1. Papua Nugini: Suku Trobriand
(mymilez.com)
|
Di Papua Nugini, ada salah satu suku yang menerapkan konsep seks cukup mengagetkan. Suku Trobriand memperbolehkan wanita melakukan hubungan seks sejak umur 6 tahun.
Sedangkan untuk anak laki-laki, batas boleh melakukan hubungan seks adalah mulai dari umur 10 tahun. Meski begitu, ada pula aturan tersendiri mengenai kencan antara wanita dan pria. Walau sudah boleh berhubungan seks sedari dini, mereka tidak boleh pergi makan berdua sebelum menikah.
2. Haiti: Penganut Voodoo
(kwekudee-tripdownmemorylane.blogspot.com)
|
Saat kebetulan melancong ke Haiti pada bulan Juli, siap-siap melihat penampakan aneh. Tepatnya di Saut d'Eau, akan ada ritual dari suku penganut voodoo di air terjun sekitar sana.
Para penganut ini melakukan ritual menari dan berguling-guling di lumpur yang dicampur dengan darah hewan. Ditambah, mereka telanjang. Ritual ini sebagai tanda patuh kepada dewa cinta. Ritual ini akan membuat wisatawan risih, kecuali Anda ekshibisionis.
3. Nepal: Suku Himalaya
(mark-map.com)
|
Di Himalaya, Nepal ada suku memiliki tradisi seks cukup aneh. Para suami di suku ini memperbolehkan berbagi istri. Mereka boleh saja meminjamkan atau meminjam istri dengan pria lain.
Konsep berbagi istri ini lebih untuk kelangsungan hidup mereka. Dikarenakan lahan bertani di Himalaya sangat minim, mereka mencari jalan keluar dengan cara membuat anak mereka bisa saling berbagi lahan nantinya. Caranya, membuat mereka jadi saudara dengan cara berbagi istri yang bisa melahirkan anak satu saudara.
4. Nigeria: Suku Wodaabe
(humanplanet.com)
|
Jika Suku Himalaya berbagi istri, Suku Wodaabe saling mencuri istri. Suku yang tinggal di Nigeria, Afrika Barat ini memiliki tradisi saling mencuri istri. Ini karena, pernikahan pertama mereka telah ditetapkan sejak mereka kecil dan harus di antara sepupu yang seumur.
Maka mereka mencoba peruntungan baru dengan mencuri istri. Acara ini diadakan dalam Gerewol Festival. Dalam festival ini, para pria berdandan sedemikian rupa untuk menarik perhatian para wanita. Pria ini bisa saja mencuri wanita dan kemudian memulai kehidupan baru.
Di Papua Nugini, ada salah satu suku yang menerapkan konsep seks cukup mengagetkan. Suku Trobriand memperbolehkan wanita melakukan hubungan seks sejak umur 6 tahun.
Sedangkan untuk anak laki-laki, batas boleh melakukan hubungan seks adalah mulai dari umur 10 tahun. Meski begitu, ada pula aturan tersendiri mengenai kencan antara wanita dan pria. Walau sudah boleh berhubungan seks sedari dini, mereka tidak boleh pergi makan berdua sebelum menikah.
Saat kebetulan melancong ke Haiti pada bulan Juli, siap-siap melihat penampakan aneh. Tepatnya di Saut d'Eau, akan ada ritual dari suku penganut voodoo di air terjun sekitar sana.
Para penganut ini melakukan ritual menari dan berguling-guling di lumpur yang dicampur dengan darah hewan. Ditambah, mereka telanjang. Ritual ini sebagai tanda patuh kepada dewa cinta. Ritual ini akan membuat wisatawan risih, kecuali Anda ekshibisionis.
Di Himalaya, Nepal ada suku memiliki tradisi seks cukup aneh. Para suami di suku ini memperbolehkan berbagi istri. Mereka boleh saja meminjamkan atau meminjam istri dengan pria lain.
Konsep berbagi istri ini lebih untuk kelangsungan hidup mereka. Dikarenakan lahan bertani di Himalaya sangat minim, mereka mencari jalan keluar dengan cara membuat anak mereka bisa saling berbagi lahan nantinya. Caranya, membuat mereka jadi saudara dengan cara berbagi istri yang bisa melahirkan anak satu saudara.
Jika Suku Himalaya berbagi istri, Suku Wodaabe saling mencuri istri. Suku yang tinggal di Nigeria, Afrika Barat ini memiliki tradisi saling mencuri istri. Ini karena, pernikahan pertama mereka telah ditetapkan sejak mereka kecil dan harus di antara sepupu yang seumur.
Maka mereka mencoba peruntungan baru dengan mencuri istri. Acara ini diadakan dalam Gerewol Festival. Dalam festival ini, para pria berdandan sedemikian rupa untuk menarik perhatian para wanita. Pria ini bisa saja mencuri wanita dan kemudian memulai kehidupan baru.
(shf/shf)
Komentar Terbanyak
Bonnie Blue, si Artis Porno Penuh Sensasi Itu Akhirnya Diusir dari Bali
Fadli Zon Jumpa PB XIV Mangkubumi di Jakarta, Bahas Kepemimpinan Keraton Solo
Warga Singapura Kaget Ribuan Lele Berenang-renang di Kanal Perumahan