Blood Falls menjadi perhatian peneliti sejak berpuluh tahun lalu. Betapa tidak, air terjun ini tampak mengerikan karena warnanya merah pekat. Persis seperti darah, yang jadi awal mula dinamakan Blood Falls.
Para ahli geologi menemukan Blood Falls pada 1911. Dilansir dari Inhabitat, Kamis (6/3/2014), lokasinya tepat di ujung gletser Taylor, McMurdo Dry Valleys. Alih-alih berukuran kecil, air terjun ini terdiri dari 5 tingkat!
Pada awalnya para peneliti berasumsi, warna merah tersebut berasal dari ganggang. Namun faktanya, warna tersebut berasal dari mineral yakni zat besi yang terperangkap dalam gletser jutaan tahun silam.
Benar saja, 2 juta tahun lalu tempat ini merupakan danau purba yang berair tawar. Kemudian, permukaan air laut meninggi dan menutupi Benua Antartika. Danau itu pun terperangkap di bawah air laut yang membeku.
Mikroorganisme di dalamnya kemudian hidup dengan cahaya matahari dan oksigen yang terbatas. Itulah mengapa danau purba tersebut penuh zat besi. Saat keluar dan terkena oksigen, warnanya pun berubah merah.
Sampai saat ini, Blood Falls masih menjadi daya tarik bagi para peneliti. Tak banyak wisatawan yang berkunjung, karena lokasinya cukup terpencil. Namun begitu melihat aslinya, Anda pasti terpana!
(ptr/fay)












































Komentar Terbanyak
Parah Banget! Turis Thailand Jadi Korban Maling di Bromo, 7 Koper Hilang
11 Bandara Papua Ditutup
Sejarah Tembok Ratapan yang Asli: Tempat Suci Umat Yahudi