Gunung Laoshan berada di bagian utara China, tepatnya di Provinsi Qingdao. Untuk menuju ke sana diperlukan waktu sekitar 1 jam dari pusat kota Provinsi Qingdao atau sekitar 2 jam dari Bandara Internasional Qingdao.
Rabu (13/11/2013), detikTravel berkesempatan mengunjungi Gunung Laoshan bersama rombongan PT Smartfren Telecom dan Hisense. Di gunung ini terdapat panorama ciamik yang elok dilihat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa kali kendaraan akan melalui tebing terjal. Di sana kita akan melihat hamparan laut China yang sangat indah sekali. Jangan lupa, selalu siapkan kamera untuk mengabadikan momen di tiap perjalanan dari Qingdao menuju Laoshan.
Sesampainya di sana, suasana dingin dan tenteram sangat terasa. Maklum saja, Gunung Laoshan ternyata merupakan pusat ajaran agama Tao atau yang biasa kita kenal dengan sebutan Taoisme.
Sebelum masuk ke kuil, kita harus merogoh kocek sekitar 120 Yuan atau sekitar Rp 227 ribu untuk menuju lokasi wisata. Objek wisata ini buka pada pukul 09.00 sampai 17.00 waktu setempat.
Brrrr... Udara dingin menyambut ketika kita turun dari bus. Suhunya berkisar 4 derajat Celcius. Jika lagi musim panas, suhunya hanya mencapai 15 derajat Celcius. Bisa Anda bayangkan jika AC rumah biasanya hanya mencapai 16 derajat Celcius, maka bagaimana tingkat dingin di lokasi ini. Mantel tebal, sarung tangan, kupluk dan sepatu seolah menjadi pakaian wajib.
Terdapat 12 kuil di lokasi gunung ini. Masing-masing kuil mempunyai sejarah dan cerita tersendiri. Di sini kita juga bisa meminta restu kepada dewa agar selalu diberkati dan berumur panjang. Usai berkeliling kuil, kita akan menemukan sebuah sumur.
Sudah seperti ritual pada umumnya, jika kita melempar koin di sumur itu maka permintaan kita akan diwujudkan. Satu hal yang perlu diingat di tempat ini, jangan sekali-kali mengambil gambar dalam kuil ataupun para biksu di sini. Terdapat larangan merokok dan memotret di tiap-tiap kuil. Cobalah mencari kentrentaman hati Anda di Gunung Laoshan, China.
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Desa dengan Hujan Abadi, Hampir Tak Pernah Melihat Matahari
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
3 Hari Festival Songkran, 95 Orang Meninggal