Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

Jumat, 14 Jan 2022 07:41 WIB

PHOTOS

Foto: Monumen Abadi untuk Mayor Daan Mogot

Syanti Mustika
detikTravel

Tangsel - Mungkin tidak banyak yang tahu Daan Mogot gugur di Tangerang Selatan dalam peristiwa berdarah. Di tempat tersebut dibangunlah sebuah monumen.

Mungkin tak banyak orang yang tahu bahwa di sisi lapangan Golf BSD, Jalan Bukit Golf Utara, Lengkong Wetan, Serpong, Tangerang Selatan terdapat menara sejarah yang mencatat peristiwa berdarah di masa kemerdekaan.

Mungkin tak banyak orang yang tahu bahwa di sisi lapangan Golf BSD, Jalan Bukit Golf Utara, Lengkong Wetan, Serpong, Tangerang Selatan terdapat menara sejarah yang mencatat peristiwa berdarah di masa kemerdekaan.

Peristiwa itu dikenal dengan nama Perisitiwa Lengkong.

Peristiwa itu dikenal dengan nama Perisitiwa Lengkong.


Dalam monumen tersebut tertulis Mayor Daan Mogot berserta tentara yang lainnya tewas karena diserang dengan tembakan. Menurut sejarahnya peristiwa ini terjadi secara tidak terduga.

Dalam monumen tersebut tertulis Mayor Daan Mogot berserta tentara yang lainnya tewas karena diserang dengan tembakan. Menurut sejarahnya peristiwa ini terjadi 'secara tidak terduga'.

Pada hari Jumat petang tanggal 27 Januari 1946, telah terjadi peristiwa berdarah di Lengkong/Serpong, pasukan dari akademi militer Tangerang yang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot yang tengah merundingkan penyerahan senjata dari pasukan Jepang di Lengkong kepada TRI. Secara tiba-tiba sekali telah dihujani tembakan dan diserbu oleh pasukan Jepang sehingga mengakibatkan gugurnya 34 taruna akademi militer Tangerang dan 3 perwira TRI diantaranya Mayor Daan Mogot sendiri begitulah yang tertulis di Monumen Daan Mogot.

"Pada hari Jumat petang tanggal 27 Januari 1946, telah terjadi peristiwa berdarah di Lengkong/Serpong, pasukan dari akademi militer Tangerang yang dipimpin oleh Mayor Daan Mogot yang tengah merundingkan penyerahan senjata dari pasukan Jepang di Lengkong kepada TRI. Secara tiba-tiba sekali telah dihujani tembakan dan diserbu oleh pasukan Jepang sehingga mengakibatkan gugurnya 34 taruna akademi militer Tangerang dan 3 perwira TRI diantaranya Mayor Daan Mogot sendiri" begitulah yang tertulis di Monumen Daan Mogot.

Tidak jauh dari monumen terdapat sebuah rumah yang dulunya menjadi saksi dimana sempat dijadikan markas persinggahan sementara tentara Jepang tahun 1945-1946.

Tidak jauh dari monumen terdapat sebuah rumah yang dulunya menjadi saksi dimana sempat dijadikan markas persinggahan sementara tentara Jepang tahun 1945-1946.

BERITA TERKAIT
BACA JUGA