Untuk menuju Wat Arun, wisatawan bisa menyeberang perahu dari dermaga dekat Wat Pho tempat patung Buddha tidur. Ongkosnya hanya 3 Baht (sekitar Rp 1.000) sekali jalan. Dari situ, wisatawan membeli tiket masuk 50 Baht (sekitar Rp 16.500). Selanjutnya, silakan nikmati suasana di Wat Arun.
Saat detikTravel datang ke sana pada Jumat (13/3/2014) cuaca Bangkok sedang panas-panasnya. Namun wisatawan Eropa pasti suka cuaca begini.
Wat Arun adalah vihara tua di Bangkok yang dibangun tahun 1656 di masa Raja Narai. Wat Arun memiliki stupa besar atau Prang yang menjadi ciri khasnya. Tingginya mencapai 86 meter.
Nah, sebelum mendaki stupa, wisatawan akan melewati patung Buddha yang memegang mangkuk. Uniknya, di sini ada kebiasaan melempar koin ke dalam mangkok. Tidak mudah lho, karena patung ini berdiri di atas dudukan setinggi sekitar 80 cm, ditambah patung yang setinggi manusia.
Mangkuk ini jadinya setinggi 2 meter. Namun, para wisatawan tak putus asa melempar koin dengan serunya silih berganti.
"Uang ini sebenarnya untuk donasi, dan sudah disiapkan kotak donasinya. Namun kebiasaan lempar koin karena jadi lebih seru saja. Tidak ada mitos apa-apa sih sebenarnya," kata pemandu saya dari Tourism Authority of Thailand (TAT).
Plung! Saya pun sukses melempar koin Baht setelah beberapa kali mencoba. Kini saatnya menjajal tangga stupa yang ternyata sangat, sangat curam. Stupa Wat Arun memiliki teras 4 tingkat. Tingkat pertama dari Buddha yang memeluk koin, naik tangga sedikit ke pelataran stupa.
Dari pelataran stupa naik tangga lagi sedikit ke kaki stupa. Nah, dari sini ada tangga dengan kemiringan sekitar 45 derajat, namun anak tangganya tinggi. Tangga ini cukup bikin ngos-ngosan padahal ini baru sampai ke pelataran di pertengahan stupa.
Kemudian ini dia yang edun, untuk mencapai pelataran paling atas, ada lagi tangga dengan kemiringan 60 derajat dengan anak tangga yang tinggi. Saran saya, pegang erat-erat railing tangga... dan jangan lihat ke belakang! Bukan apa-apa, dengan kemiringan dan ketinggian seperti ini, memang agak bikin pusing kepala.
Tapi, semua perasaan deg-degan itu terbayar di pelataran paling atas stupa Wat Arun. Ada pemandangan Kota Bangkok menghampar luas ke semua sisinya. Kita bisa lihat lekukan seksi Sungai Chao Phraya dan deretan gedung pencakar langit di Bangkok. Yang keren, kita bisa melihat Istana Grand Palace dari atas Wat Arun.
Yang kreatif dari pengelola Wat Arun adalah, mereka memasang kain kuning melingkari stupa. Nah, pengunjung boleh menulis kesan dan pesan mereka, pokoknya apa saja deh yang mau dituliskan di sana. Ide ini sangat kreatif untuk mencegah tangan jahil yang suka mencorat-coret bangunan bersejarah.
Turis pun menulis beraneka pesan. Ada yang menulis nama dan asal negara dan kesannya mengunjungi Wat Arun. Ada banyak juga tulisan dari para traveler Indonesia di sini.
Puas berada di puncak Wat Arun, kita tinggal turun. Tapi ekstra hati-hati ya, jangan sampai tergelincir dan cedera. Sebelum pergi, banyak orang yang menawarkan jasa berfoto dengan baju tradisional Thailand. Kalau tertarik coba saja, dan jangan heran kalau mereka bisa berbahasa Indonesia patah-patah. Hal itu karena saking banyaknya wisatawan Indonesia yang datang ke Wat Arun.
(shf/shf)












































Komentar Terbanyak
Cair! Desa Wunut Bagikan THR untuk Seluruh Warga, Termasuk Bayi Baru Lahir
Garuda Indonesia Tidak Lagi Berstatus Bintang 5
Gara-gara Monyet, Komodo di Singapore Zoo Telan Boneka yang Dilempar