Lampora Menyala Saat Tradisi Jamasan Kendeng

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Foto Travel

Lampora Menyala Saat Tradisi Jamasan Kendeng

Rengga Sancaya - detikTravel
Selasa, 23 Jun 2026 22:00 WIB

Pati - Ratusan warga menyalakan obor dalam tradisi Lampora di Kendeng, Pati. Ritual menyambut bulan Suro ini menjadi simbol spiritual, budaya, dan cinta alam.

Sejumlah anggota Komunitas Wiji Kendeng yang merupakan kelompok generasi muda masyarakat Sedulur Sikep (penganut ajaran Samin) memukul lesung menggunakan alu dalam rangkaian tradisi Jamasan Kendeng di lereng Pegunungan Kendeng, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, Senin (22/6/2026). Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) menggelar tradisi budaya yang berisi pentas seni dan doa tersebut setiap bulan Suro atau Muharam sebagai simbol penyucian diri dan alam, ungkapan syukur atas rezeki dari alam, sekaligus kampanye pelestarian lingkungan serta penolakan terhadap perusakan alam di Pegunungan Kendeng yang membentang dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Ratusan warga membawa obor menyala saat mengikuti tradisi Lampora dalam rangkaian Jamasan Kendeng di lereng Pegunungan Kendeng, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Senin (22/6/2026). ANTARA FOTO/Aji Styawan

Sejumlah anggota Komunitas Wiji Kendeng yang merupakan kelompok generasi muda masyarakat Sedulur Sikep (penganut ajaran Samin) memukul lesung menggunakan alu dalam rangkaian tradisi Jamasan Kendeng di lereng Pegunungan Kendeng, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, Senin (22/6/2026). Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) menggelar tradisi budaya yang berisi pentas seni dan doa tersebut setiap bulan Suro atau Muharam sebagai simbol penyucian diri dan alam, ungkapan syukur atas rezeki dari alam, sekaligus kampanye pelestarian lingkungan serta penolakan terhadap perusakan alam di Pegunungan Kendeng yang membentang dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Tradisi Jamasan Kendeng juga menjadi bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki yang diberikan alam sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kearifan lokal yang masih terjaga di kawasan Pegunungan Kendeng. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Sejumlah anggota Komunitas Wiji Kendeng yang merupakan kelompok generasi muda masyarakat Sedulur Sikep (penganut ajaran Samin) memukul lesung menggunakan alu dalam rangkaian tradisi Jamasan Kendeng di lereng Pegunungan Kendeng, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, Senin (22/6/2026). Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) menggelar tradisi budaya yang berisi pentas seni dan doa tersebut setiap bulan Suro atau Muharam sebagai simbol penyucian diri dan alam, ungkapan syukur atas rezeki dari alam, sekaligus kampanye pelestarian lingkungan serta penolakan terhadap perusakan alam di Pegunungan Kendeng yang membentang dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Selain sebagai agenda budaya tahunan, Jamasan Kendeng dimanfaatkan masyarakat untuk menyuarakan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Melalui rangkaian acara tersebut, warga mengajak masyarakat luas untuk turut menjaga ekosistem Pegunungan Kendeng yang membentang dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Sejumlah anggota Komunitas Wiji Kendeng yang merupakan kelompok generasi muda masyarakat Sedulur Sikep (penganut ajaran Samin) memukul lesung menggunakan alu dalam rangkaian tradisi Jamasan Kendeng di lereng Pegunungan Kendeng, Desa Gadudero, Kecamatan Sukolilo, Pati, Jawa Tengah, Senin (22/6/2026). Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK) menggelar tradisi budaya yang berisi pentas seni dan doa tersebut setiap bulan Suro atau Muharam sebagai simbol penyucian diri dan alam, ungkapan syukur atas rezeki dari alam, sekaligus kampanye pelestarian lingkungan serta penolakan terhadap perusakan alam di Pegunungan Kendeng yang membentang dari Jawa Tengah hingga Jawa Timur. ANTARA FOTO/Aji Styawan

Pesan pelestarian alam dan penolakan terhadap berbagai bentuk perusakan lingkungan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat Kendeng.Β ANTARA FOTO/Aji Styawan

Lampora Menyala Saat Tradisi Jamasan Kendeng
Lampora Menyala Saat Tradisi Jamasan Kendeng
Lampora Menyala Saat Tradisi Jamasan Kendeng
Lampora Menyala Saat Tradisi Jamasan Kendeng
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads