Jakarta -
Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.
panorama Tenganan
|
Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.
Desa Tenganan
|
Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.
penduduk Tenganan
|
Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.
Rumah penduduk Tenganan
|
Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.
Rumah adat Tenganan
|
Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.
Penenun kain Geringsing
|
Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.
Balai pertemuan desa
|
Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.
rumah tenun
|
Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.
wanita2 desa Tenganan
|
Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.
Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.Saat ke Bali jangan melulu datang ke pantai, cobalah mampir di desa adat seperti Desa Adat Tenganan di Karangasem. Di sana, turis seolah dibawa ke Bali zaman dulu lewat bangunan kuno yang masih ada.
(travel/travel)
Komentar Terbanyak
Setelah Viral Dugaan Diskriminasi WNI di Acara Lari, Entourage Bali Minta Maaf
Viral Sawah Bergaya Sabana di Prambanan, Petani Protes Lahan Jadi Tempat Bikin Konten
Media Asing Ikut Soroti Polemik Entourage Bali yang Diduga Diskriminasi WNI