Ke Amsterdam, Wajib Coba Menjelajah Kanal

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari Belanda

Ke Amsterdam, Wajib Coba Menjelajah Kanal

AN Uyung Pramudiarja - detikTravel
Rabu, 16 Okt 2013 09:48 WIB
Ke Amsterdam, Wajib Coba Menjelajah Kanal
Kanal khas Amsterdam (Uyung/detikTravel)
Amsterdam - Kota Amsterdam, Belanda memang tidak seberapa luas. Tidak butuh waktu lama untuk menjelajahi setiap sudutnya. Namun dibandingkan jalan kaki atau naik trem, wisatawan juga bisa canal cruise yang menyenangkan.

Tur keliling Amsterdam naik perahu dengan melintasi kanal-kanal yang ada di kota tersebut memang cukup praktis dan menyenangkan bagi turis. Alasan pertama, tidak butuh banyak tenaga karena tinggal duduk dan kalau mau juga bisa pesan makan atau minum di atas perahu.

Alasan berikutnya, hampir setiap sudut Kota Amsterdam bisa dilewati oleh rute canal cruise. Paling tidak, berbagai bangunan monumental yang ada di kota ini sebagian besar bisa dilihat dari kanal atau saluran air terdekat. Bagi yang berencana untuk melakukan petualangan lebih lanjut, trip ini sangat memudahkan untuk mengenali lokasi-lokasi penting yang ada di peta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

detikTravel mencoba canal cruise di Amsterdam baru-baru ini, saat ke Belanda atas undangan dari PT Sari Husada. Selain untuk menghilangkan jetlag setelah penerbangan selama 15 jam, tur singkat yang cukup berkesan ini bisa menjadi bekal untuk mengenali lokasi-lokasi penting yang akan dijelajah lebih lanjut di hari-hari berikutnya.

Salah satu bangunan monumental yang dilintasi rute canal cruise adalah rumah peninggalan Anne Frank, seorang perempuan Yahudi korban Holocaust yang membuat catatan harian dan kemudian dibukukan. Hingga kini, buku harian Anne Frank termasuk salah satu buku yang paling banyak dibaca di seluruh dunia.

Bangunan lain yang dilintasi rute canal cruise adalah gereja tertua di Belanda, yakni Oude Kerk. Gedung-gedung museum yang jumlahnya ada ratusan dan tersebar di seluruh Kota Amsterdam, sebagian besar juga bisa dilihat saat melintasi kanal di sekitarnya.

Begitupun museum yang ada di perairan, antara lain museum kapal kargo tua yang letaknya tak jauh dari central station di pusat kota. Masih di sekitar lokasi tersebut, bisa dilihat juga kapal dagang peninggalan VOC. Kapal itu kini juga berfungsi sebagai museum dan setiap hari banyak dikunjungi turis.

Museum kapal VOC yang berada di daerah hilir juga berdekatan dengan berbagai lokasi menarik, antara lain NEMO Science Center yang juga merupakan sebuah museum. Bentuknya yang khas dengan warna hijau dan tulisan NEMO berwarna kuning sangat mudah dikenali dari jauh.

Tak kalah menariknya adalah rumah-rumah terapung yang banyak ditemukan di sepanjang kanal. Di Belanda, tidak semua orang suka tinggal di apartemen maupun rumah-rumah biasa. Sebagian lebih suka tinggal di rumah terapung, lengkap dengan teras yang nyaman untuk bersantai. Sama seperti hunian lain, rumah terapung juga dikenai pajak.

Jembatan-jembatan tua dengan pepohonan dan dedaunan warna-warni khas musim gugur juga menjadi pemanandangan lain yang mengesankan dalam tur ini. Berbagai aktivitas keseharian warga Amsterdam bisa diamati di atas jembatan, mulai dari parkiran sepeda yang begitu padat dan kadang berantakan, hingga pasangan muda-mudi yang sedang pacaran.

Harga yang dipatok untuk menjelajah Amsterdam dengan canal cruise memang tidak murah, tetapi cukup sebanding dengan pengalaman yang didapatkan. Pemandangan di jalanan Kota Amsterdam memang menarik, tetapi banyak hal berbeda yang bisa dilihat dari atas perahu.

Untuk berkeliling selama kurang lebih 1 jam 15 menit, harga yang ditawarkan kurang lebih EUR 15 atau sekitar Rp 225 ribu. Untuk trip di sore hingga malam hari, harganya lebih mahal lagi yakni EUR 17,5 atau sekitar Rp 262,5 ribu.

Jadwal keberangkatan perahu relatif cukup longgar, hampir setiap 30 menit ada perahu yang siap berangkat. Tak heran bila perahu yang berkapasitas lebih dari 40 orang itu kadang hanya terisi 10-15 orang. Kapten perahu juga tidak perlu menunggu penumpang, tur tetap akan dimulai sesuai jadwal.

Sesekali, kapten kapal memberikan sedikit penjelasan tentang lokasi-lokasi yang dilewati. Bila kurang puas, tidak perlu khawatir. Setiap perahu dilengkapi dengan audio-system lengkap dengan earphone untuk mendengarkan informasi yang sudah diprogram. Ada 17 pilihan bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.

Dengan segala kenyamanannya, canal cruise benar-benar memanjakan para pengunjung kota Amsterdam. Tidak salah bila ada yang mengatakan, belum sah jadi turis di Amsterdam bila belum menjajal pengalaman menjelajah kota ini dengan perahu.

(ptr/fay)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads