Grobogan - Api abadi Mrapen di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan mati sejak awal 2026. Wisatawan terkejut.
Potret Momen Api Abadi Mrapen Padam
Api Abadi Mrapen yang terletak Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan padam sejak Kamis (1/1/2026). Petugas memasang tanda untuk memberitahukan Api Abadi Mrapen sedang dalam perbaikan. (Ardian Dwi Kurnia/detikJateng)
Penampakan titik api abadi Mrapen tanpa api. (Ardian Dwi Kurnia/detikJateng)
Satu dari dua aliran gas Api Abadi Mrapen yang diduga tertutup lumpur sehingga gas tidak dapat naik ke permukaan. (Ardian Dwi Kurnia/detikJateng)
Sejumlah wisatawan tampak memadati Api Abadi Mrapen. Namun, banyak yang merasa kecele karena api itu padam. (Ardian Dwi Kurnia/detikJateng)
Penampakan Sendang Dudo di kawasan apiΒ abadi Mrapen, Grobogan. Sendang iini juga didatangi wisatawan yang kecele karena api abadi Mrapen padam. (Ardian Dwi Kurnia/detikJateng)
Tepat di samping kawasan wisata Api Abadi Mrapen terdapat sebuah bangunan berukuran cukup kecil. Di dalam bangunan itu, terdapat sebuah batu yang diyakini merupakan peninggalan Sunan Kalijaga. Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi, mengatakan batu itu bernama batu bobot. Wisatawan mengalihkan kunjungan ke titik ini setelah mengetahui api abadai Mrapen padam. (Ardian Dwi Kurnia/detikJateng)
Api abadi Mrapen menjadi sumber utama pengambilan Api Dharma untuk perayaan Tri Suci Waisak di Indonesia. Api ini disakralkan karena melambangkan cahaya suci yang menerangi kegelapan batin, menyingkirkan keserakahan, dan mewakili semangat kebaikan serta kebenaran. (Yusuf Nugroho/Antara)
Api abadi Mrapen saat menyala (Manik Priyo Prabowo/detikcom)












































Komentar Terbanyak
Doyan Kampanye Anti Islam, Visa Influencer Israel Ditolak Australia
Eks Presiden FIFA: Jangan Pergi ke AS Saat Piala Dunia!
Makam Tak Biasa Pemilik Ajian Pancasona, 'Tergantung' di Atas Tanah