiliki ruangan sesuai dengan fungsinya masing-masing. (Hari Suroto/Istimewa)

Sepintas melihat, rumah rayap ini mirip Candi Prambanan. Bentuknya mengerucut pada bagian atas dan membesar pada bagian bawah, dengan bagian bawah membulat dan ditopang oleh tiang-tiang penyangga yang menyerupai bentuk sisi luar buah belimbing yang melekat pada bangunan utama. (Hari Suroto/Istimewa)

Sepintas melihat, rumah rayap ini mirip Candi Prambanan. Bentuknya mengerucut pada bagian atas dan membesar pada bagian bawah, dengan bagian bawah membulat dan ditopang oleh tiang-tiang penyangga yang menyerupai bentuk sisi luar buah belimbing yang melekat pada bangunan utama. (Hari Suroto/Istimewa)

Rumah rayap ini hanya ditemukan di daerah vegetasi Eucalyptus dan hutan dataran rendah Merauke dan Australia Utara. Hal tersebut membuktikan Papua dan Australia pada masa Pleistosen pernah menjadi satu daratan. (Hari Suroto/Istimewa)

Rumah rayap ini hanya ditemukan di daerah vegetasi Eucalyptus dan hutan dataran rendah Merauke dan Australia Utara. Hal tersebut membuktikan Papua dan Australia pada masa Pleistosen pernah menjadi satu daratan. (Hari Suroto/Istimewa)

Rumah rayap ini berdiri dengan sangat kokoh dan mampu bertahan hingga puluhan tahun lamanya. Bahan pembuatnya terdiri dari pasir kuarsa, tanah liat, dan lumpur. Sebagai perekatnya digunakan kotoran dan air liur rayap itu sendiri. (Hari Suroto/Istimewa)

Rumah rayap ini berdiri dengan sangat kokoh dan mampu bertahan hingga puluhan tahun lamanya. Bahan pembuatnya terdiri dari pasir kuarsa, tanah liat, dan lumpur. Sebagai perekatnya digunakan kotoran dan air liur rayap itu sendiri. (Hari Suroto/Istimewa)

Karena Merauke adalah dataran rendah yang sangat sulit untuk mendapatkan batu, sehingga oleh Suku Marind Anim, bongkahan rumah rayap sering dijadikan sebagai media dalam tradisi memasak bakar batu. (Hari Suroto/Istimewa)

Karena Merauke adalah dataran rendah yang sangat sulit untuk mendapatkan batu, sehingga oleh Suku Marind Anim, bongkahan rumah rayap sering dijadikan sebagai media dalam tradisi memasak bakar batu. (Hari Suroto/Istimewa)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA