Killing Fields di Phnom Penh, Kamboja adalah salah satu tempat wisata yang paling ramai dikunjungi. Kisah pilu di balik keberadaan lapangan ini jadi daya tarik utama para turis.
Dari CNN, Selasa (15/7/2014), di dalam Killing Fields terdapat pohon penuh sejarah. Konon, di pohon inilah banyak warga Kamboja terbunuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan cuma pohon, masih banyak bagian dari Killing Fields yang digunakan untuk membunuh secara mengerikan. Bayangkan, di sanalah ribuan korban baik pria maupun wanita digorok lehernya hingga tewas mengenaskan.
Bukan menggunakan gergaji, para pembunuh ini menggunakan gerigi daun palem untuk mengeksekusi korban. Terkadang, kapak, bambu, palu dan pisau juga dijadikan alat untuk membunuh. Bisa dibayangkan, betapa sadis pembunuhan ini.
Usai dibunuh, Killing Fields dibuat lubang besar. Seluruh korban dikubur massal di sana. Kurang lebih, ada 20.000 korban dikubur di sana.
Usut boleh usut, tragedi mengerikan ini terjadi pada tahun 1975. Ketika itu Phnom Penh jatuh ke tangan Khmer Rouge. Ketika itulah masa pembantaian yang brutal menghantui Kamboja.
Kini, semua itu tinggal sejarah. Killing Fields menjadi destinasi wisata yang diminati banyak turis. Sebuah audio tur pun disiapkan untuk setiap wisatawan yang datang, agar tahu sejarah keberadaan Killing Fields.
(sst/sst)












































Komentar Terbanyak
Duh, Jembatan Ikonik Suramadu Jadi Sasaran Pencurian, 480 Kg Besi Raib
Terkuak! WNA Punya Lahan di Proyek Akomodasi Wisata, Caranya Pinjam Identitas Warlok
Hotel Legendaris di Gerbang Malioboro Kembali Beroperasi