Crop Circle merupakan sebuah pola teratur dan bermacam-macam rupa yang dibentuk di area persawahan atau ladang. Jika dilihat dari ketinggian, bentuk polanya pun makin jelas terlihat. Crop circle pun terdapat di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Meski banyak yang buatan manusia, namun ada orang beranggapan kalau crop circle adalah buatan mahluk luar angkasa.
Pemandangan seperti crop circle juga bisa traveler lihat di situs reruntuhan suku Inca bernama Moray. Letaknya, sekitar 50 km sebelah barat dari Kota Cusco dekat Pegunungan Andes di Peru, seperti dilongok dari Amusing Planet, Rabu (8/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari dekat, Moray lebih mirip suatu mangkok besar dengan kontur tanah yang berundak-undak. Kedalamannya mencapai 150 meter dan traveler bisa turun hingga ke bagian bawahnya menggunakan tangga yang sudah ada.
Bangunan ini pun membuat para peneliti takjub. Bayangkan saja, bagian atas dan bawah dalam bangunan tersebut memiliki perbedaan suhu hingga 15 derajat Celcius. Hal itu menyebabkan suhu mikro yang digunakan oleh suku Inca untuk mempelajari efek dari kondisi yang berbeda pada tanaman.
Tak sampai di situ, para peneliti juga berpendapat kalau tanah dan bibit tanaman di tiap undakan pada Moray didatangkan dari berbagai daerah. Lalu, para ilmuwan suku Inca akan menelitinya dan kemudian bakal ditanam di sekitar Pegunungan Andes.
Suku Inca tampaknya memiliki pemikiran luar biasa pada zamannya. Satu lagi fakta yang mencengangkan, bangunan tersebut tak akan pernah kebanjiran meski terus diguyur hujan. Usut punya usut, rupanya sistem drainase di sana sangat canggih. Suku Inca membuat Moray dari formasi alami batuan dengan pori-pori yang bisa menyaring air.
Moray ini pasti membuat Anda geleng-geleng kepala seolah takjub tak percaya. Bagaimana bisa, suku Inca yang hidup di tahun 1500-an sudah bisa membuat desain serumit ini?
Para traveler dan ilmuwan hingga kini masih belum mengerti tujuan dibuatnya Moray. Usut punya usut, 60 persen dari tanaman pangan dunia berasal dari Pegunungan Andes termasuk varietas jagung dan kentang. Mungkin, hal tersebut berasal dari Moray, peninggalan suku Inca yang mirip crop circle.
(aff/aff)












































Komentar Terbanyak
Adzan Menggema di London, Ini Sudut Paling Menggetarkan Hati Muslim di Whitechapel
Bule Australia Terlunta-lunta di Bali, Hidup di Bangunan Kosong-Kakinya Luka
Wisata Korea Tak Lagi Terpusat di Seoul, Kini Wilayah Lain Mulai Dilirik Turis