Sekitar 750.000 wisatawan berkunjung ke Maladewa tiap tahunnya. Negara kepulauan di Samudera Hindia ini punya panorama yang sangat cantik baik di atas maupun di bawah airnya. Tapi seiring banyaknya resor dan tempat wisata, kira-kira ke mana perginya sampah yang dihasilkan turis?
Pulau malang itu bernama Thilafushi, disebut juga 'pulau sampah'. Bayangkan saja, selama bertahun-tahun, Thilafushi dipenuhi 330 ton sampah tiap harinya. Pulau sampah ini pun bertambah 1 meter persegi tiap 24 jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak itu pula, pulau ini didatangi 'wisatawan'. Mereka adalah pemulung atau pekerja industri yang diutus untuk mengumpulkan beberapa benda. Kapal-kapal barang datang silih berganti. Bahkan dulu, ada beberapa kapal yang membuang sampah langsung ke laut karena tak tahan dengan bau yang pekat.
Pemerintah setempat pun langsung melarang perbuangan itu mulai 2011 lalu. Meski tetap saja, polusi udara dan air sepertinya sangat sulit untuk dihentikan.
Sementara itu, para pemulung mengumpulkan beberapa barang bekas ke dalam kapal. Banyak dari kapal ini yang bertolak ke India.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Lagi, Finlandia Dinobatkan Jadi Negara Paling Bahagia Sejagat
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Tak Biasa, Pantai di Bantul Sepi Wisatawan Saat Libur Lebaran