Belajar Nasionalisme dari Tur Patung Liberty
Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

Laporan dari AS

Belajar Nasionalisme dari Tur Patung Liberty

- detikTravel
Selasa, 17 Jun 2014 17:10 WIB
Belajar Nasionalisme dari Tur Patung Liberty
Ikon Amerika Serikat, Patung Liberty (Madin/detikTravel)
Jakarta - Cara pemerintah AS menanamkan rasa nasionalisme pada rakyatnya cukup menarik dan layak ditiru. Mereka menjadikan tempat wisata jadi sarana belajar dan momen untuk merenungi kemerdekaan dalam kehidupan masa kini.

Hal tersebut terasa saat mengunjungi objek wisata Patung Liberty di New York City, New York, AS, 11-13 Juni 2014 lalu. detikTravel bersama rombongan Samsung Media Trip Samsung Galaxy Tab S premiere mengunjungi ikon dunia tersebut mulai pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat.

Setiap pengunjung berangkat dari Battery Park dan membeli tiket feri yang bisa mengantar ke pulau Patung Liberty dan Ellis Island. Sebelum naik kapal feri, para pelancong akan mengalami antrean yang cukup padat karena banyak anak sekolah yang wisata ke tempat bersejarah tersebut. Pengamanan juga sangat ketat. Pemeriksaannya seperti di bandara AS.

Dari Battery Park, Patung Liberty terlihat sangat kecil. Namun begitu kapal feri sudah mendekat, patung seorang wanita yang sedang memegang buku kemerdekaan di tangan kiri dan obor di tangan kanannya itu sangat terlihat besar. Keindahannya pun membuat mata tak bisa berhenti menatapnya. Sebuah maha karya agung yang layak dijadikan ikon dunia.

Sepanjang perjalanan di kapal, sang pemandu menjelaskan tentang filosofi kemerdekaan dan Patung Liberty. Semua antusias mendengarkan dengan seksama.

Setelah melihat dari dekat Patung Liberty, kadang pertanyaan yang muncul di benak kita adalah "kenapa warnanya hijau?". Pengelola taman pun sudah menyiapkan jawabannya dengan memasang papan informasi yang besar.

Rupanya, patung itu hijau karena lapisan tembaga yang melapisi bagian paling luar patung. Bila tembaga terekspos dengan oksigen di udara, maka akan terjadi proses yang bernama oksidasi. Reaksi dalam proses oksidasi itu yang menimbulkan warna hijau.

Di beberapa gedung lain yang memakai tembaga di atasnya, warna yang sama juga muncul. Dalam keterangan di papan tersebut, disebutkan butuh waktu 30 tahun untuk patung tersebut berubah warna dari aslinya menjadi hijau.

Ada juga informasi soal batuan yang menjadi dudukan patung tersebut. Dudukan terdiri batuan granit yang kokoh. Desainernya adalah seorang arsitek terkenal Richard Morris Hunt dan insinyur yang membangunnya adalah Charles P Stone, seorang jenderal saat perang sipil di AS.

Patung Liberty berdiri sejak 28 Oktober 1886. Monumen bersejarah itu diberikan oleh Prancis kepada Amerika Serikat sebagai simbol persahabatan yang hangat antar kedua negara. Hingga kini, patung itu jadi simbol kebebasan dan demokrasi di AS.

Selain Patung Liberty, Anda juga bisa mengunjung museum di Ellis Island. Di sana, banyak cerita soal sejarah para imigran yang masuk ke AS lewat New York. Bangunan tua itu juga menyimpan cerita misteri, yang dipercayai sebagian orang.

Sepulang dari kunjungan ke Patung Liberty dan Ellis Island, para wisatawan akan diajak untuk merenung di atas kapal feri. Sang pemandu yang bicara lewat speaker memberi 'kuliah' singkat tentang dua objek bersejarah yang sudah dikunjungi dan setelahnya, para pengunjung akan diajak berpikir, apa yang akan dilakukan setelah tur tersebut.

"Setelah melihat perjuangan tokoh-tokoh di masa lalu untuk memperjuangkan kebebasan dan demokrasi. Apa yang akan anda lakukan sekarang di era ini?" tanya sang pemandu.


(ptr/ptr)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads