Welcome d'travelers !

Ayo share cerita pengalaman dan upload photo album travelingmu di sini. Silakan Daftar atau

ADVERTISEMENT

Sabtu, 01 Okt 2022 15:32 WIB

PHOTOS

Melihat Lebih Dekat Tugu Khatulistiwa di Pontianak yang Membelah 'Dunia'

Pontianak - Tugu Khatulistiwa dibuat pada masa pemerintahan Hindia Belanda sebagai penanda titik nol derajat garis khatulistiwa. Yuk, lihat lebih dekat.

Ini dia penampakan Tugu Khatulistiwa di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (9/9/2022).
Ini dia penampakan Tugu Khatulistiwa di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (9/9/2022).
Tugu Khatulistiwa menjadi destinasi wisata jika berkunjung ke Pontianak, sebab lokasinya tak jauh dari bandara Supadio.
Tugu Khatulistiwa menjadi destinasi wisata jika berkunjung ke Pontianak, sebab lokasinya tak jauh dari bandara Supadio.
Di Tugu ini pengunjung dapat mempelajari bagaimana bumi seakan terbelah dua, dan beruntungnya Indonesia memiliki garis belahan tersebut yang dinamakan Garis Khatulistiwa.
Di Tugu ini pengunjung dapat mempelajari bagaimana bumi seakan terbelah dua, dan beruntungnya Indonesia memiliki garis belahan tersebut yang dinamakan Garis Khatulistiwa.
Setiap tanggal 21-23 Maret dan 3 September setiap tahunnya diperingati hari kulminasi matahari di tempat ini. Kulminasi adalah saat matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa, sehingga benda-benda tegak yang berada di sekitar Tugu Khatulistiwa tidak berbayang.
Setiap tanggal 21-23 Maret dan 3 September setiap tahunnya diperingati hari kulminasi matahari di tempat ini. Kulminasi adalah saat matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa, sehingga benda-benda tegak yang berada di sekitar Tugu Khatulistiwa tidak berbayang.
Tugu Khatulistiwa dibuat pada masa pemerintahan Hindia Belanda sebagai penanda titik nol derajat garis khatulistiwa. Pada tahun 1928, tugu equator mulai dibangun dengan bentuk sederhana, yaitu berupa tonggak (lebih dikenal dengan patok) dengan tanda panah di atasnya. Pembangunan dilakukan oleh ahli geografi asal Belanda untuk menentukan garis equator. 
Tugu Khatulistiwa dibuat pada masa pemerintahan Hindia Belanda sebagai penanda titik nol derajat garis khatulistiwa. Pada tahun 1928, tugu equator mulai dibangun dengan bentuk sederhana, yaitu berupa tonggak (lebih dikenal dengan patok) dengan tanda panah di atasnya. Pembangunan dilakukan oleh ahli geografi asal Belanda untuk menentukan garis equator. 
Lalu, tugu yang sederhana ini disempurnakan pada 1930 dengan mengganti tanda-tanda dengan lingkaran. Pada 1938, penyempurnaan tugu dilakukan oleh opsiter/architech bernama Silaban, sehingga bentuk tugu menjadi lebih baik.
Lalu, tugu yang sederhana ini disempurnakan pada 1930 dengan mengganti tanda-tanda dengan lingkaran. Pada 1938, penyempurnaan tugu dilakukan oleh opsiter/architech bernama Silaban, sehingga bentuk tugu menjadi lebih baik.
Berbeda dengan bentuk sebelumnya, hasil penyempurnaan bentuk tugu menjadi lebih rumit, bangunan terdiri dari empat tonggak kayu belian. Masing-masing berukuran 0,3 meter. Tinggi tonggak bagian depan (dua tonggak) 3,05 dari permukaan tanah. Sementara, tinggi tonggak bagian belakang sebagai bagian lingkaran dan anak panah penunjuk arah adalah 4,4 m.
Berbeda dengan bentuk sebelumnya, hasil penyempurnaan bentuk tugu menjadi lebih rumit, bangunan terdiri dari empat tonggak kayu belian. Masing-masing berukuran 0,3 meter. Tinggi tonggak bagian depan (dua tonggak) 3,05 dari permukaan tanah. Sementara, tinggi tonggak bagian belakang sebagai bagian lingkaran dan anak panah penunjuk arah adalah 4,4 m.
Pada tahun 1990, Tugu Khatulistiwa direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli. Di atas kubah tersebut dibuat duplikat Tugu Khatulistiwa dengan ukuran lima kali lebih besar.
Pada tahun 1990, Tugu Khatulistiwa direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli. Di atas kubah tersebut dibuat duplikat Tugu Khatulistiwa dengan ukuran lima kali lebih besar.
Pada bagian plat bawah anah panah ini tertera 109 20 00 OLVGR. Tulisan tersebut menunjukkan letak berdirinya Tugu Khatulistiwa pada garis Bujur Timur. Duplikat ini diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Parjoko Suryokusumo.
Pada bagian plat bawah anah panah ini tertera 109 20' 00'' OLVGR. Tulisan tersebut menunjukkan letak berdirinya Tugu Khatulistiwa pada garis Bujur Timur. Duplikat ini diresmikan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Parjoko Suryokusumo.
detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!
detikcom bersama BRI mengadakan program Tapal Batas yang mengulas perkembangan ekonomi, infrastruktur, hingga wisata di beberapa wilayah terdepan Indonesia. Untuk mengetahui informasi dari program ini ikuti terus berita tentang Tapal Batas di tapalbatas.detik.com!
BERITA TERKAIT
BACA JUGA