Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Minggu, 16 Mei 2021 05:45 WIB

PHOTOS

Foto Kayu Ajaib dari Papua, Tahan Ratusan Tahun Terendam Air

Hari Suroto
detikTravel

Sentani - Rumah-rumah panggung di Danau Sentani berdiri dengan kokoh. Rahasianya terletak pada kayu Soang yang bisa tahan ratusan tahun terendam di dalam air. Mari lihat!

Rahasia rumah panggung di Danau Sentani bisa kokoh bertahan terletak pada kayu soang. Sejak dulu, kayu ini sudah dikenal oleh masyarakat Sentani, sebagai bahan utama rumah panggung. Kayu ini bisa bertahan ratusan tahun di dalam air. (Hari Suroto/Istimewa)

Rahasia rumah panggung di Danau Sentani bisa kokoh bertahan terletak pada kayu soang. Sejak dulu, kayu ini sudah dikenal oleh masyarakat Sentani, sebagai bahan utama rumah panggung. Kayu ini bisa bertahan ratusan tahun di dalam air. (Hari Suroto/Istimewa)

Pohon soang tergolong kayu yang tahan terhadap serangan hama perusak seperti rayap tanah, penggerek kayu, cendawan pelapuk putih, dan cendawan pelapuk cokelat. Batang pohon soang memiliki diameter 15 hingga 20 centimeter. (Hari Suroto/Istimewa)

Pohon soang tergolong kayu yang tahan terhadap serangan hama perusak seperti rayap tanah, penggerek kayu, cendawan pelapuk putih, dan cendawan pelapuk cokelat. Batang pohon soang memiliki diameter 15 hingga 20 centimeter. (Hari Suroto/Istimewa)

Oleh masyarakat Sentani, kayu soang yang dijadikan tiang rumah, tidak diubah bentuknya, misalnya memotongnya menjadi balok panjang. Namun disesuaikan dengan kondisi asli kayu soang. Mereka hanya membuat ukiran di tiang rumah. (Hari Suroto/Istimewa)

Oleh masyarakat Sentani, kayu soang yang dijadikan tiang rumah, tidak diubah bentuknya, misalnya memotongnya menjadi balok panjang. Namun disesuaikan dengan kondisi asli kayu soang. Mereka hanya membuat ukiran di tiang rumah. (Hari Suroto/Istimewa)

Ukiran ini berupa manusia, binatang mitologi seperti kadal, ikan, atau motif geometris. Pohon soang (Xanthosthemon novaguineense valeton) di Pegunungan Cyclops ini termasuk endemik dan sudah dilindungi sejak 1987.   (Hari Suroto/Istimewa)

Ukiran ini berupa manusia, binatang mitologi seperti kadal, ikan, atau motif geometris. Pohon soang (Xanthosthemon novaguineense valeton) di Pegunungan Cyclops ini termasuk endemik dan sudah dilindungi sejak 1987.   (Hari Suroto/Istimewa)

Pertumbuhan kayu soang cukup lama. Butuh waktu minimal 50 tahun untuk mencapai diameter ideal untuk digunakan sebagai tiang rumah. Masyarakat Sentani punya peraturan adat dalam memanfaatkan kayu soang untuk tiang rumah mereka, tidak boleh sembarangan mengambil kayu di Pegunungan Cyclops. (Hari Suroto/Istimewa)

Pertumbuhan kayu soang cukup lama. Butuh waktu minimal 50 tahun untuk mencapai diameter ideal untuk digunakan sebagai tiang rumah. Masyarakat Sentani punya peraturan adat dalam memanfaatkan kayu soang untuk tiang rumah mereka, tidak boleh sembarangan mengambil kayu di Pegunungan Cyclops. (Hari Suroto/Istimewa)

Kayu soang harus dipilih yang benar-benar sudah tua agar tiang tidak cepat roboh. Lokasi mengambil kayu soang juga sudah diatur secara adat, di mana tempat leluhurnya ambil maka keturunannya juga akan mengambil kayu dari lokasi yang sama. Kayu ini hanya diambil untuk tiang rumah tidak boleh untuk fungsi lain. (Hari Suroto/Istimewa)

Kayu soang harus dipilih yang benar-benar sudah tua agar tiang tidak cepat roboh. Lokasi mengambil kayu soang juga sudah diatur secara adat, di mana tempat leluhurnya ambil maka keturunannya juga akan mengambil kayu dari lokasi yang sama. Kayu ini hanya diambil untuk tiang rumah tidak boleh untuk fungsi lain. (Hari Suroto/Istimewa)

BERITA TERKAIT
BACA JUGA