Jakarta - Kedutaan Belanda menggelar upacara peringatan berakhirnya Perang Dunia II di Ereveld Menteng Pulo, Jakarta.
Foto Travel
Mengenang Akhir Perang, Menyuarakan Perdamaian
Kedutaan Besar Belanda menggelar upacara peringatan berakhirnya Perang Dunia II di Asia di Makam Kehormatan Belanda atau Ereveld Menteng Pulo, Jakarta,Β kemarin.
Tanggal 15 Agustus menjadi momentum untuk mengenang berakhirnya Perang Dunia II di Asia sekaligus menghormati para korban yang kehilangan nyawa akibat konflik tersebut.
Upacara digelar dalam suasana khidmat dengan dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Belanda dan sejumlah lembaga terkait.
Ereveld Menteng Pulo merupakan salah satu kompleks pemakaman yang diperuntukkan bagi korban Perang Dunia di Indonesia. Mereka yang dimakamkan di tempat tersebut tidak hanya berasal dari kalangan tentara Belanda, tetapi juga warga sipil Belanda serta korban dari Indonesia.
Kompleks pemakaman tersebut menjadi tempat untuk mengenang berbagai korban perang sekaligus ruang refleksi atas dampak konflik berskala besar yang meninggalkan luka bagi masyarakat di berbagai negara.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah tamu juga melakukan ziarah ke makam para korban Perang Dunia II.
Mereka memberikan penghormatan dengan meletakkan bunga sebagai bentuk penghargaan dan mengenang jasa serta pengorbanan mereka yang telah gugur.
Ereveld Menteng Pulo memiliki sejumlah bentuk nisan yang memiliki makna tersendiri. Terdapat enam bentuk nisan, dengan lima di antaranya digunakan untuk menandai agama korban yang dimakamkan.
Suasana khidmat di kompleks pemakaman tersebut menjadi pengingat bahwa di balik berakhirnya sebuah perang terdapat banyak kehidupan yang hilang dan keluarga yang ditinggalkan.Β
Peringatan setiap 15 Agustus menjadi salah satu cara untuk menjaga ingatan tersebut sekaligus menyampaikan harapan akan masa depan yang lebih damai.











































Komentar Terbanyak
Viral Turis China Dilecehkan Warlok Bali, Berawal dari Salaman Lalu ke Kemaluan
Indonesia Bakal Punya Negara Tetangga Baru, Siap Merdeka di 2030
Malaysia Rajai Pariwisata ASEAN, Indonesia Kalah dari Vietnam