6 Kota Kecil di Eropa yang Harus Dikunjungi

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

6 Kota Kecil di Eropa yang Harus Dikunjungi

Johanes Randy - detikTravel
Jumat, 21 Feb 2014 09:22 WIB
6 Kota Kecil di Eropa yang Harus Dikunjungi
(Thinkstock)
Porto - Benua biru Eropa memang selalu memukau setiap traveler yang datang berkunjung. Tidak hanya kota besar, setidaknya terdapat 6 kota kecil di Eropa yang harus dikunjungi karena kecantikannya. Apa saja?

Paris, Roma, London, dan Barcelona, hanya sebagian kota yang sering dikunjungi oleh para traveler saat berkunjung ke Eropa. Ada pun kota lain di Eropa juga tidak kalah menarik. Dilansir dari Fodors, Jumat (21/2/2014), kunjungilah 6 kota kecil di Eropa ini.

1. Aix-en-Provence, Prancis

(Thinkstock)
Kalau berlibur ke Perancis, jangan hanya berkunjung ke Paris, cobalah berkunjung ke Aix-en-Provence. Kota bersejarah yang ditemukan oleh bangsa Roma pada 122 tahun sebelum masehi ini, terkenal akan keindahan arsitektur, makanan khas, dan wangi bunga Lavender.

Susurilah setiap sisi dari kota bersejarah ini. Mulai dari mengagumi air mancur yang berjumlah 40 buah, Saint Sauveur Cathedral yang terdiri dari tiga aliran seni, menara jam dari abad ke-16, sampai pusat kota yang bergaya Italia. Anda juga dapat mencicipi minuman lokal, keju kambing, dan zaitun. Jangan lupa juga berkunjung ke pasar tradisionalnya.

2. Brugge, Belgia

(Thinkstock)
Traveler yang menyukai arsitektur abad pertengahan akan menyukai Brugge, sebuah kota klasik di Belgia. Uniknya, Anda tidak hanya akan menemukan bangunan klasik saja, tapi juga kanal air seperti di Amsterdam, Belanda. Tidak heran kalau Brugge disebut sebagai tempat dengan suasana romantis, sekaligus menjadi impian banyak fotografer.

Berkunjung ke Brugge, sudah tentu Anda harus mencoba menyusuri kanal air. Kemudian rasakan juga citarasa waffle Belgia dan coklatnya. Soalnya, Belgia merupakan salah satu negeri produsen coklat di samping Swiss. Untuk bangunan, lihatlah Church of Our Lady yang menyimpan mahakarya Michelangelo, dan barisan rumah klasik di Markt's Square.

3. Cordoba, Spanyol

(Thinkstock)
Spanyol memang terkenal akan Sagrada Familia di Barcelona, dan kota masa depan Santiago Calatrava di Valencia, tapi coba kunjungi Cordoba yang terkenal dengan mezquita atau masjid dalam bahasa Spanyol. Sejarah panjang telah mengukir Cordoba sebagai salah satu kota di Spanyol yang berbeda.

Ada baiknya Anda mulai menyusuri kota ini sebelum matahari sampai di puncak, untuk menghindari udara panas. Mulailah dengan melewati Roman Bridge menuju istana dan kebun dari Alcazar de los Reyes. Dilanjutkan dengan melihat satu-satunya sinagog yang masih bertahan, setelah kejadian penyerangan tahun 1492 dahulu. Ditutup dengan melihat Mezquita yang terkenal, masjid warisan peradaban Islam di Spanyol.

4. Ferrara, Italia

(Thinkstock)
Italia selalu mengingatkan kita akan kuliner pasta, pizza, dan kopinya, tentu dengan Colosseum dan Menara Pisa. Selain Roma, cobalah kunjungi Ferrara, kota menawan dengan tembok kota bersejarah di Emilia-Romagna. Kalau mau, bisa saja Anda bersepeda hingga Ferrara untuk moment yang tidak akan Anda lupakan. Cicipi juga dua kuliner pasta khas Ferrara, pasticcio di maccheroni dan capellacci.

Di Ferrara, cobalah menjadi penduduk setempat. Caranya dengan bersepeda menyusuri tembok batu dari abad ke-15, yang merupakan bagian paling terkenal dari Ferrara. Kunjungi juga Palazzo dei Diamanti, bangunan megah dengan 12.600 potongan batu permata, serta Castello Estense untuk pemandangan terbaik Ferrara. Pada 23 April dan 15 Agustus, juga diselenggarakan festival Palio di Ferrara.

5. Lucerne, Swiss

(Lucerne Tourism)
Sebagai tempat yang terkenal dengan Pegunungan Alpen dan harga yang serba mahal, Swiss memang memegang reputasi yang unik tapi sepadan. Jika Anda berniat untuk berkunjung ke Swiss, pastikan Anda datang ke Lucerne, atau Luzern menurut bahasa setempat. Lucerne terkenal akan landmark Chapel Bridge, jembatan kayu tertua di Eropa. Jembatan kayu tersebut semakin terlihat indah dengan danau di bawahnya, dan Pegunungan Alpen sebagai latarnya.

Cobalah berjalan meyusuri sudut kota bersejarah di Lucerne. Seberangilah danau melalui Chapel Bridge yang berasal dari abad ke-14. Lihatlah juga Lion Monument, simbol singa yang mewakili semangat dan dedikasi pasukan Swiss Guard yang terkenal. Berkunjung ke Swiss juga kurang lengkap jika tidak melihat langsung Pegunungan Alpen yang terkenal. Gunung yang terkenal adalah Gunung Pilatus dan Gunung Rigi, Anda dapat melihat lanskap khas Swiss yang biru dan hijau sekaligus.

6. Porto, Portugal

(Portugal.net)
Siapa pun yang ingin merasakan sensasi berada di pelabuhan wine, akan menyukai kunjungan ke kota Porto di Portugal. Porto memang memiliki sejarah panjang berkaitan dengan wine, hingga saat ini. Cobalah kunjungi produsen wine ternama seperti Taylor Fladgate dan W&J Grahams.

Selain wine, Porto juga merupakan kota dengan sejumlah bangunan bersejarah. Mulai dari Katedral Se do Porto, gedung bursa saham dari abad ke-19 Palacio da Bolsa, hingga toko buku Lello yang memiliki gaya Gothik. Lengkapi jalan-jalan Anda dengan menikmati makan siang khas Portugis di Dom Tohno, sembari melihat Dona Maria Pia Bridge, jembatan karya Gustave Eiffel.
Halaman 2 dari 7
Kalau berlibur ke Perancis, jangan hanya berkunjung ke Paris, cobalah berkunjung ke Aix-en-Provence. Kota bersejarah yang ditemukan oleh bangsa Roma pada 122 tahun sebelum masehi ini, terkenal akan keindahan arsitektur, makanan khas, dan wangi bunga Lavender.

Susurilah setiap sisi dari kota bersejarah ini. Mulai dari mengagumi air mancur yang berjumlah 40 buah, Saint Sauveur Cathedral yang terdiri dari tiga aliran seni, menara jam dari abad ke-16, sampai pusat kota yang bergaya Italia. Anda juga dapat mencicipi minuman lokal, keju kambing, dan zaitun. Jangan lupa juga berkunjung ke pasar tradisionalnya.

Traveler yang menyukai arsitektur abad pertengahan akan menyukai Brugge, sebuah kota klasik di Belgia. Uniknya, Anda tidak hanya akan menemukan bangunan klasik saja, tapi juga kanal air seperti di Amsterdam, Belanda. Tidak heran kalau Brugge disebut sebagai tempat dengan suasana romantis, sekaligus menjadi impian banyak fotografer.

Berkunjung ke Brugge, sudah tentu Anda harus mencoba menyusuri kanal air. Kemudian rasakan juga citarasa waffle Belgia dan coklatnya. Soalnya, Belgia merupakan salah satu negeri produsen coklat di samping Swiss. Untuk bangunan, lihatlah Church of Our Lady yang menyimpan mahakarya Michelangelo, dan barisan rumah klasik di Markt's Square.

Spanyol memang terkenal akan Sagrada Familia di Barcelona, dan kota masa depan Santiago Calatrava di Valencia, tapi coba kunjungi Cordoba yang terkenal dengan mezquita atau masjid dalam bahasa Spanyol. Sejarah panjang telah mengukir Cordoba sebagai salah satu kota di Spanyol yang berbeda.

Ada baiknya Anda mulai menyusuri kota ini sebelum matahari sampai di puncak, untuk menghindari udara panas. Mulailah dengan melewati Roman Bridge menuju istana dan kebun dari Alcazar de los Reyes. Dilanjutkan dengan melihat satu-satunya sinagog yang masih bertahan, setelah kejadian penyerangan tahun 1492 dahulu. Ditutup dengan melihat Mezquita yang terkenal, masjid warisan peradaban Islam di Spanyol.

Italia selalu mengingatkan kita akan kuliner pasta, pizza, dan kopinya, tentu dengan Colosseum dan Menara Pisa. Selain Roma, cobalah kunjungi Ferrara, kota menawan dengan tembok kota bersejarah di Emilia-Romagna. Kalau mau, bisa saja Anda bersepeda hingga Ferrara untuk moment yang tidak akan Anda lupakan. Cicipi juga dua kuliner pasta khas Ferrara, pasticcio di maccheroni dan capellacci.

Di Ferrara, cobalah menjadi penduduk setempat. Caranya dengan bersepeda menyusuri tembok batu dari abad ke-15, yang merupakan bagian paling terkenal dari Ferrara. Kunjungi juga Palazzo dei Diamanti, bangunan megah dengan 12.600 potongan batu permata, serta Castello Estense untuk pemandangan terbaik Ferrara. Pada 23 April dan 15 Agustus, juga diselenggarakan festival Palio di Ferrara.

Sebagai tempat yang terkenal dengan Pegunungan Alpen dan harga yang serba mahal, Swiss memang memegang reputasi yang unik tapi sepadan. Jika Anda berniat untuk berkunjung ke Swiss, pastikan Anda datang ke Lucerne, atau Luzern menurut bahasa setempat. Lucerne terkenal akan landmark Chapel Bridge, jembatan kayu tertua di Eropa. Jembatan kayu tersebut semakin terlihat indah dengan danau di bawahnya, dan Pegunungan Alpen sebagai latarnya.

Cobalah berjalan meyusuri sudut kota bersejarah di Lucerne. Seberangilah danau melalui Chapel Bridge yang berasal dari abad ke-14. Lihatlah juga Lion Monument, simbol singa yang mewakili semangat dan dedikasi pasukan Swiss Guard yang terkenal. Berkunjung ke Swiss juga kurang lengkap jika tidak melihat langsung Pegunungan Alpen yang terkenal. Gunung yang terkenal adalah Gunung Pilatus dan Gunung Rigi, Anda dapat melihat lanskap khas Swiss yang biru dan hijau sekaligus.

Siapa pun yang ingin merasakan sensasi berada di pelabuhan wine, akan menyukai kunjungan ke kota Porto di Portugal. Porto memang memiliki sejarah panjang berkaitan dengan wine, hingga saat ini. Cobalah kunjungi produsen wine ternama seperti Taylor Fladgate dan W&J Grahams.

Selain wine, Porto juga merupakan kota dengan sejumlah bangunan bersejarah. Mulai dari Katedral Se do Porto, gedung bursa saham dari abad ke-19 Palacio da Bolsa, hingga toko buku Lello yang memiliki gaya Gothik. Lengkapi jalan-jalan Anda dengan menikmati makan siang khas Portugis di Dom Tohno, sembari melihat Dona Maria Pia Bridge, jembatan karya Gustave Eiffel.

(shf/shf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads