8 Aturan Penting Saat Bertemu Geisha di Jepang (2)

Yuk ceritain perjalananmu dan bagikan foto menariknya di sini!
bg-escape

8 Aturan Penting Saat Bertemu Geisha di Jepang (2)

- detikTravel
Selasa, 01 Jul 2014 16:02 WIB
8 Aturan Penting Saat Bertemu Geisha di Jepang (2)
(JNTO)
Kyoto - Kawasan Gion di Kyoto, Jepang terkenal sebagai pusat kegiatan geisha. Namun sebelum Anda mencari dan memotret para geiko alias geisha, ada beberapa hal yang perlu diketahui. Ingat, mereka bukan 'objek' Anda.

Sebagai mantan ibukota Kekaisaran Jepang, Kyoto meninggalkan banyak bangunan sejarah serta kultur yang masih kental hingga sekarang. Geisha, atau geiko dalam dialek lokal, adalah salah satunya. Geisha menjadi salah satu objek foto yang paling diincar turis saat berkunjung ke Kyoto.

Tapi, sebelum 'mengincar' Geisha ada beberapa hal yang perlu diketahui. Mengutip CNN, Selasa (1/7/2014), berikut 8 aturan penting saat bertemu geisha (bagian kedua):

(JNTO)

(JNTO)

(JNTO)

5. Bedakan: geisha dan turis berkostum geisha

(JNTO)
Seperti poin terakhir dalam aturan bagian pertama, turis bisa menyewa dan mengenakan pakaian geisha lengkap dengan make up tebal. Tak sedikit turis yang gagal membedakan geisha asli dengan turis yang berpakaian ala geisha.

"Pertama, perhatikan area Anda menemukannya," tutur Avi Lugasi, penemu situs travel Windows to Japan.

Kalau Anda berada di kawasan Kiyomizu dan sekitarnya, mungkin dia turis berkostum geisha. Lagipula, kalau memang dia adalah turis, biasanya orang tersebut akan berhenti dan mau berpose depan kamera.

"Geisha asli tidak akan melakukan itu. Mereka, saat sudah berpakaian lengkap, tak ada waktu untuk berpose sama sekali," tambah Avi.

5. Bedakan: geisha dan turis berkostum geisha

(JNTO)
Seperti poin terakhir dalam aturan bagian pertama, turis bisa menyewa dan mengenakan pakaian geisha lengkap dengan make up tebal. Tak sedikit turis yang gagal membedakan geisha asli dengan turis yang berpakaian ala geisha.

"Pertama, perhatikan area Anda menemukannya," tutur Avi Lugasi, penemu situs travel Windows to Japan.

Kalau Anda berada di kawasan Kiyomizu dan sekitarnya, mungkin dia turis berkostum geisha. Lagipula, kalau memang dia adalah turis, biasanya orang tersebut akan berhenti dan mau berpose depan kamera.

"Geisha asli tidak akan melakukan itu. Mereka, saat sudah berpakaian lengkap, tak ada waktu untuk berpose sama sekali," tambah Avi.

6. Jangan kaitkan dengan 'Memoirs of a Geisha'

(CNN)
Bicara soal geisha, banyak traveler ingat buku dan film berjudul 'Memoirs of a Geisha'. Film tersebut memang bicara soal kultur geisha di Jepang. Namun, kondisinya berbeda jauh dengan yang aslinya di Kyoto.

"Memoirs of a Geisha adalah film fiksi, dan sama sekali tidak menggambarkan kehidupan geisha," tutur Avi.

6. Jangan kaitkan dengan 'Memoirs of a Geisha'

(CNN)
Bicara soal geisha, banyak traveler ingat buku dan film berjudul 'Memoirs of a Geisha'. Film tersebut memang bicara soal kultur geisha di Jepang. Namun, kondisinya berbeda jauh dengan yang aslinya di Kyoto.

"Memoirs of a Geisha adalah film fiksi, dan sama sekali tidak menggambarkan kehidupan geisha," tutur Avi.

7. Tak juga bertemu geisha? Ini caranya

(CNN)
Kalau Anda sudah 'nongkrong' di kawasan geisha dan mereka tak kunjung muncul, coba cara ini. Sore hari, datanglah ke ochaya (kedai teh) yang tersebar di berbagai penjuru Kyoto. Harganya memang agak mahal, namun inilah cara termudah bertatap muka dengan geisha.

Salah satu tempat paling terkenal untuk bertemu geisha adalah Ichiriki Ochaya, yang sudah ada sejak 300 tahun lalu. Kalau mau merogoh kocek lebih, Anda bisa minta ruangan khusus untuk para tamu menghabiskan 90 menit bersama geisha. Harganya, mulai dari 100.000 Yen (Rp 11,7 juta)

Opsi lebih murah adalah Gion Corner. Buka dari pukul 18.00 waktu setempat, traveler bisa melihat aneka pertunjukan geisha mulai dari upacara minum teh sampai tarian. Harga tiket masuknya 3.150 Yen (Rp 370.000) per orang.

7. Tak juga bertemu geisha? Ini caranya

(CNN)
Kalau Anda sudah 'nongkrong' di kawasan geisha dan mereka tak kunjung muncul, coba cara ini. Sore hari, datanglah ke ochaya (kedai teh) yang tersebar di berbagai penjuru Kyoto. Harganya memang agak mahal, namun inilah cara termudah bertatap muka dengan geisha.

Salah satu tempat paling terkenal untuk bertemu geisha adalah Ichiriki Ochaya, yang sudah ada sejak 300 tahun lalu. Kalau mau merogoh kocek lebih, Anda bisa minta ruangan khusus untuk para tamu menghabiskan 90 menit bersama geisha. Harganya, mulai dari 100.000 Yen (Rp 11,7 juta)

Opsi lebih murah adalah Gion Corner. Buka dari pukul 18.00 waktu setempat, traveler bisa melihat aneka pertunjukan geisha mulai dari upacara minum teh sampai tarian. Harga tiket masuknya 3.150 Yen (Rp 370.000) per orang.

8. Ketahui transportasi dan akomodasi di Kyoto

(CNN)
Ini yang paling penting agar agenda bertemu geisha berjalan lancar. Sebelum menyambangi Kyoto, cari informasi tempat menginap dan transportasi selama di sana. Carilah penginapan di daerah strategis untuk melihat geisha, terutama Gion di Higashiyama.

Sedangkan untuk transportasi, traveler bisa menggunakan Kyoto Sightseeing Card (1.200 Yen atau Rp 140.000 untuk 1 hari), atau Traffica Kyoto Card (1.000 Yen atau Rp 117.000 untuk 1 hari).

8. Ketahui transportasi dan akomodasi di Kyoto

(CNN)
Ini yang paling penting agar agenda bertemu geisha berjalan lancar. Sebelum menyambangi Kyoto, cari informasi tempat menginap dan transportasi selama di sana. Carilah penginapan di daerah strategis untuk melihat geisha, terutama Gion di Higashiyama.

Sedangkan untuk transportasi, traveler bisa menggunakan Kyoto Sightseeing Card (1.200 Yen atau Rp 140.000 untuk 1 hari), atau Traffica Kyoto Card (1.000 Yen atau Rp 117.000 untuk 1 hari).
Halaman 2 dari 12
Seperti poin terakhir dalam aturan bagian pertama, turis bisa menyewa dan mengenakan pakaian geisha lengkap dengan make up tebal. Tak sedikit turis yang gagal membedakan geisha asli dengan turis yang berpakaian ala geisha.

"Pertama, perhatikan area Anda menemukannya," tutur Avi Lugasi, penemu situs travel Windows to Japan.

Kalau Anda berada di kawasan Kiyomizu dan sekitarnya, mungkin dia turis berkostum geisha. Lagipula, kalau memang dia adalah turis, biasanya orang tersebut akan berhenti dan mau berpose depan kamera.

"Geisha asli tidak akan melakukan itu. Mereka, saat sudah berpakaian lengkap, tak ada waktu untuk berpose sama sekali," tambah Avi.

Seperti poin terakhir dalam aturan bagian pertama, turis bisa menyewa dan mengenakan pakaian geisha lengkap dengan make up tebal. Tak sedikit turis yang gagal membedakan geisha asli dengan turis yang berpakaian ala geisha.

"Pertama, perhatikan area Anda menemukannya," tutur Avi Lugasi, penemu situs travel Windows to Japan.

Kalau Anda berada di kawasan Kiyomizu dan sekitarnya, mungkin dia turis berkostum geisha. Lagipula, kalau memang dia adalah turis, biasanya orang tersebut akan berhenti dan mau berpose depan kamera.

"Geisha asli tidak akan melakukan itu. Mereka, saat sudah berpakaian lengkap, tak ada waktu untuk berpose sama sekali," tambah Avi.

Bicara soal geisha, banyak traveler ingat buku dan film berjudul 'Memoirs of a Geisha'. Film tersebut memang bicara soal kultur geisha di Jepang. Namun, kondisinya berbeda jauh dengan yang aslinya di Kyoto.

"Memoirs of a Geisha adalah film fiksi, dan sama sekali tidak menggambarkan kehidupan geisha," tutur Avi.

Bicara soal geisha, banyak traveler ingat buku dan film berjudul 'Memoirs of a Geisha'. Film tersebut memang bicara soal kultur geisha di Jepang. Namun, kondisinya berbeda jauh dengan yang aslinya di Kyoto.

"Memoirs of a Geisha adalah film fiksi, dan sama sekali tidak menggambarkan kehidupan geisha," tutur Avi.

Kalau Anda sudah 'nongkrong' di kawasan geisha dan mereka tak kunjung muncul, coba cara ini. Sore hari, datanglah ke ochaya (kedai teh) yang tersebar di berbagai penjuru Kyoto. Harganya memang agak mahal, namun inilah cara termudah bertatap muka dengan geisha.

Salah satu tempat paling terkenal untuk bertemu geisha adalah Ichiriki Ochaya, yang sudah ada sejak 300 tahun lalu. Kalau mau merogoh kocek lebih, Anda bisa minta ruangan khusus untuk para tamu menghabiskan 90 menit bersama geisha. Harganya, mulai dari 100.000 Yen (Rp 11,7 juta)

Opsi lebih murah adalah Gion Corner. Buka dari pukul 18.00 waktu setempat, traveler bisa melihat aneka pertunjukan geisha mulai dari upacara minum teh sampai tarian. Harga tiket masuknya 3.150 Yen (Rp 370.000) per orang.

Kalau Anda sudah 'nongkrong' di kawasan geisha dan mereka tak kunjung muncul, coba cara ini. Sore hari, datanglah ke ochaya (kedai teh) yang tersebar di berbagai penjuru Kyoto. Harganya memang agak mahal, namun inilah cara termudah bertatap muka dengan geisha.

Salah satu tempat paling terkenal untuk bertemu geisha adalah Ichiriki Ochaya, yang sudah ada sejak 300 tahun lalu. Kalau mau merogoh kocek lebih, Anda bisa minta ruangan khusus untuk para tamu menghabiskan 90 menit bersama geisha. Harganya, mulai dari 100.000 Yen (Rp 11,7 juta)

Opsi lebih murah adalah Gion Corner. Buka dari pukul 18.00 waktu setempat, traveler bisa melihat aneka pertunjukan geisha mulai dari upacara minum teh sampai tarian. Harga tiket masuknya 3.150 Yen (Rp 370.000) per orang.

Ini yang paling penting agar agenda bertemu geisha berjalan lancar. Sebelum menyambangi Kyoto, cari informasi tempat menginap dan transportasi selama di sana. Carilah penginapan di daerah strategis untuk melihat geisha, terutama Gion di Higashiyama.

Sedangkan untuk transportasi, traveler bisa menggunakan Kyoto Sightseeing Card (1.200 Yen atau Rp 140.000 untuk 1 hari), atau Traffica Kyoto Card (1.000 Yen atau Rp 117.000 untuk 1 hari).

Ini yang paling penting agar agenda bertemu geisha berjalan lancar. Sebelum menyambangi Kyoto, cari informasi tempat menginap dan transportasi selama di sana. Carilah penginapan di daerah strategis untuk melihat geisha, terutama Gion di Higashiyama.

Sedangkan untuk transportasi, traveler bisa menggunakan Kyoto Sightseeing Card (1.200 Yen atau Rp 140.000 untuk 1 hari), atau Traffica Kyoto Card (1.000 Yen atau Rp 117.000 untuk 1 hari).

(sst/sst)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads